Senin, 10 Januari 2011

BUZZER BEAT



Bagi para maniak basket ataupun juga yang tidak suka basket dapat mencoba untuk menonton dorama ini. Nuansa romantic dan sporty di mix menjadi satu membuat dorama ini begitu fresh dan menghibur. Dikisahkan Kamiya Naoki (Yamashita Tomohisa) adalah seorang atlit basket yang belum menemukan peforma terbaiknya. Sampai akhirnya datang seorang pemain baru, Yoyogi Ren (Kaneko Nobuaki) yang mempunyai perform yang bagus namun sedikit angkuh sehingga kurang disukai rekan sesama tim. Yoyogi pun seorang playboy sampai-sampai memacari kekasih Naoki,  Nanami Natsuki (Aibu Saki) yang juga merupakan leader cheerleader Jc Arcs, klub basket yang dibela Naoki. Di balik keputusasaannya, hadirlah si cute ^^ Shirakawa Riko (Kitagawa Keiko), seorang violis yang juga dalam keadaan putus asa. Pertemuan antara Naoki dan Riko pun sangat unik. Di mulai dari tertinggalnya hp Naoki di bus, lalu sampai tempat latihan Naoki yang bersebelahan dengan apartment Riko, membuat Riko tertarik dengan Naoki dan menjadi fans pertama Naoki. Namun kisah cinta Riko dan Naoki sempat terhalang oleh Kawasaki Tomoya (Ito Hideaki) yang juga merupakan pelatih Jc Arcs. Tomoya lebih dulu menaruh hati pada Riko, sehingga Naoki yang pendiam dan cool lebih memilih untuk mengalah. Namun hati tak bisa dibohongi, Naoki dan Riko berpacaran saat Tomoya training ke Amerika. Saat kisah indah mulai terjalin, Natsuki mulai merusak hubungan mereka karena ia cemburu. Ia sadar bahwa Naoki lah yang dicintainya. Namun nasi sudah menjadi bubur, Naoki yang pernah merasa dikhianati memilih untuk berteman saja dengan Natsuki dan lebih memilih Riko. Mulai saat itu perform Naoki mulai membaik dan melebihi Yoyogi. Riko pun mulai menemukan kembali semangat untuk bermain violin sampai ia akhirnya dipilih untuk mengadakan konser.

 Skuad Jc Arcs

Disamping focus cerita antara Naoki, Riko, Yoyogi, Natsuki, dan Tomoya,  ada pula cerita lain yang disisipkan pada dorama ini, seperti kisah cinta Ebina Mai (Kanjiya Shihori), teman 1 apartment Riko dan Hatano Shuji (Mizobata Junpei), Guard Jc Arcs yang juga tinggal 1 apartment dengan Mai dan Riko. It’s So Funny.

Kitagawa Keiko

Dan yang paling disukai penonton apabila cerita Happy Ending, dan itu ada di Dorama ini. Jc Arcs menjadi champion, Naoki berpacaran dengan Riko, Mai dengan Shuji juga berpacaran, Yoyogi yang sudah dapat bersahabat dan bekerja sama, serta Natsuki yang mulai menemukan pengganti Naoki, Utsunomiya Toru (Nagai Masaru), Point Guard Jc Arcs.

Khusus untuk para pebasket pemula, semoga kalian semakin giat berlatih dan meraih impian kalian.

10 point proper for this Dorama, You Agree?

Relationship in this dorama

DENSHA OTOKO



Beberapa minggu lalu saya baru saja selesai menonton dorama yang berjudul DENSHA OTOKO atau bila diartikan dalam bahasa Inggris adalah TRAIN MAN.  Kisah dalam dorama ini sangat cocok bagi orang orang yang merasa kurang dalam penampilan atau kurang percaya diri untuk selalu berpikir bahwa tidak ada yang tidak mungkin.
Dikisahkan Yamada Tsuyoshi  (Ito Atsushi) adalah seorang Otaku (Penggila Anime) , merupakan sosok lelaki cupu yang belum pernah berpacaran. Hingga pada suatu ketika tanpa sengaja dia menyelamatkan seorang wanita yang bernama Aoyama Saori  (Itoh Misaki) yang diganggu oleh seorang pemabuk. Sebagai ucapan terimakasih wanita tersebut menghadiahi Yamada sepasang cangkir bermerek Hermes. Karena bingung harus melakukan apa dia meminta saran-saran kepada teman-teman chatnya. Perjuangan Yamada pun dimulai sedikit demi sedikit, semua saran teman-teman chatnya dia ikuti. Mulanya segalanya berjalan lancer, Aoyama mulai suka kepada Yamada, sampai adanya seorang pengacau bernama Sakurai Kazuya (Toyohara Kosuke) yang berusaha menghalangi percintaan Yamada dengan Aoyama, namun segala niat jahatnya pada akhirnya malah menguntungkan Yamada. Aneh kan….
Aoyama pun sempat merasa dipermainkan saat dia tahu bahwa dirinya menjadi bahan pembicaraan di forum chat milik Yamada. Namun dengan ketulusan Yamada, Aoyama kembali luluh… Suatu hal yang jarang terjadi di dunia nyata… Namun tetap ending berakhir indah.

Secara keseluruhan penonton dibuat berdebar-debar hingga bersimpati terhadap Yamada, seseorang yang baik namun sering sial. Namun pada akhirnya penonton dibuat lega karena ending yang happy.

Kekuatan dorama ini berada pada ceritanya yang unik, dimana 80% cerita berscene pada adegan orang sedang chating yang akhirnya menggambarkan keseluruhan jalan cerita. So Smart… Great^^
Selain fokus pada percintaan Yamada dan Aoyama, di dorama ini juga terdapat sedikit bumbu-bumbu cerita lain yang melibatkan percintaan teman-teman Yamada dan Aoyama yang dibuat tidak begitu rumit, sehingga fokus cerita tetap pada Yamada dan Aoyama.

Densha Otoko Movie

Dan secara pribadi saya senang dorama ini juga dikarenakan adanya si cute Horikita Maki yang berperan sebagai Yamada Aoi , adik dari Yamada.
 Dan yang menarik lagi dari dorama ini adalah adanya 2 pemeran wanita yang begitu terlihat cantik di dorama ni namun terlihat biasa-biasa aja di dorama lain atu bahkan sampai tidak dikenali.
2 wanita itu adalah Itoh Misaki ( menurutku mirip dengan artis Indonesia, Yuanita Christiani) yang pernah bermain di dorama Lunch Queen dan Shiraishi Miho (menurutku mirip dengan bassis kotak, Cua) yang pernah bermain di dorama Nodame. Mereka berdua benar-benar menarik perhatianku di dorama ini. Komposisi peran mereka yang kuat di dorama ini memaksaku untuk terus membayangkan mereka berdua, hehehehe.
                                                             

Itoh Misaki


Shiraishi Miho

Ya itulah singkat cerita dari Densha Otoko, bila ingin reviewnya lebih jelas bias dilihat di Jdorama.com
Secara penilaian 1 – 10, nilai 9 layak untuk dorama ini. Doozo, Mite Kudasai……

Kamis, 30 Desember 2010

Never Give Up INDONESIA...


Pertandingan sepakbola antara Indonesia dan Malaysia mari kita jadikan refleksi bagi diri sendiri dalam kehidupan. Saya melihat banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari pertemuan kedua tim, terutama untuk pembelajaran dalam kehidupan.
Di pertemuan pertama Malaysia dikandaskan Indonesia dengan skor cukup telak, 5-1. Pasti banyak orang berfikir  Malaysia lemah. Namun di kubu Malaysia sendiri pasti berfikir ini bukanlah akhir. Mereka meyakini bahwa kegagalan adalah awal dari kesuksesan, yang mungkin banyak dari kita yang setelah gagal malah loyo dan tidak punya semangat lagi, namun Malaysia terus memperbaiki diri sehingga bisa tampil di final dan menjadi juara setelah unggul dari Indonesia.
Sebaliknya Indonesia seolah-olah lupa diri dengan kemenangannya di awal. Mereka tidak berpikir bahwa ini bukanlah akhir dari perjuangan. Istilah kerennya adalah ‘meremehkan’. Kita sebaiknya menghindari sikap seperti ini, cepat berpuas diri. Kita harus selalu berbenah diri. Tidak berarti hebat di awal, maka akhirnya juga hebat di akhir, malah dapat berbalik 180 derajat.
Malaysia pasti bergumam “Ha..ha..ha, yang tertawa paling akhirlah yang menjadi pemenangnya.”
Semoga Kita dan Indonesia bisa menjadi lebih baik kedepannya.

The Winner Indonesia Got Talent


 Vania Larissa

Indonesia Got Talent (IGT) telah sampai pada puncaknya. Si cantik, Vania Larissa menjadi juara IGT session 1. Vania unggul dalam perolehan sms dari para grand finalis lainnya yaitu Young Boys (Runner up, AWI (Urutan 3), Melita Meliala (Urutan 4), Djitron Pah (Urutan 5), dan Pragina Gong (Urutan 6). Dikatakan layak atau tidaknya, ke enam grand finalis ini semuanya layak menjadi juara. Tetapi secara pribadi saya sebenarnya menjagokan Young Boys menjadi juaranya, dimana runner-up nya adalah Pragina Gong, lalu sesuai urutan Vania di tempat ketiga, Djitron tempat keempat, AWI kelima, Dan Melita posisi ke enam. Namun masyarakatlah yang menentukan, Vania mampu merebut hati masyarakat Indonesi. Congratz Vania Larissa…

Young Boys

Harry Potter and Deathly Hallows



Sebelum melihat film Harry Potter, saya pasti telah terlebih dahulu membaca novelnya. Itu saya lakukan dari Harry Potter pertama sampai yang sekarang ini. Di setiap film yang saya tonton saya seringkali menemukan kejanggalan-kejanggalan yang antara novel dan filmnya tidak sejalan.
Ini terlihat kembali di film Harry Potter and Deatlhy Hallows part 1. Ada beberapa scene yang tidak sama dengan novel (ini terlepas dari dipercepat atau tidaknya scene tersebut).
Ini kejanggalan-kejanggalannya :
- Pada saat Harry yang menyamar masuk ke ruangan Umbridge, seharusnya ada adegan dia mencopot   mata moody yang terpasang di pintu.
- Pada saat hari masuk ke ruang siding umbridge untuk mengeluarkan Hermione dari sana, dia seharusnya menggunakan jubah gaib.
- Pada saat akan tertangkap pelahap maut di rumah Luna, adegan Harry, Ron, dan Hermione kabur tidak seperti dalam novel.
- Pada saat tertangkap oleh Greyback, seharusnya ada Goblin dan Dean Thomas dalam penangkapan itu.
- Pada saat di penjara bawah tanah rumah Malfoy, Dean Thomas tidak ada.
- Ada adegan dimana seharusnya Draco Malfoy turun ke penjara bawah tanah, namun diganti oleh Pettigrew.
-Tidak adanya adegan Harry, Ron, dan Hermione menginterogasi lukisan salah satu mantan kepala sekolah Hogwarts dan juga keluarga Black, karena pada nantinya itu menjadi kunci cerita.

 Ya hanya ini yang bisa saya tangkap dari menonton film Harry Potter and Deathly Hallows. Bila ada kesalahan, bisa kasih comment and share sama-sama. Thank’s.

Rabu, 17 November 2010

Wisuda

Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Ada awal pasti ada akhir. 3 tahun telah aku lewati masa–masa kuliahku di STIKOM Surabaya. Banyak kenangan terjadi disini. Sedih, bahagia, marah, jatuh cinta, sampai patah hatipun pernah kualami. Dan 30 Oktober 2010 adalah hari pelepasan aku dan teman-temanku yang berhasil menempuh studi dengan baik di STIKOM. Namun ada 1 kesedihan yang benar-benar membuatku teringat kembali akan masa lalu yang sempat aku lupakan. Masih ingat tentang Princess, cewek yang sempat membuat hari-hariku indah selama sebulan. Namun pada akhirnya tetap berakhir duka. Princess datang ke wisuda, namun bukan untuk menemaniku, melainkan untuk mendampingi cowoknya. Jujur aku sangat bingung melukiskan perasaanku. Cemburu? Tidak, marah? Tidak? Sedih dan dilema? Pastinya. Aku tahu dari tatapan matanya dia masih ingat tentang aku, namun dia menyembunyikannya di balik matanya. Ingin aku sapa, tapi pastinya dia akan pura-pura marah. Aku hanya ingin dia tahu, bahwa aku ingin memilikinya sebagai teman.


 
Ok, kita kembali ke wisuda. Dari awal masuk kuliah, aku sudah bermimpi saat lulus nanti ingin berpredikat cumlaude. Sebenarnya melihat dari potensi diriku, seharusnya bisa. Tapi banyak setan-setan yang menghambatku, yang tidak bisa aku ceritakan disini karena privasi. 1 hal lagi karena juga jarak rumah yang terlalu jauh sehingga sering terjebak macet dan telat, apalagi pas masuk pagi ditambah STIKOM menerapkan keterlambatan 0 menit. Ya Karena dua hal diatas aku mendapatkan presensi, dan kurangnya focus pada semester 2. Damn. Tapi ya sudahlah, tidak semua yang kita inginkan selalu kita dapatkan. Yang terpenting aku telah lulus tepat waktu.
Wisuda adalah momen yang pas untuk mengabadikan momen-momen bersama teman-teman. Namun sayangnya ada beberapa teman yang sangat aku inginkan untuk dapat berfoto bersama, tidak sempat aku abadikan dikarenakan aku tidak punya kamera pribadi, lalu setelah dapat pinjaman kamera punya teman, eh temenku udah ngilang. Tapi ya sudahlah, kenangan akan mereka akan selalu di hati.
Untuk terakhir, Aku ingin memberikan regrats kepada para pendidik di STIKOM Surabaya yang telah memberi saya inspirasi, Pak Jangkung dan Pak Bin.
Juga untuk para teman-teman satu angkatan yang selama 3 tahun ini sangat banyak membantu.
Hendro, Andrias, Aping, Aviv, Noriko, Wayan, Hana, Christin, dan teman-teman yang lainnya, saya sangat beruntung bertemu dengan kalian. Mengenal kalian merupakan sesuatu yang sangat berharga dan tidak bisa di beli. Sangat sulit untuk mengakhiri ini semua. Thank’s Friend’s.

Rabu, 27 Oktober 2010

Sumpah Pemuda


SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928

Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di
Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928.
Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :
Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Peserta :
  1. Abdul Muthalib Sangadji
  2. Purnama Wulan
  3. Abdul Rachman
  4. Raden Soeharto
  5. Abu Hanifah
  6. Raden Soekamso
  7. Adnan Kapau Gani
  8. Ramelan
  9. Amir (Dienaren van Indie)
  10. Saerun (Keng Po)
  11. Anta Permana
  12. Sahardjo
  13. Anwari
  14. Sarbini
  15. Arnold Manonutu
  16. Sarmidi Mangunsarkoro
  17. Assaat
  18. Sartono
  19. Bahder Djohan
  20. S.M. Kartosoewirjo
  21. Dali
  22. Setiawan
  23. Darsa
  24. Sigit (Indonesische Studieclub)
  25. Dien Pantouw
  26. Siti Sundari
  27. Djuanda
  28. Sjahpuddin Latif
  29. Dr.Pijper
  30. Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
  31. Emma Puradiredja
  32. Soejono Djoenoed Poeponegoro
  33. Halim
  34. R.M. Djoko Marsaid
  35. Hamami
  36. Soekamto
  37. Jo Tumbuhan
  38. Soekmono
  39. Joesoepadi
  40. Soekowati (Volksraad)
  41. Jos Masdani
  42. Soemanang
  43. Kadir
  44. Soemarto
  45. Karto Menggolo
  46. Soenario (PAPI & INPO)
  47. Kasman Singodimedjo
  48. Soerjadi
  49. Koentjoro Poerbopranoto
  50. Soewadji Prawirohardjo
  51. Martakusuma
  52. Soewirjo
  53. Masmoen Rasid
  54. Soeworo
  55. Mohammad Ali Hanafiah
  56. Suhara
  57. Mohammad Nazif
  58. Sujono (Volksraad)
  59. Mohammad Roem
  60. Sulaeman
  61. Mohammad Tabrani
  62. Suwarni
  63. Mohammad Tamzil
  64. Tjahija
  65. Muhidin (Pasundan)
  66. Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
  67. Mukarno
  68. Wilopo
  69. Muwardi
  70. Wage Rudolf Soepratman
  71. Nona Tumbel
Catatan :
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya"
gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.
  1. Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat
    di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah
    Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie
    Kong Liong.
  2. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau
    Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang
    yaitu :
    a. Kwee Thiam Hong
    b. Oey Kay Siang
    c. John Lauw Tjoan Hok
    d. Tjio Djien kwie

Minggu, 24 Oktober 2010

Klantink vs Putri Ayu

 

Malam ini adalah malam penentuan juara IMB. Kali ini saya akan mencoba memprediksikan juara IMB berdasarkan fakta yang ada. Beberapa minggu yang lalu saya membuat polling siapa yang menjadi juara IMB, dimana tersisa 4 finalis, dan hasilnya adalah Hudson menempati posisi tertinggi dengan persentase 41%, posisi kedua Klantink dengan persentase 33%, menyusul Brandon di tempat ketiga dengan persentase 25%, dan posisi terakhir ditempati Putri Ayu dengan persentase 16%.
Dan fakta berkata Hudson yang harusnya menjadi juara tersingkir duluan, disusul Brandon, dan akhirnya menyisakan 2 grand finalis, yaitu Klantink dan Putri Ayu.


Dan bila mengikuti poling, maka Klantink yang akan menjadi juara IMB. Kita tunggu saja hasilnya sebentar lagi...  

Jumat, 22 Oktober 2010

Step up 3

Nih gua baru pulang nonton Step Up 3D. Baru pertama kali ini gua nonton 3D. Awalnya agak pusing sih... Tapi bener2 ketagihan gua. Ini baru namanya nonton.


Film Step up ini kukira biasa biasa saja karena notabene aku tidak terlalu suka dance. Tapi setelah aku melihat film ini, hanya ada satu yang aku pertanyakan. Mengapa tidak waktu aku kecil ada film seperti ini? Yupz keren banget ini film. Benar-benar drama musikal yang bisa bikin kita bergoyang. Dan yang terpenting membuat orang yang tidak tertarik dengan dance jadi pingin belajar dance. Kereeeennn Cuyy...
Ide ceritanya sederhana, ada sebuah grup dance yang ingin ikut kompetisi namun terjadi masalah hingga bubar, tetapi akhirnya bersatu kembali dan memenangkan kompetisi itu. Namun yang bagus di film ini adalah penokohan karakter yang benar-benar kuat, seperti Moose yang memang dari awal diceritakan sangat mencintai dance, namun terbentur dilema antara larangan ortu dan kuliah, sehingga dia harus diam-diam untuk latihan dance. Tokoh ini dari awal sampai akhir film tetap pada jalurnya. Bumbu-bumbu cerita juga bagus, seperti ada pengkianat yang tetapi pada akhirnya menjadi penentu kemenangan tim, lalu percintaan yang cukup romantis. 
Dan film ini dapat dikatakan bagus karena pada endingnya dapat mencapai klimaks yang dapat membuat penonton ikut merasakan aura kegembiraan dan kemenangan.
10 aku beri nilai pada film ini. Good.