Minggu, 24 Desember 2017

Percayalah, Kemiskinan Tidak Akan Bisa Musnah Jika ...

Kemiskinan telah menjadi masalah yang kronis karena berkaitan dengan kesenjangan dan pengangguran. Kemiskinan bukan lagi menjadi sekedar masalah ekonomi tetapi masalah kemanusiaan. Hampir semua negara menghadapi masalah ini, tak terkecuali negara - negara kaya sekalipun. Disisi lain bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, kemiskinan merupakan masalah terberat yang harus dihadapi. Kemiskinan seakan sudah menjadi bagian dari takdir manusia, namun membuat dunia bebas dari kemiskinan itu bukanlah sesuatu hal yang mustahil. Kemiskinan bukan diciptakan oleh masyarakat miskin tapi diciptakan oleh sistem yang ada di masyarakat. Namun apabila kita semua tidak peduli terhadap kemiskinan berarti kita juga menjadi bagian dari sistem yang menciptakan kemiskinan itu sendiri. Sebagai contoh banyak mungkin dari kita yang jika berbelanja ke pasar tradisional sering menawar harga dengan harga yang keterlaluan dan tidak sedikit dari kita yang ujung - ujungnya tidak jadi membeli. Bandingkan saat kita berbelanja di mall :). Jadi sebelum kita mengeluh tentang kemiskinan akan lebih baik jika kita instropeksi diri.

Di  Indonesia sendiri banyak program-program yang telah berhasil mengurangi angka kemiskinan. Jika kita melihat data jumlah penduduk miskin dari tahun 1976 yang mencapai 54,2 juta (40.1%) menjadi 22,5 juta (11.3%) pada tahun 1996. Kemudian karena adanya krisis yang mendera bangsa ini efeknya mengakibatkan bertambahnya jumlah penduduk miskin sebesar 47,9% (23.4%) pada tahun 1999. Era reformasi jumlah penduduk miskin perlahan-lahan menurun menjadi 36.1 juta (16.7%) ditahun 2004.

Jika kita melihat data Badan Pusat Statistik (BPS) dimulai dari tahun 2002 jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan) di Indonesia terus menurun. Data jumlah penduduk miskin pada periode Maret 2009 sampai Maret 2010 turun dari 32,53 juta (14.15%) menjadi 31,02 juta (13.33%). Menghilangkan kemiskinan bisa dikatakan sebagai sebuah mimpi tetapi mengurangi kemiskinan sekecil mungkin bisa dilakukan. 

Lalu apa sih yang bisa kita lakukan sebagai generasi muda atau sebagai masyarakat dalam upaya mengurangi kemiskinan. Pertama, kita bisa menjadi pengawas kinerja pemerintah dalam hal penaggulangan kemiskinan. Pemerintah mempunyai banyak program, diantaranya Program Inpres Desa Tertinggal, Kredit Usaha Tani, UPPKS dan Gerdu Taskin, Program Kredit-kredit Mikro, dan yang paling terkenal saat ini adalah BPJS. Nah, masyarakat harus aktif dan peka jika terjadi penyimpangan dana. Apalagi jika yang menyangkut program pemerintah di bidang kesehatan karena jika mutu pelayanan kesehatan baik maka rakyat akan lebih mampu berperan serta secara aktif dalam pembangunan sehingga pendapatannya juga meningkat.

Kedua, dengan memperbaiki kualitas pendidikan kita sendiri atau pun anak - anak kita kelak serta peka terhadapa kondisi pendidikan di sekitar kita. Saya yakin, di lingkungan sekitar kita pasti banyak keluarga miskin yang terpaksa tidak bisa melanjutkan sekolah. Penyebab utama dari masalah ini adalah mahalnya biaya pendidikan yang juga diikuti oleh buruknya kualitas pendidikan. Kita sebagai manusia yang mempunyai akal, pikiran, dan hati nurani tentunya bisa melakukan sesuatu yang lebih untuk memajukan kualitas pendidikan di sekitar kita. Kita bisa membuat sekolah gratis atau sekolah jalanan. Mengajar anak - anak jalanan yang putus sekolah dengan keterampilan dasar seperti membaca dan menulis sampai mengarahkan mereka terhadap minat dan bakat yang disukai. Dan untuk jangka panjangnya jika dilakukan secara terus - menerus maka bukan tidak mungkin akan terbentuk komunitas - komunitas pendidikan formal maupun informal yang mandiri yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Dan juga jika kita terlalu sibuk melakukan semua hal diatas kita bisa melakukan donasi. Salah satu tempat donasi yang saya sarankan adalah di Dompet Dhuafa. Jadilah pahlawan untuk mereka.

Perlu kita ketahui juga bahwa sebagian besar penduduk miskin di Asia Tenggara tinggal di Indonesia dan masa depan bangsa ini terletak pada pembangunan nasional yang sedang berlangsung, untuk itu program penanggulangan kemiskinan harus bertumpu pada peran serta aktif dan produktivitas rakyat yang diupayakan untuk menumbuhkan kemandirian penduduk miskin. Pemerintah Indonesia dan berbagai pihak terkait lainnya patut mendapat acungan jempol atas berbagai usaha yang telah dijalankan dalam membentuk strategi penanggulangan kemiskinan. Segala program penanggulangan kemiskinan yang telah dan akan dilakukan pemerintah sudah sepatutnya kita dukung bersama. Jadi kesimpulannya, kita sebagai Hero Zaman Now khususnya generasi muda harus mau berperan aktif dalam usaha mengurangi kemiskinan di Indonesia.



Senin, 18 Desember 2017

Naik Pesawat Itu Enak

     Pernah ga sih ketika sedang merencanakan sebuah travelling kita dihadapkan pada sebuah dilema ketika salah satu anggota tim kita sangat takut naik pesawat. Mungkin karena memang baru pertama kali, atau karena memiliki sebuah trauma. Sekedar info saja nih gaes, berdasarkan info yang saya cari di google, pesawat terbang menjadi transportasi paling aman di dunia. So, bagi yang takut naik pesawat coba dipikir ulang deh.
     Nah kembali ke soal traveling. Sesuatu yang bikin pusing adalah menggunakan maskapai apa saat kita akan pergi, karena kita harus menyesuaikan dana kita dan dana teman-teman yang lain. Jadi harus sama rata. Jangan sampai karena kita banyak duit, jadi kirta bisa seenaknya sendiri. Jadi harus di musyawarahkan. Daripada ribet, solusinya bisa ke sini gaes. Dijamin banyak pilihan dan ga bakal nyesel deh karena banyak promonya.
     Dan ketika memilih pesawat, selain harga, cek juga track recordnya, sering delay apa tidak. Percuma murah kalo sering delay, ya kan ? ya kan ?. Tapi ada kok maskapai penerbangan yang murah dan resiko delaynya kecil, yaitu "Jreng.. Jreng.. Jreng", SRIWIJAYA AIR. Dijamin enggak bakal nyesel deh. Nih aku kasih jalan pintasnya langsung gaes Tiket Sriwijaya Air
     Tapi tetep ya sebagai traveler apalagi yang backpacker kalian pasti ingin banding - bandingin harga tiket oesawat. Nih gaes aku kasih Tiket Pesawat. Udah puas belum ?? Hehehe.
     Pokoknya naik pesawat itu enak. Enaknya cepet sampai, enggak capek, apalagi bagi ya cowok pasti seneng deh, karena bisa melihat kakak - kakak pramugari yang cakep-cakep.
      Berani kan ?

Senin, 13 November 2017

Kopi ya Kapal Api lahh... Jelas Lebih Enakkkk

Kopi bukanlah hal yang asing bagiku. Semenjak kecil saya sudah terbiasa menyaksikan bapak membuat kopi. Pagi, siang, dan malam aroma kopi selalu memenuhi rumah kami. Dan saya mengamati dari kecil sampai usia saya sekarang 28 tahun, bapak selalu setia dengan Kopi Kapal Api. Favorit bapak adalah Kopi Kapal Api Special. Kebiasaan bapak akhirnya menular ke saya. Awalnya dari sekedar ikut – ikutan, kini saya menjadi penggemar kopi. Sudah banyak kopi yang sudah saya cicipi, dari yang kelas warkop sampai dengan kelas cafe. Namun kualitas tidak bisa berbohong, Kopi Kapal Api Jelas Lebih Enak.



Tak bisa dipungkiri bahwa Kopi Kapal Api dapat memenuhi rasa penasaran saya terhadap berbagai macam kopi. Mau kopi ginseng ada. Mau kopi mocha ada. Mau kopi susu ada. Mau kopi seperti di cafe – cafe pun juga tersedia, bisa pilih kopi luwak atau white coffee grande.

Selain karena banyaknya pilihan rasa, alasan saya memilih Kopi Kapal Api sebagai teman minum saya adalah karena Kopi Kapal Api selalu menawarkan kualitas yang terbaik, rasa yang mantab, dan aroma yang memikat. Sangat tepat untuk mengawali hari sekaligus sebagai teman sepanjang hari.



Percaya deh, sekali mencium aroma istimewanya, Saya langsung mengerti bahwa Kopi Kapal Api adalah kopi terbaik di pasaran. Dibuat dari biji kopi pilihan serta diolah secara khusus, Kopi Kapal Api memberikan standar baru dalam menikmati rasa dan sensasi secangkir kopi.

Varian kemasannya pun tersedia banyak pilihan. Mulai dari ukuran sachet kecil sampai ukuran besar. Saya selalu sedia Kopi Kapal Api ukuran besar di rumah dan ukuran sachet kecil di tas agar saya bisa minum Kopi Kapal Api kapanpun dan dimanapun.

Dan yang paling bikin saya yakin kalau Kopi Kapal Api Jelas Lebih Enak adalah ketika saya tahu bahwa pantry di kantor saya bekerja mempunyai stok Kopi Kapal Api Special bagi para karyawan. Wow asyikk, jadi makin betah ngopi di kantor ^_^ .

Apalagi ketika saya mengetahui fakta bahwa kopi sachet pertama di Indonesia di produksi oleh Kapal Api pada tahun 1978 jadi menambah keyakinan saya jika Kopi Kapal Api memang benar – benar rajanya kopi. Jadi bisa dikatakan kalau Kopi itu ya Kapal Api. Dan saya yakin 100% juga bahwa orang yang suka kopi pasti pernah minum Kopi Kapal Api dan ketagihan lagi dan lagi J.



Bagi teman – teman lain yang tidak suka kopi, biasanya para wanita, saya punya satu rahasia yang mungkin akan membuat kalian mau minum kopi. Menurut penelitian kopi ternyata turut berperan untuk meluruhkan lemak dalam tubuh karena kopi itu mengandung kafein dan kafein yang terkandung di dalamnya membantu tubuh meningkatkan proses metabolisme. Alhasil, kalori yang dibakar setelah tubuh mengkonsumsi kopi akan lebih banyak. Jadi kopi baik dikonsumsi bagi teman – teman yang sedang menjalankan program diet. Kopi Kapal Api Special bisa menjadi pilihan, namun catatannya tidak boleh diberi tambahan gula loh ya dan juga jangan dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, karena apa pun yang berlebihan itu tidak baik.

Itulah cerita singkat saya tentang Kopi Kapal Api Jelas Lebih enak. Saya yakin teman – teman yang lain punya pengalaman yang unik bersama Kopi Kapal Api. Tulis dan bagikan pengalaman kalian agar menginspirasi jutaan orang di Indonesia dan dunia. #KapalApiPunyaCerita http://waktunyakapalapi.com

Rabu, 27 Mei 2015

Report Resolusi 2015

Di awal tahun saya mempost apa saja target-target yang harus saya raih di tahun ini... Dan sekarang sudah hampir mau 6 bulan dan yuk kita lihat target apa saja yang sudah saya raih :

1. Personal Skill Development
=> belum bisa kesampaian seluruhnya karena pada awal-awal tahun terbentur masalah skripsi yang ga kelar-kelar + jadwal kerja yang tidak beraturan. Tapi saya akan berusaha di sisa tahun ini saya akan mencapainya.

2. Personal Financial
=> Kayaknya budget belu bisa mencukupi karena entah kenapa tahun ini saya tiba-tiba gila travelling, entah karena wujud jiwa muda yang sekian lama tertahan atau karena memang ingin sejenak bersenang-senang tanpa harus memikirkan pekerjaan.

3. Education
=> Alhamdullilah Puji Tuhan saya sudah lulus bulan April kemarin setelah melalui perjuangan yang gila-gilaan

4. Career
=> Alhamdullilah Puji Tuhan juga saya masih bisa mengkontrolnya sampai saat ini, klien asuransi mulai berdatangan tanpa diduga.

5. Health
 => Ini yang masih belum bisa signifikan, sudah dibantu juga oleh produk herbalife cuma masih belum sampai 60 kg. Kemarin terakhir di kisaran 66-67 kg. Kalau berotot kayaknya sih mulai kelihatan hasilnya.

6. Relationship
=> Ini yang bikin galau, awalnya aku tidak yakin bisa move on dari Diandra tapi ternyata setelah aku menjalin hubungan dengan El aku benar-benar bisa move on, namun apa mau dikata kisah cinta kami tidak berlangsung lama, karena berbeda agama dan kenyataan dia sudah memiliki tunangan, memupuskan harapan ku ke dia.

7. Family
=> Sudah saya lakukan.

8. Social Activities
=> Untu beramal saya tetap bisa jalani, namun untuk menambah teman, saya harus pikir-pikir dulu karena saya memiliki prinsip baru untuk tidak terlalu baik ke orang lain.

Oke sementara itu dulu report saya...
Bye and Good Night...

Selasa, 19 Mei 2015

Hello...

Hello... Akhirnya kesampaian lagi buka blog.
Sekarang saya sudah resmi bergelar S.Ak, setelah kurang lebih 2,5 tahun berjibaku dengan kuliah yang dibarengi dengan kerja. 
Wow, ga kerasa sudah selesai.
Namun masih banyak tugas menanti didepan yang harus saya selesaikan... Masih banyak mimpi yang harus saya kejar dan raih.
Ehmm... untuk waktu dekat ini saya rasa saya akan merombak penampilan blog saya yang sudah lumayan tua umurnya, agar kelihatan lebih eye catching (bener ga tuh tulisannya :p).
Selanjutnya di post2 berikutnya saya akan mencoba menulis buku pertama saya yang entah apa judulnya belum kepikiran...
See you and enjoy My blog... 

Jumat, 02 Januari 2015

Resolusi 2015

Terinspirasi dari Rachmat Harsono - Executive Vive President (CFO) Samator Group.

Terakhir saya buat postingan seperti ini di tahun 2012, dan sudah ada beberapa hal yang telah terwujud tapi tidak di tahun itu...

Di tahun 2015 ini, Saya akan mencoba membuat target-target baru yang harus bisa saya capai. Target-target tersebut dirangkum dalam 8 Kriteria.

1. Personal Skill Development
    - 1 minggu 1 lagu baru (barat).
    - Setiap hari harus membaca teks bahasa Inggris.
    - Meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.
    - Memperdalam skill keyboard, 6 bulan pertama fokus di jazz.

2. Personal Financial
    - Membuat home recording.

3. Education
    - Lulus jadi Sarjana Ekonomi...Amin

4. Career
    - Mempertahankan posisi saat ini.
    - Minimal 1 bulan harus dapat 1 klien asuransi... Amin.
    - Menambah relasi teman untuk bermusik.
    - Meningkatkan penghasilan melalui bisnis.

5. Health
    - Berat Badan turun jadi 60 Kg (Uangel soro).
    - Lebih berotot.

6. Relationship
    - Aku mau Diandra Tuhan... Please,...

7. Family
    - Berbagi rejeki dengan keluarga.

8. Social Activities
    - 1/10 gaji untuk Gereja, kegiatan sosial dan orang lain yang membutuhkan. Amin
    - Setiap bulan minimal tambah 10 teman (ga akrab juga gapapa, yg penting nambah)

Kelihatannya simpel ya, tapi susah bro...

Tapi semua faktor diatas merupakan keseimbangan dalam menjalani hidup. Yang terpenting berani "Make Mistakes" tapi jangan pernah sampai patah semangat loh...

GBU...

Senin, 18 Agustus 2014

Renungan Harian, Senin 18 Agustus 2014

Bacaan:
Yeh. 24:15-24; MT Ul. 32:18-19,20,21; Mat. 19:16-22. BcO Pkh. 2:1-26

Bacaan Injil  Mat. 19:16-22:
16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." 18 Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, 19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." 20 Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?" 21 Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." 22 Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

Renungan:
Kala mau komuni pertama ada serangkaian tes yang harus kujalani. Salah satunya mengucapkan 10 perintah Allah. Kala itu doa itu hanya menjadi ucapan hafalan. Kala dewasa makin tahu bahwa itu bukan sekedar hafalan tp jalan hidup yang harus dijalani orang Katolik. Hari ini kita diingatkan Yesus bahwa itu merupakan jalan untuk sampai kepada hidup yang kekal (bc. Mat.19:16-22). Langkah ini akan sempurna kala orang lepas bebas dengan harta miliknya dan peduli pada kebutuhan orang miskin.
Ada banyak langkah askese, ugahari, dll yang sangat mungkin kita lakukan. Langkah2 rohani itu tentu merupakan keutamaan yang luar biasa. Namun sebagai murid Kristus langkah itu akan makin sempurna kala semua itu mengalir pada sikap peduli terhadap sesama, bukan hanya berhenti pada kepuasan batinnya sendiri. Hidup rohani tidak pernah berhenti pada sisi rohani belaka, namun mengalir dan menyatu dalam kenyataan ragawi. Ketika kita memenjara diri pada satu sisi, entah hanya rohani entah juga hanya ragawi, kita akan menjauh dari kesempurnaan. Marilah menyaturagakan pengolahan hidup rohani dan ragawi kita menuju pada kesempurnaan hidup kekal.

Doa Perutusan:
Tuhan, terima kasih atas segala kesempatan bagiku untuk mengolah kerohanianku. Semoga segala temuanku dalam olah rohani menyuburkan semangat kasihku kepada mereka yang miskin dan berkekurangan. Amin.-nasp-

Jumat, 15 Agustus 2014

Renungan Harian, Jumat 15 Agustus 2014 (Pekan Biasa XIX)

Yeh. 16:1-15,60,63 atau Yeh. 16:59-63;
MT Yes. 12:2-3,4bcd,5-6;
Mat. 19:3-12.

"Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Injil hari ini berbicara tentang perkawinan, khususnya tentang indissolubilitas perkawinan. Perkawinan adalah persekutuan hidup yang tetap antara seorang laki-laki dan seorang perempuan. Tuhan sendirilah yang mempersatukannya sehingga tidak boleh dipisahkan atau diceraikan oleh manusia. Hal ini susah sering kita dengar dan kita semua pasti sudah tahu. Namun, kita juga tidak bisa menutup mata akan adanya banyak perceraian, termasuk yang dilakukan oleh pasangan Katolik. Maka, kali ini saya lebih tertarik untuk berbicara tentang hal ini. Memang, suami-istri yang bercerai, boleh dikatakan telah gagal dalam membangun keluarga dan menghayati sakramen perkawinan. Meski demikian, bagaimana pun juga, berkat sakramen baptis yang telah mereka terima, mereka tetaplah anggota Gereja. Mereka tidak terpisah dari Gereja dan Gereja tetap merengkuhnya sebagai putra-putrinya yang terkasih. Santo Yohanes Paulus II, dalam Familiaris Consostio no.84 menegaskan agar suami-isteri yang telah bercerai tetap berpartisipasi dalam hidup menggereja, mendengarkan Sabda Allah, bertekun dalam doa, beramal kasih, dan mengikuti Misa Kudus, walaupun bagi mereka yang setelah bercerai lalu menikah lagi dilarang menerima komuni suci. Paus emeritus Benediktus XVI, dalam Sacramentum Caritatis, no.29, juga menegaskan agar “orang-orang yang bercerai dan menikah lagi itu tetap menjadi anggota Gereja; dengan keprihatinan khusus Gereja mendampingi mereka dan mendorong mereka untuk menghayati sepenuh mungkin kehidupan Kristus lewat partisipasi yang teratur dalam misa, meskipun tanpa menyambut komuni, dengan mendengarkan Sabda Allah, melakukan adorasi, doa, partisipasi dalam kehidupan komunitas, dialog secara tulus dengan imam atau pembimbing rohani, dan mendedikasikan diri pada pelayanan amal, karya tobat dan komitmen kepada pendidikan anak-anak mereka.” Oleh karena itu, kita semua dipanggil untuk merengkuh mereka sebagai saudara-saudari seiman sekaligus membantu mereka untuk tetap menghayati hidup sebagai orang Kristiani yang baik, yang tetap berpartisipasi aktif dalam kehidupan Gereja.

Doa: Tuhan, Engkau sendirilah yang telah mempersatukan dan memberkati keluarga-keluarga Kristiani. Bantulah kami untuk memelihara kesatuan dan keutuhan keluarga kami. Dan bagi mereka yang telah bercerai, semoga Engkau tetap mejaga mereka sehingga mereka pun tetap bersatu dengan-Mu di dalam Gereja yang kudus. Amin. 

Rabu, 13 Agustus 2014

Renungan Harian, Kamis 14 Agustus 2014

Peringatan Wajib St. Maksimilianus Maria Kolbe
warna liturgi Merah

Bacaan:
Yeh. 12:1-12; Mzm. 78:56-57,58-59,61-62; Mat. 18:21-19:1.  BcO Za. 11:4 - 12:8

Bacaan Injil  Mat. 18:21-19:1:
21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" 22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. 23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. 24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. 25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. 26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. 27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. 28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! 29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. 30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. 31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. 32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. 33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? 34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. 35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu." 1 Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan.

Renungan:
Mengampuni. Kita sering berdoa: "Tuhan ampunilah segala dosa dan kesalahanku." Bahkan bisa jadi tiap kali berdoa kita mendaraskan kata-kata tersebut. Dari lantunan doa tersebut tampak bahwa kita selalu mengharapkan pengampunan atas dosa-dosa kita. Dan aku percaya Tuhan begitu murah hati mengampuni kesalahan kita.
Ketika kita sadar akan Tuhan yang begitu murah hati mengampuni kita apakah kita juga bermurah hati mengampuni dosa dan kesalahan sesama kita? Kita telah banyak melakukan kesalahan dan dosa dalam hidup kita dan sebanyak itu pula kita mendapatkan pengampunan. Bahkan banyak kesalahan kita buat untuk sesama kita dan mereka pun berkenan mengampuni dan memaafkan kita. Namun kita akui kita sering tidak mudah mengampuni dan memaafkan satu dua kesalahan sesama kita.
Sebagai murid Yesus marilah kita pun bermurah hati dalam mengampuni dan memaafkan kesalahan sesama kita. Dalam hal mengampuni Yesus mengatakan, "Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali" (Yoh 18:22).

Doa Perutusan:
Tuhan Yesus Kristus sudilah Engkau mengutus Roh Pengampunan agar aku pun mampu mengampuni dan memaafkan yang bersalah kepadaku. Aku akan terus belajar dan berusaha memaafkan kesalahan sesamaku. Amin.

Selasa, 12 Agustus 2014

Renungan Harian, Rabu 13 Agustus 2014 (Pekan Biasa XIX)

Yeh. 9:1-7; 10:18-22;
Mzm. 113:1-2,3-4,5-6;
Mat. 18:15-20.

"Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

Berdoa bersama itu amat penting. Tidak kalah pentingnya dengan doa pribadi yang juga ditekanlah oleh Yesus ketika bersabda, "Jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu" (Mat 6:6). Kali ini Yesus menegaskan pentingnya doa bersama. "Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." (Mat 18:19-20). Doa bersama di sini, tidak hanya dimaksudkan pada perayaan-perayaan bersama di Gereja atau lingkungan dan kelompok umat lainnya, tetapi juga pada doa bersama dalam keluarga. Dengan kata lain, hendak ditegaskan bahwa berdoa bersama dalam keluarga itu sangat penting. "The family that pray together, stay together" (Keluarga yang berdoa bersama, dijamin tetap utuh). Sebab, keluarga tersebut selalu bersama Tuhan yang sejak semua telah mempertemukan, mempersatukan dan memberkati mereka serta menganugerahkan anak-anak dan banyak hal lainnya. Untuk itu, baiklah kita selalu membiasakan doa bersama dalam keluarga, misalnya pada pagi hari sebelum saling berpisah untuk melaksanakan tugas dan pekerjaan masing-masing. Juga pada malam hari setelah kembali berkumpul. Jangan sampai kebersamaan keluarga dalam doa terhalang oleh kesibukan dan fisik yang lelah karena justru doa itulah yang menjadi sumber daya dan kekuatan hidup. Jangan sampai pula doa bersama keluarga dirusak oleh televisi yang untuk zaman sekarang sudah tidak lagi di ruang keluarga tetapi bahkan ada di kamar masing-masing. Jangan sampai Tuhan tidak sempat singgah dalam keluarga dan hati kita karena kita terlalu sibuk "berdevosi" pada "santa Nokia, santo Samsung, santo Iphone, dll". Jarak yang jauh antar anggota keluarga juga tidak perlu menjadi penghalang untuk doa bersama karena sudah selayaknya alat komunikasi yang ada juga kita pakai untuk mempermudah kebersamaan dalam doa pula.

Doa: Tuhan, berkatilah keluarga kami agar selalu bersatu padu dalam doa. Amin. c

Jumat, 08 Agustus 2014

Renungan Harian Sabtu, 09 Agustus 2014 (Pekan Biasa XVII)

Hab. 1:12 - 2:4;
Mzm. 9:8-9,10-11,12-13;
Mat. 17:14-20.

"Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?"
"Karena kamu kurang percaya."

Berdasarkan pengalaman, kita mudah sekali jatuh ke dalam dosa, termasuk juga dosa yang sama. Seolah-olah, kita sama sekali tidak mempunyai kekuatan dan kemampuan untuk mengusir dan mengalahkan godaan setan. Padahal kita tahu bahwa setan itu membuat kita selalu berada dalam bahaya dan ketidakselamatan. Seperti dialami anak yang berpenyakit ayan tersebut, setan yang merasukinya selalu membawanya ke dalam bahaya api dan air. Demikian pula, setan, dengan segala godaan dan bujuk rayunya, kalau kita sampai lengah dan terbuai, ia akan membawa kita ke dalam api neraka. Kembali pada pokok persoalan: Mengapa kita sering tidak berdaya dan tidak mampu mengalahkan dan mengusir setan? Jawabannya jelas: karena kita kurang percaya, seperti yang dikatakan Yesus. Seringkali memang demikian. Saat kita mengaku dosa, selau saja ada keraguan terhadap diri kita sendiri. Kita sering berpikik bahwa kita pasti akan jatuh lagi dalam dosa yang sama. Padahal, ragu akan diri sendiri untuk bisa bertobat dan untuk bisa mengalahkan setan yang membuat kita berdosa, itu sama saja kita ragu akan kuasa dan rahmat Tuhan yang bekerja dalam diri kita. Kita kurang percaya pada rahmat pengampunan dan kuasa yang Tuhan berikan kepada kita untuk mengalahkan godaan dan mengusir setan. Untuk itu, marilah kita selalu mohon kepada Tuhan agar selalu diberi iman dan kepercayaan yang semakin hari semakin besar dan kuat sehingga kita mampu mengalahkan godaan dan mengusir setan yang akan membawa kita ke dalam api neraka. Yesus sendiri telah mengalahkan godaan dan menghancurkan kuasa setan secara tuntas, maka kalau kita selalu mengikuti Dia dan bersama-Nya, pasti kita juga akan memang.

Doa: Tuhan, tambahkanlah iman kepada kami yang seringkali kurang percaya ini agar kami berani tegas dan mampu mengalahkan godaan setan. Amin.

Minggu, 20 Juli 2014

Renungan Harian Senin, 21 Juli 2014 (Hari Biasa Pekan XVI)

Mik 6:1-4.6-8
Mzm 50:5-6.8-9.16bc-17.21.23

Mat 12:38-42
    
"Kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus"

Kehadiran Yunus di Niniwe sebagai utusan Tuhan untuk menyampaikan ajakan pertobatan dengan disertai ancaman ditanggapi dengan baik oleh orang-orang Niniwe (Yun 3). Mereka semua menyesal, berkabung dan bertobat. Mereka mampu membaca dengat tepat kehendak Tuhan yang ditandai dengan kehadiran Yunus. Lain dengan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Mereka memang lebih ahli dalam Kitab Suci dan Agama Yahudi, tetapi mereka tidak mampu membaca dan menangkap tanda kasih Allah yang dinyatakan dalam kehadiran Yesus. Padahal, Yesus tidak hanya menyampaikan ajakan pertobatan (Mrk 1:15; Mat 4:17) tetapi mengajar dengan menakjubkan (Luk 4:31-32.42-44) juga membuat banyak mukjizat, mulai dari menyembuhkan banyak orang sakit (Luk 7:21), mengusir setan (Mat 8:16.28-34), meredakan angit ribut (Mat 8:23-27), menggandakan roti (Yoh 6:5-15), dll. 

Dalam hidup kita sehari-hari, Tuhan pun senantiasa hadir dan membuat aneka banyak mukjizat bagi kita. Bukankah kejadian, kelahiran dan keberadaan kita di dunia ini adalah mukjizat? Bagaimana tidak, kita yang semula hanya berupa satu sel telur dan satu sperma yang sangat kecil, hari demi hari terus tumbuh dan berkembang sampai seperti sekarang ini. Tubuh kita dengan segala organ-organnya dibentuk dan disusun sedemikian rupa sehingga sungguh harmonis dan masing-masing berfungsi dengan semestinya. Siang dan malam silih berganti secara teratur. Dan ... silakan ditambahkan sendiri. Intinya, Tuhan sunggh mahabaik dan sangat mengasihi kita. Kita tidak lagi membutuhkan tanda dari Tuhan karena Ia telah banyak sekali memberikan tanda yang menyatakan bahwa Ia sangat mengasihi kita. Yang penting adalah kita harus melatih kepekaan kita untuk mampu membaca dan menangkap setiap tanda kasih Tuhan, sekecil dan sesederhana apa pun. Maka, pertanyaannya bukan "Apakah Tuhan mencintai kita?" tetapi "Apakah kita menyadari bahwa Tuhan sungguh mencintai kita?" Kalau kita mampu menangkap tanda kasih Tuhan dalam hidup kita, kita pun akan mampu untuk menjadi tanda kasih-Nya bagi sesama, yakni dengan berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah?" (Mik 6:8) 

Doa: Tuhan, semoga kami semakin peka dalam menangkap dan memahami tanda-tanda kasih-Mu sehingga kami pun mampu menjadi tanda cinta-Mu bagi sesama, yakni dengan berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan-Mu. Amin.

Sabtu, 19 Juli 2014

Pelaporan Keuangan dan Perubahan Harga

Rangkuman Akutansi Internasional :
Bab VII 
Pelaporan Keuangan dan Perubahan Harga

PENDAHULUAN


Fluktuasi nilai mata uang dan perubahan dalam harga uang atas barang dan jasa merupakan karakteristik yang tak terpisahkan dalam bisnis internasional. Untuk memahami istilah perubahan harga (changing prices), kita harus membedakan antara pergerakan harga umum dan pergerakan harga spesifik, yang keduanya termasuk dalam istilah perubahan harga itu. Suatu perubahan harga umum terjadi apabila secara rata-rata harga seluruh barang dan jasa dalam suatu perekonomian mengalami perubahan. Kenaikan harga secara keseluruhan disebut sebagai inflasi (inflation), sedangkan penurunan harga disebut sebagai deflasi (deflation).
Menurut John F. Boschen dan Charles L. Weise dalam Journal of Money, Credit, and Banking (juni 2003) Bukti menunjukkan bahwa kebijakan moneter dan fiskal yang agresif yang dirancang untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pengeluaran yang berlebihan akibat pemilihan umum nasional, dan pengaruh inflasi internasional merupakan penjelasan atas penyebab timbulnya inflasi. Namun demikian permasalahannya tidaklah sesederhana itu. Perubahan harga spesifik mengacu pada perubahan dalam harga barang atau jasa tertentu yang disebabkan oleh perubahan dalam permintaan dan penawaran. Kehancuran sosial dan politik yang ditimbulkan oleh rangkaian periode hiperinflasi (ketika laju inflasi meningkat lebih dari 50 % tiap bulannya) terdokumentasi dengan baik dan hal ini menjelaskan mengapa tingkat harga yang stabil menjadi prioritas nasional bagi banyak negara di dunia, kalangan usaha juga merasakan pengaruh inflasi pada saat harga factor produksi meningkat. Meskipun perubahan harga terjadi diseluruh dunia, pengaruh terhadap pelaporan bisnis dan keuangan berbeda-beda dari satu negara ke negara lain.
  1. LAPORAN KEUANGAN MEMILIKI POTENSI UNTUK MENYESATKAN SELAMA PERIODE PERUBAHAN HARGA
Selama periode inflasi, nilai aktiva yang dicatat sebesar biaya akuisisi awalnya jarang mencerminkan nilai terkininya (yang lebih tinggi). Ketidak akuratan pengukuran ini mendistorsi (1) proyeksi keuangan yang didasarkan pada data seri waktu historis (2) anggaran yang menjadi dasar pengukuran kinerja dan (3) data kinerja yang tidak dapat mengisolasi pengaruh inflasi yang tidak dapat dikendalikan. Laba yang dinilai lebih pada gilirannya akan menyebabkan :
 Kenaikan dalam proporsi pajak
 Permintaan dividen lebih banyak dari pemegang saham
Permintaan gaji dan upah yang lebih tinggi dari para pekerja
Tindakan yang merugikan dari negara tuan rumah (seperti pengenaan pajak keuntungan yang sangat besar).
Kegagalan untuk menyesuaikan data keuangan perusahaan terhadap perubahan dalam daya beli unit moneter juga menimbulkan kesulitan bagi pembaca laporan keuangan untuk menginterpretasikan dan membandingkan kinerja operasi perusahaan yang dilaporkan. Dalam periode inflasi, pendapatan umumnya dinyatakan dalam mata uang dengan daya beli umum yang lebih rendah (yaitu daya beli periode kini), yang kemudian diterapkan terhadap beban terkait. Prosedur akuntansi yang konvesional juga mengabaikan keuntungan dan kerugian daya beli yang timbul dari kepemilikan kas (ekuivalennya) selama periode inflasi.
Oleh karena itu, mengakui pengaruh inflasi secara eksplisit berguna dilakukan karena :
Pengaruh perubahan harga sebagian bergantung pada transaksi dan keadaan yang dihadapi suatu perusahaan.
Mengelola masalah yang ditimbulkan oleh perubahan harga bergantung pada pemahaman yang akurat atas masalah tersebut.
Laporan dari para manajer mengenai permasalahan yang disebabkan oleh perubahan harga lebih mudah dipercaya apabila kalangan usaha menerbitkan informasi keuangan yang membahas masalah-masalah tersebut.
Meskipun laju inflasi melambat, akuntansi perubahan harga tetap berguna karena efek kumulatif inflasi yang rendah dalam beberapa waktu dapat menjadi signifikan.
  1. JENIS PENYESUAIAN INFLASI
Seri statistik yang mengukur perubahan baik dalam harga umum maupun harga spesifik pada umumnya tidak bergerak secara pararel. Setiap jenis perubahan harga memiliki pengaruh yang berbeda terhadap ukuran-ukuran posisi keuangan dan kinerja operasi suatu perusahaan dan ditimbulkan oleh adanya tujuan-tujuan berbeda yang tersembunyi.
Penyesuaian Tingkat Harga Umum
Jumlah mata uang yang disesuaikan terhadap perubahan tingkat harga umum (daya beli) disebut sebagai mata uang konstan biaya histories atau ekuivalen daya beli umum. Jumlah mata uang yang belum disesuaikan sedemikian rupa disebut sebagai jumlah nominal. Sebagai contoh, selama periode kenaikan harga, aktiva berumur panjang yang dilaporkan didalam neraca sebesar biaya akuisisi awalnya dinyatakan dalam mata uang nominal. Apabila biaya historisnya tersebut dialokasikan terhadap laba periode kini, pendapatan, yang mencerminkan daya beli kini, ditandingkan dengan biaya yang mencerminkan daya beli (yang lebih tinggi) dari periode terdahulu saat aktiva tersebut dibeli.
Penyesuaian Biaya Kini
Model biaya kini berbeda dengan akuntansi yang konvesional dalam dua aspek utama. Pertama, aktiva tetap dinilai berdasarkan biaya kini dan bukan biaya historis. Kedua, laba adalah jumlah sumber daya yang dapat didistribusikan oleh perusahaan dalam suatu periode (tanpa memperhitungkan komponen pajak), namun tetap dapat mempertahankan kapasitas produktif atau modal fisik perusahaan. Satu cara untuk mempertahankan modal adalah dengan menyesuaikan posisi aktiva bersih awal perusahaan (yang menggunakan indeks harga spesifik yang tepat atau penentuan harga langsung) untuk mencerminkan perubahan dalam ekuivalen biaya kini aktiva selama periode berjalan.
  1. SUDUT PANDANG INTERNASIONAL TERHADAP AKUNTANSI INFLASI
Beberapa Negara telah mencoba akuntansi inflasi yang berbeda-beda. Praktik actual juga mencerminkan pertimbangan pragmitis seperti parahnya laju inflasi nasional dan pandangan yang pihak-pihak yang secara langsung dipengaruhi oleh angka-angka akuntansi inflasi. Mengamati beberapa metode akuntansi inflasi yang berbeda sangat bermanfaat pada saat menilai kondisi paling muktahir saat ini.
  1. Negara Amerika Serikat
Pada tahun 1979, FASB mengeluarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan / SFAS No.33, yang berjudul “ Pelaporan Keuangan dan Perubahan Nilai” pernyataan ini mengharuskan perusahaan-perusahaan AS yang memiliki persedian dan aktifa tetap bernilai lebih dari $125 juta atau aktiva lebih dari $1 miliyar, untuk selama 5 tahun mencoba melakukan pengungkapan daya beli konstan biaya historis sebagai kerangka dasar pengukuran dasar untuk laporan keuangan utama.
Banyak pengguna dan penyusun informasi keuangan yang telah sesuai dengan SFAS No.33 menemukan bahwa :
  1. Pengungkapan ganda yang diwajibkan FASB membingungkan.
  2. Biaya penyusunan pengungkapan ganda ini terlalu besar.
  3. Pengungkapan daya beli biaya historis tidak terlalu bermanfaat bila dibandingkan dengan biaya kini. Akhirnya diterbitkan SFAS N0.88 untuk membantu perusahaan yang melaporkan pengaruh pernyataan atas harga yang berubah dan menjadi titik awal standar akuntansi inflasi masa depan.
Perusahaan pelapor didorong untuk mengungkapkan informasi berikut untuk masing-masing dari 5 tahun terakhir :
  1. Penjualan bersih dan pendapatan operasi lainya.
  2. Laba dari opersi yang berjalan berdasarkan dasar biaya kini.
  3. Kenaikan atau penurunan dalam biaya kini atau jumlah yang dapat dipulihkan.
  4. Setiap agregrat penyesuaian translasi mata uang asing berdasarkan biaya kini, yang timbul dari proses konsolidasi.
  5. Aktiva bersih pada akhir tahun menurun dasar biaya kini.
  6. Laba per saham menurut dasar biaya kini
  7. Deviden per saham biasa
  8. Harga pasar akhir tahun perlembar saham biasa
  9. Tingkat indeks Harga Konsumen yang digunakan untuk mengukur laba dari opersi berjalan.
Panduan pengungkapan SFAS No.88 juga mencakup operasi luar negeri yang dimasukkan dalam laporan konsolidasi induk perusahaan dari AS perusahaan yang ,engadopsi dolar sebagai mata uang fungsional untuk mengukur operasi luar negerinya memandang operasi-operasi dari sudut pandang mata uang induk perusahaan.Akibatnya akun-akun operasi harus ditranslasi ke dalam dolar, kemudian disesuaikan dengan inflasi AS. Perusahaan multinasional yang mengadopsi mata uang local sebagai mata uang fungsional untuk kebanyakan operasi luar negerinya menggunakan sudut pandang mata uang local. FASB memperbolehkan perusahaan tersebut untuk mengunakan metode translasi sajikan ulang atau menyesuaikan diri terhadap inflasi luar negeri dan kemudian melakukan translasi kedalam dolar AS. Dengan demikian, penyesuai terhadap data biaya kini untuk mencerminkan inflasi dapat didasarkan pada indeks tingkat harga umum AS atau luar negeri.
  1. Negara Inggris
Komite Standar Akuntansi Inggris / ACS menerbitkan “Pernyataan Standar Praktik Akuntansi 16 / SSAP, “Akuntansi Biaya Kini” untuk masa percobaan 3 tahun pada bulan maret 1980. Meskipun SSAP 16 dibatalkan pada tahun 1988, metodologinya direkomendasikan untuk perusahaan-perusahaan yang secara sukarela melaporkan akun-akunnya yang disesuaikan terhadap inflasi. Perbedaan SSAP 16 dengan SFAS 33 adalah:
Apabila standar AS mengharuskan akuntansi biaya konstan dan kini, SSAP 16 hanya mengadopsi metode biaya kini untuk pelaporan eksternal.
Apabila penyesuaian inflasi AS berpusat pada laporan laba rugi, laporan biaya kini di Inggris mengwajibkan baik laporan laba rugi dan neraca biaya kini, beserta catatan penjelas.
Standar di Inggris memperbolehkan 3 pilihan pelaporan :
  1. Menyajikan akun-akun biaya kini sebagai laporan keuangan dasar dengan akun-akun pelengkap biaya historis.
  2. Menyajikan akun-akun biaya historis sebagai laporan keuangan dasar dengan akun-akun pelengkap biaya kini.
  3. Menyajikan akun-akun biaya kini sebagai satu-satuny akun yang dilengkanpi dengan informasi biaya historis yang memadai.
Dengan perlakuan keuntungan dan kerugian yang terkait dengan pos-pos moneter, FAS 33 menharuskan pengungkapan terpisah untuk tiap-tiap angka. SSAP 16 mengaharuskan dua angka yang keduanya mencerminkan pengaruh perubahan harga spesifik, yaitu,
  1. Penyesuaian modal kerja moneter ( Monetary Working Capital Adjustment) / MWCA Mengakui pengaruh perubahan harga khusus terhadap total jumlah modal kerja yang digunakan oleh perusahaan dalam operasinya.
  2. Mekanisme Penyesuaian Memungkinkan pengaruh perubahan harga spesifik terhadap aktiva nonmoneter perusahaan.
  1. Negara Brasil
Walaupun tidak lagi diwajibkan akuntansi inflasi yang direkomendasikan di Brasil hari ini mencerminkan 2 kelompok pilihan pelaporan-Hukum Perusahaan Brasil dan Komisi Pengawasan Pasar Modal Brasil. Penyesuaian inflasi yang sesuai dengan hukum perusahaan menyajikan ulang akun-akun aktiva permanen dan ekuitas pemegang saham dengan menggunakan indeks harga yang diakui oleh pemerintah federal untuk mengukur devaluasi mata uang local.

Penyesuaian inflasi terhadap aktiva permanen dan ekuitas pemegang saham disajikan bersih terhadap jumlah lebih yang diungkapkan secara terpisah dalam laba kini sebagai keuntungan atau kerugian koreksi moneter. Penyesuaian tingkat harga terhadap ekuitas pemegang saham merupakan jumlah investasi pemegang saham pada awalperiode yang harus tumbuh agar tidak tertingla dengan laju inflasi. Penyesuaian aktiva permanen yang lebih kecil daripada penyesuaian ekuitas menyebabkan kerugian daya beli yang mencerminkan resiko yang dihadapi perusahan terhadap aktiva moneter bersihnya.
  1. BADAN STANDAR AKUNTANSI INTERNASIONAL
Secara khusus laporan keuangan suatu perusahaan yang melakukan pelaporan dalam mata uang perekonomian hiperinflasi, apakah didasarkan pada kerangka penilaian biaya historis atau biaya kini, harus disajikan ulang sesuai dengan daya beli konstan pada tanggal neraca. Aturan ini juga berlaku untuk angka terkait dalam periode sebelumnya. Keuntungan atau kerugian daya beli yang terkait dengan posisi kewajiban atau aktiva moneter bersih dimasukan kedalam laba kini. Perusahaan yang melakukan pelaporan juga harus mengungkapkan :
Fakta bahwa penyajian ulang untuk perubahan dalam daya beli unit pengukuran telah dilakukan.
Kerangka dasar penilaian aktiva yang digunakan dalam laporan keuangan utama yaitu penilaian biaya historis atau biaya kini.
Identitas dan tingkat indeks harga pada tanggal neraca, beserta dengan perubahannya selama periode pelaporan.
Keuntungan atau kerugian moneter bersih selama periode tersebut.
  1. ISU-ISU MENGENAI INFLASI
Terdapat 4 isu akuntansi inflasi diantaranya :
  1. Apakah dollar konstan atau biaya kini yang lebih baik mengukur pengaruh inflasi.
  2. Perlakuan akuntansi terhadap keuntungan dan kerugian inflasi.
  3. Akuntansi inflasi luar negeri.
  4. Menghindari fenomena kejatuhan ganda.
  1. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN INFLASI
Perlakuan keuntungan dan kerugian pos-pos moneter (yaitu kas, piutang, dan utang) tergolong kontroversial. Penelitian kami terhadap praktik di berbagai negara mengungkapkan perbedaan yang penting dalam hal ini. Di Amerika, keuntungan atau kerugian pos-pos moneter ditentukan dengan menyajikan ulang dalam dolar konstan, saldo awal dan saldo akhir. Serta transaksi dalam, seluruh aktiva dan kewajiban moneter (termasuk utang jangka panjang), angka yang dihasilkan diungkapkan sebagai saldo terpisah. Perlakuan ini memandang keuntungan dan kerugian pos-pos moneter sebagai hal yang berbeda dari jenis pendapatan yang lain.
  1. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN KEPEMILIKAN
Akuntansi untuk biaya kini membagi total laba menjadi 2 bagian :
  1. Laba operasi (perbedaan antara pendapatan kini dan biaya kini sumber daya yang dikonsumsi).
  2. Keuntungan yang belum direalisasi yang imbul dari kepemilikan aktiva nonmoneter dengan nilai pengganti yang meningkat bersamaan dengan inflasi.
Kenaikan dalam biaya penggantian aktiva operasi yaitu proyeksi arus keluar yang lebih tinggi untuk mengganti peralatan, bukanlah suatu keuntungan baik itu direalisasikan atau tidak. Apabila laba berbasis biaya kini mengukur perkiraan kekayaan perusahaan yang dapat digunakan, maka perubahan biaya kini persediaan, aktiva tetap dan aktiva operasi lainnya merupakan revaluasi equitas pemilik yang merupakan bagian dari laba yang harus disimpan oleh perusahaan untuk mempertahankan modal fisiknya.
  1. AKUNTANSI UNTUK INFLASI DILUAR NEGERI
Para investor memberi perhatian terhadap potensi perusahaan untuk menghasilkan deviden, karena nilai investasi mereka sangat tergantung pada deviden dimasa depan. Potensi suatu perusahaan untuk menghasilkan deviden berkaitan langsung dengan kapasitasnya untuk memproduksi barang dan jasa. Jika suatu perusahaan mempertahankan kapasitas produksinya, baru ada suatu deviden masa depan yang dapat dipertimbangkan. Menyajikan ulang akun-akun perusahan luar negeri dan domestik menjadi ekuivalen harga kini akan menghasilkan informasi yang relevan dengan keputusan. Informasi ini memberikan kesempatan kepada investor untuk memperoleh informasi sebanyak mungkin yang menyangkut deviden dimasa depan. Jauh lebih mudah untuk membandingkan dan mengevaluasi hasil konsolidasi seluruh perusahaan daripada yang dilakukan dewasa ini.
  1. MENGHINDARI KEJATUHAN GANDA
Ukuran penyesuaian yang terjadi untuk menghapuskan kejatuhan ganda tergantung pada kurs dan perbedaan inflasi dan berhubungan secara negatif. Penyesuaian inflasi terhadap harga pokok penjualan atau beban depresiasi dimaksudkan untuk mengurangi besarnya laba untuk menghindari penilaian lebih laba bersih. Karena pengaruh hubungan terbalik antara inflasi lokal dan nilai mata uang, perubahan kurs valuta asing diantara laporan keuangan yang berurutan yang umumnya disebabkan oleh inflasi menyebabkan timbulnya sebagian pengaruh inflasi terhadap hasil operasi perusahaan. Untuk menghindari proses penyesuaian terhadap pengaruh inflasi sebanyak dua kali, penyesuaian inflasi harus memperhitungkan kerugian translasi yang sudah tercemin dalam hasildari suatu perusahaan.

REFERENSI

Choi, F. D., & Meek, G. K. (2005). International Accounting . Jakarta: Salemba Empat.


Translasi Mata Uang Asing

Rangkuman Akutansi Internasional :
Bab VI 

 Translasi Mata Uang Asing

 PENDAHULUAN

  1. ALASAN TRANSLASI MATA UANG ASING
Perusahaan dengan operasi luar negeri yang signifikan menyusun laporan keuangan konsolidasi yang memungkinkan para pembaca laporan untuk mendapatkan pemahaman yang holistic atas operasi perusahaan, baik domestic maupun luar negeri. Untuk mecapai hal ini, laporan keuangan anak perusahaan luar negeri yang berdominasi dalam mata uang asing disajikan ulang dengan mata uang pelaporan induk perusahaan. Proses penyajian ulang informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya disebut sebagai translasi. Kurs nilai tukar variable, yang digabungkan dengan berbagai macam metode translasi yang dapat digunakan dan perbedaan perlakuan atas keuntungan dan kerugian translasi, membuat perbandingan hasil keuangan satu perusahaan dengan perusahaan lain, atau perbandingan hasil suatu perusahaan, yang sama dari satu period eke periode lain sulit dilakukan. Alasan tambahan untuk translasi mata uang asing adalah untuk mencatat transaksi mata uang asing, mengukur resiko suatu perusahaan terhadap pengaruh perubahan mata uang dan berkomunikasi dengan para pihak berkepentingan dari luar negeri. Seperti halnya dengan konsolidasi, transaksi dalam mata uang asing, seprti pembelian barang dagang dari China oleh sebuah importer dari Kanada, harus ditranslasikan karena laporan keuangan tidak dapat disusun dari akun-akun yang dinyatakan dalam lebih dari satu mata uang.
Untuk keperluan akuntansi, suatu aktiva dan kewajiban mata uang asing dikatakan menghadapi risiko mata uanng jika suatu perubahan kurs nilai tukar mata uang menyebabkan mata uang induk perusahaan (pelaporan) juga berubah. Pengukuran risiko ini akan berbeda-beda tergantung dari metode translasi yang dipilih untuk digunakan oleh perusahaan.
  1. LATAR BELAKANG DAN TERMINOLOGI
Translasi mata uang asing merupakan translasi sederhana dalam ekspresi moneter, seperti saat neraca menggunakan poundsterling Inggris kemudian disajikan ulang dalam padanannya dolar AS. Transaksi mata uang asing terjadi pada pasar spot, forward atau swap. Mata uang yang dibeli atau dijual pada spot umumnya harus dikirimkan secepatnya yaitu dalam waktu 2 hari kerja. Kurs pasar spot dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk perbedaan tingkat inflasi antar Negara, perbedaan suku bunga nasional dan ekspektasi terhadap nilai tukar di masa yang akan datang.
Transaksi pada pasar forward adalah perjanjian untuk melakukan pertukaran suatu mata uang dengan jumlah tertentu ke dalam mata uang lain pada suatu tanggal di masa depan. Kuotasi pada pasar forward dinyatakan dengan diskonto atau premium dari kurs spot. Transaksi swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward atau penjualan spot atau pembelian forward, atas suatu mata uang secara bersamaan. Investor sering memanfaatkan transaksi swap untuk mengambil keuntungan dari tingkat suku bunga yang lebih tinggi di sutu Negara asing, sembari dalam kesempatan yang sama melindungi diri terhadap pergerakan yang tidak menguntungkan dari kurs nilai valuta asing. Translasi saldo-saldo dalam mata uang asing dilakukan sederhana saja, baik secara langsung maupun tidak langsung. Nilai ekuivalen mata uang domestik diperoleh dengan mengalikan saldo dalam mata uang asing dengan kuotasi kurs langsung atau dengan membagi saldo mata uang asing dengan kuotasi tidak langsung.
  1. MASALAH
Jika kurs nilai tukar relative stabil, translasi mata uang tidak akan lebih sukar dari proses translasi satuan rinci atau kaki menjadi ekuivalennya dalam unit metric. Namun demikian, kurs nilai tukar jarang sekali stabil. Mata uang Negara –negara industry maju menemukan nilainya secar bebas dalam pasar mata uang. Nilai tukar yang berfluktuasi sering khusus terjadi di Eropa Timur, Amerika Latin, dan beberapa Negara di Asia. Fluktuasi mata uang meningkatkan jumlah nilai tukar translasi yang dapat digunakan dalam proses translasi dan menimbulkan keuntungan dan kerugian mata uang asing.
  1. EFEK LAPORAN KEUANGAN TERHADAP KURS ALTERNATIF TRANSLASI MATA UANG ASING
Ketiga nilai tukar berikut ini digunakan ketika melakukan translasi saldo dalam mata uang asing menjadi maa uang domestik. Pertama, kurs ini adalah kurs nilai tukar pada saat tanggal laporan keuangan. Kedua, kurs historis adalah kurs nilai tukar pada saat suatu aktiva dalam mata uang asing pertama kali diperoleh atau ketika suatu kewajiban dalam mata uang asing pertama kali terjadi. Terakhir, kurs rata-rata yaitu rata-rata sederhana atau tertimbang dari kurs nilai tukar kini atau kurs nilai tukar historis. Pengaruh penggunaan kurs nilai tukar historis dibandingkan dengan kurs nilai tukar kini terhadap laporan keuangan ketika digunakan sebagai koefisien translasi mata uang asing. Kurs nilai tukar historis umumnya mempertahankan biaya awal ekuivalen dengan suatu pos dalam mata uang asing dalam laporan berdenominasi mata uang domestik.
  1. TRANSAKSI MATA UANG ASING
Perbedaan karakteristik pada transaksi mata uang asing adalah perjanjian yang dipengaruhi oleh mata uang asing. Oleh karena itu, transaksi mata uang asing akan muncul saat perusahaan membeli atau menjual produk yang pembayarannya menggunakan mata uang asing atau juga saat pinjam-meminjam dengan mata uang asing. Ciri utama yang istimewa dari sebuah transaksi mata uang asing adalah penyelesaiannya dipengaruhi dalam suatu mata uang asing. Jadi, transaksi dalam mata uang asing terjadi pada saat suatu perusahaan membeli atau menjual barang dengan pembayaran yang dilakukan dalam suatu mata uang asing atau ketika perusahaan meminjam atau meminjamkan dalam mata uang asing. Suatu transaksi mata uang asing dapat berdenominasi dalam suatu mata uang, tetapi diukur dalam mata uang yang lain.
Transaksi ada dua (2) yaitu :
  1. Prespektif Transaksi Tunggal
  2. Prespektif Dua Transaksi
FAS No. 52 pernyataan standar akuntansi untuk mata uang asing yang wajib diterapkan di AS mengharuskan perlakuan berikut ini untuk transaksi mata uang asing:
Pada tanggal suatu transaksi diakui, setiap aktiva, kewajiban, pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian yang terjadi dari suatu transaksi harus diukur dan dicatat dalam mata uang fungsional perusahaan yang melakukan pencatatan dengan menggunakan kurs nilai tukar yang berlaku pada tanggal tersebut.
Pada setiap tanggal neraca, saldo-saldo tercatat yang berdenominasi dalam suatu mata uang selain mata uang fungsional perusahaan yang melakukan pencatatan harus disesuaikan untuk mencerminkan kurs nilai tukar terkini.
  1. PERSPEKTIF TRANSAKSI TUNGGAL
Berdasarkan perspektif transaksi tunggal, penyesuaian nilai tukar diperlakukan sebagai penyesuaian terhadap akun-akun transaksi yang awal berdasarkan premis bahwa suatu transaksi dan penyelesaiannya merupakan suatu peristiwa tunggal.
  1. PERSPEKTIF TRANSAKSI GANDA
Berdasarkan perspektif dua transaksi, penagihan piutang dalam krona dianggap sebagai peristiwa terpisah dari penjualan yang menyebabkan timbulnya piutang tersebut. Penggunaan metode dua transaksi untuk mencatat transaksi dalam mata uang asing. Keuntungan dan kerugian dari transaksi yang sudah selesai dan belum diselesaikan dimasukkan dalam penentuan laba. Pengecualian utama terhadap ketentuan yang terjadi: (1) Penyesuaian nilai tukar berkaitan dengan transaksi antarperusahaan jangka panjang tertentu dan (2) transaksi tersebut dimaksudkan dan berfungsi efektif sebagai lindung nilai atas investasi dan komitmen mata uang asing.
  1. TRANSLASI MATA UANG ASING
Perusahaan yang beroperasi secara internasional menggunakan berbagai metode untuk menyatakan aktiva, kewajiban, pendapatan, dan beban yang dinyatakan dalam mata uang asing menjadi mata uang domestic. Metode translasi ini dapat dikualifikasikan menjadi dua jenis : metode yang menggunakan kurs translasi tunggal untuk menyajikan ulang saldo dalam mata uang asing ke dalam nilai ekuivalen dalam mata uang domestic dan metode yang menggunakan berbagai macam kurs.

REFERENSI

Choi, F. D., & Meek, G. K. (2005). International Accounting . Jakarta: Salemba Empat.


Pelaporan dan Pengungkapan

 Rangkuman Akutansi Internasional :
Bab V 

Pelaporan dan Pengungkapan

PENDAHULUAN

  1. PERKEMBANGAN PENGUNGKAPAN
Standar dan praktik pengungkapan dipengaruhi oleh sumber-sumber keuangan, undang-undang, berhubungan dengan politik dan ekonomi, tingkat perkembangan ekonomi, pendidikan, budaya, dan faktor-faktor lainnya. Perbedaan nasional dalam pengungkapan umumnya didorong oleh perbedaan dalam tata kelola perusahaan dan keuangan. Di Amerika serikat, Inggris dan Negara-negara Anglo Amerika lainnya, pasar ekuitas menyediakan kebanyakan pendanaan yang dibutuhkan perusahaan sehingga menjadi sangat maju.
Sedangkan dikebanyakan Negara-negara lain (seperti Prancis, Jepang dan beberapa Negara pasar yang beerkembang) kepemilikan saham masih sangat terkonsentrasi dan bank (dan atau pemilik keluarga) secara tradisional menjadi sumber utama pembiayaan perusahaan. Bank-bank mendapat banyak informasi mengenai posisi keuangan dan aktivitas perusahaan. Pengungkapan public tidak terlalu maju di pasar-pasar ini dan perbedaan besar dalam jumlah informasi yang diberikan kepada pemegang saham dan kreditor dengan yang diberikan kepada publik masih diperbolehkan. Beberapa studi menunjukkan bahwa pengungkapan dilakukan secara sukarela oleh manajer. Manfaat dari peningkatan pengungkapan adalah biaya transaksi yang lebih rendah dalam memperdagangkan surat berharga yang dikeluarkan perusahaan, minat para analis keuangan dan investor terhadap perusahaan yang semakin besar, likuiditas saham yang meningkat, dan biaya modal yang lebih rendah. Manajer cenderung menunda pengungkapan berita yang negative, mengelola laporan keuangan untuk lebih menunjukkan wajah positif perusahaan dan menilai lebih kinerja dan prospek keungan perusahaannya. Namun, sejumlah aturan dan peran auditor memastikan bahwa manajer menerapkan kebijakan akuntansi yang memadai dan memberikan pengungkapan yang diwajibkan tepat waktu.
  1. PRAKTIK PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN
Apa yang sebenarnya ingin diungkapkan oleh perusahaan di seluruh dunia dalam laporan keuangan mereka? Praktik pengungkapan dalam laporan tahunan mencerminkan respons manajer terhadap ketentuan pengungkapan yang dikeluarkan oleh badan regulator dan insentif yang mereka dapatkan jika menyediakan informasi kepada pengguna laporan keuangan secara sukarela. Apabila aturan pengungkapan tidak diwajibkan maka, pengungkapan yang diharuskan tersebut menjadi sukarela, karena manajer perusahaan tidak akan mematuhi aturan pengungkapan jika kepatuhan itu menimbulkan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan perkiraan biaya ketidakpatuhan. Oleh karena itu, sangat penting untuk membedakan dengan jelas pengungkapan yang “diwajibkan” dan pengungkapan yang secara nyata dilakukan.
  • Pengungkapan Informasi Progresif
Pengungkapan informasi progresif adalah pertimbangan tinggi yang relevan di dalam kesetaraan pasar dunia. Pengungkapan informasi yang melihat masa depan dianggap sangat relevan dalam pasar ekuitas di sekuruh dunia. Informasi yang melihat masa depan mencakup ramalan pendapatan, laba rugi per saham, pengeluaran modal dan pos keuangan lainnya, informasi prospektif mengenai kinerja atau posisi ekonomi masa depan yang tidak terlalu pasti bila dibandingkan dengan proyeksi pos periode fiscal dan proyeksi jumlah, dan laporan rencana manajemen dan tujuan operasi di masa depan
  • Pengungkapan Segmen
Investor dan analisis menuntut informasi hasil perusahaan industri dan segmen geografis usaha dan keuangan signifikan dan berkembang. Pengungkapan segmen membantu para pengguna laporan keuangan untuk memahami secara lebih baik bagaimana bagian-bagian dalam sutu perusahaan berpengaruh terhadap keseluruhan perusahaan.
  • Pelaporan Pertanggungjawaban Sosial
Laporan pertanggungjawaban sosial mengacu pada pengukuran dan komunikasi informasi tentang pengaruh perusahaan terhadap kemakmuran pegawai, komunitas sosial dan lingkungan.
  • Pengungkapan Khusus bagi Pengguna Laporan Keuangan Non-Domestik dan Prinsip Akuntansi yang Digunakan
Pelaporan keuangan juga bukan hanya untuk mengakomodasi pengguna domestic, melainkan juga pengguna non domestic terutama pada perusahaan multinasional.
  • Pengungkapan Pengelolaan Perusahaan
Pengelolaan perusahaan adalah sistem dimana perusahaan diarahkan dan dikendalikan. Diantara permasalahan pengelolaan perusahaan adalah hak dan perlakuan pemegang saham, pertanggungjawaban direksi, pengungkapan dan transparansi, dan peran pemegang saham.
  • Pengungkapan dan Laporan Bisnis di Internet
Pengungkapan dan pelaporan bisnis juga dapat dilakukan melalui internet, dimana semua pihak yang berkepentingan dapat mengakses informasi keuangan. Dengan menggunakan internet, investor juga dapat melakukan transaksi perdagangan dan membuat keputusan investasi dengan satu klik.
  1. IMPLIKASI BAGI PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN MANAJER
Para pengguna laporan keuangan harusnya dapat menduga perbedaan yan besar dalam tingkat pengungkapan dan praktik pelaporan keuangan. Meskipun para manajer dari banyak perusahaan terus – menerus sangat dipengaruhi oleh biaya pengungkapan informasi yang bersifat wajib, tingkat pengungkapan wajib maupun sukarela semakin meningkat di seluruh dunia. Manajer di Negara-negara yang secara tradisional memiliki pengungkapan rendah harus mempertimbangkan apakah menerapkan kebijakan peningkatan pengungkapan dapat memberikan manfaat dalam jumlah yang signifikan bagi perusahaan mereka. Lagi pula, para manajer yang memutuskan untuk memberikan pengungkapan lebih banyak dalam bidang-bidang yang dipandang penting oleh para investor dan analis keuangan, seperti pengungkapan segmen dan rekonsiliasi, dapat memperoleh keunggulan kompetitif dari perusahaan lain yang memiliki kebijakan pengungkapan yang ketat. Studi lebih lanjut mengenai biaya dan manfaat peningkatan pengungkapan dalam ruang lingkup internasional dapat memberikan bukti penting dalam hal ini.

REFERENSI

Choi, F. D., & Meek, G. K. (2005). International Accounting . Jakarta: Salemba Empat.