Minggu, 13 Juli 2014

Akuntansi Komparatif I : Eropa

Rangkuman Akutansi Internasional
Bab III
Akuntansi Komparatif I : Eropa
 

 PENDAHULUAN

Pada bab sebelumnya kita mempelajari faktor faktor yang mempengaruhi perkembangan system akuntansi suatu Negara, termasuk sumber keuangan, system hukum, perpajakan. Dalam bab ini akan membahas mengenai komite standar akuntansi international dari keenam Negara, tentunya akan berbeda dengan Negara yang satu dengan yang lain. Di Negara Negara tersebut, perusahaan bebas untuk memilih standar akuntansi yang berbeda terhadap laporan keuanga konsolidasi. Keenam Negara tersebut adalah Prancis, Jerman, Jepang, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat.
Standar akuntansi adalah regulasi atau aturan (termasuk pula hukum dan anggaran dasar) yang mengatur penyusunan laporan Negara. Penetapan standar adalah perumusan atau formulasi standar akuntansi. Namun dalam pratik sebenarnya mungkin berbeda dari yang ditentukan oleh standar.
Empat alasan perbedaan dalam pratik sebenarnya
  1. Dikebanyakan Negara hukuman atas ketidakpatuhan dengan ketentuan akuntansi resmi cenderung lemah dan tidak efektif
  2. Secara sukarela perusahaan boleh melaporkan informasi lebih banyak daripada yang diharuskan
  3. Beberapa Negara memperbolehkan perusahaan untuk mengabaikan standar akuntasi dengan melakukannya operasi dan posisi keuangan perusahaan akan tersajikan secara lebih baik hasil
  4. Di beberapa Negara standar akuntansi hanya berlaku untuk laporan keuangan perusahaan secara tersendiri
  5. Hubungan antara standar akuntansi dan praktik akuntansi sangat rumit dan tidak selalu bergerak dalam satu arah. Dalam beberapa kasus, pratik berasal dari standar, pada kesempatan lain, standar berasal dari pratik.
Enam sistem akuntasi suatu Negara
  1. PRANCIS
Akuntansi di Prancis sangat terkait dengan kode etik sehingga sangat mungkin untuk melewatkan kenyataan bahwa legislasi hukum komersial ( yaitu code de commerce ) dan hokum pajak sebenarnya menentukan banyak praktik akuntasi dan pelaporan keuangan diprancis. Code de Commerce berwal ordinasi Coulbert ( menteri keuangan pada era Louis XIV pada tahun 1673 dan 1681 dan diberlakukan oleh Napoleon pada tahun 1807 sebagai bagian dari system hokum yang diciptakannya. Hokum pajak penghasilan pertama disetujui pada tahun 1914.  Dasar utama aturan akuntansi di prancis adalah hukum akuntansi 1983 dan dekrit akuntansi 1983, yang membuat plan comptable general wajib digunakan oleh seluruh perusahaan. Kedua dokumen tersebut menjadi bagian  dari code de commerce.
Plan comptable general berisi :
  1. Tujuan dan prisip akuntansi serta pelaporan keuangan
  2. Definisi aktiva, kewajiban, ekuitas pemegangn saham, pendapatan dan beban
  3. Aturan pengakuan dan penilaian
  4. Daftar akun standar, ketentuan mengenai penggunaannya dan ketentuan tata buku lainnya
  5. Contoh laporan keuangan dan aturan penyajiannya

  1. REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN AKUNTANSI
Di Prancis terdapat lima organisasi yang terlibat dalam proses penetapan standar yaitu:
  1. Counseil National de la Comptabilite atau CNC (Badan Akuntansi Nasional)
  2. Comita de la Reglementation Comptable  atau CRC (Komite Regulasi Akuntansi)
  3. Autorite des Marches Financiers atau AMF (Otoritas Pasar Keuangan)
  4. Orde des Expert – Comptables atau OEC (Ikatan Akuntan Publik)
  5. Compagnie Nationale des Commisaires aux Comptes atau CNCC (Ikatan Auditor Kepatuhan Nasional)
  1. PELAPORAN KEUANGAN
Perusahaan Prancis harus melaporkan berikut ini :
  1. Neraca
  2. Laporan laba rugi
  3. Catatan atas laporan keuangan
  4. Laporan direktur
  5. Laporan auditor
Ciri utama pelaporan di prancis adalah ketentuan mengenai pengungkapan catatan yang ekstensif dan detail, yang meliputi hal hal berikut :
  1. Penjelasan mengenai aturan pengukuran yang diberlakukan ( contoh kebijakan akuntansi )
  2. Perlakuan akuntansi untuk pos pos dalam mata uang asin
  3. Laporan perubahan aktica tetap dan depresiasi
  4. Detail provisi
  5. Detail revauasi yang dilakukan
  6. Analisis piutang dan utang sesuai masa jatuh tempo
  7. Daftar anak perusahaan dan kepemilikan saham
  8. Jumlah komitmen pension dan imbalan pascakerja lainnya
  9. Detail pengaruh pajak terhadap laporan keuangan
  10. Rata rata jumlah karyawan sesuai golongan
  11. Analisis pendapatan menurut aktivitas dan geografis
Di dalamnya, informasi yang harus diberikan antara alin :
  • Konsumsi air, bahan mentah dan energy serta tindakan yang diambil untuk meningkatkan efisien energy
  • Kegiatan untuk mengurangi polusi udara, air atau tanah, termasuk polusi suara dan biayannya dan
  • Jumlah provisi untuk resiko lingkungan
  1. PENGUKURAN AKUNTANSI
Akuntansi diPrancis memiliki karakteristik ganda : perusahaan secara tersendiri harus mematuhi peraturan yang tetap, sedangkan kelompok usaha konsolidasi memilki fleksibilitas lebih besar. Akuntansi unutk perusahaan secara invidual merupakan dasar hokum untuk membagikan dividend an menghitung pendapatan kena pajak.
  • Aktiva berwujud umumnya dinilai berdasarkan biaya historis
  • Revaluasi tetap dikenakan pajak sehingga jarang ditemukan dalam praktik
  • Aktiva tetap didepresiasikan menurut provisi pajak, umunya menurut dasar garis lurus atau saldo berganda
  • Persediaan harus dinilai sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya atau nilai realisasi dengan menggunakan metode masuk perma keluar pertama ( FIFO ) atau metode rata rata tertimbang
  • Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya, namun dapat dikapitalisasikan dalam keadaan yang tertentu.
  • Kebanyakan resiko dan ketidak pastian lainnya dapat dicadangkan
Dengan beberapa pengecualian, laporan keuangan konsolidasi prancis mengikuti pendekatan penyajian wajar berupa pelaporan substansi mengungguli bentuk.
  1. JERMAN
            Lingkungan akuntansi di Jerman mengalami perubahan terus menerus dan hasilnya luar biasa sejak berkahirnya perang Duni II. Dalam suatu peristiwa yang besar, hokum perusahaan tahun 1965 mengubah system pelaporan keuangan Jerman dengan mengarah pada ide ide Inggris-Amerika ( tetapi hanya berlaku bagi perusahaan besar ). Pada awal tahun 1970-an Uni Eropa ( UE ) mulai mengeluarkan direktif harmonisasi yang harus diadopsi oleh Negara Negara anggotanya kedalam hukum nasional.
  1. REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN AKUNTANSI
Sebelum tahun 1998, Jerman tidak memiliki fungsi penetapan standar akuntansi keuangan sebagaiman yang dipahami dinegara Negara berbahasa inggris. Komite Standar Akuntansi Jerman ( German Accounting Standars Committee-GASC) atau dalam bahasa Jerman, Deutsches Rechunungslegungs standar committee ( DRSC ).
GASC membawahi Badan Standar Akuntansi Jerman ( German Accounting Standars Board – GASB ) yang melakukan pekerjaan teknis dan mengeluarkan standar akuntansi GASB terdiri dari tujuh ahli independen yang berlatar belakan dibidang auditing, analisis, keuangan, akademik, dan industry.
Secara garis besar system penetapan standar akuntansi yang baru di Jerman mirip dengan system yang ada di Inggris dan Amerika. Standar GASB adalah rekomendasi wajib yang hanya berlaku untuk laporan keuangan konsolidasi.
  1. PELAPORAN KEUANGAN
Undang undang akuntansi tahun 1985 secara khusus menetukan ketentuan akuntasi, auditing dan pelaporan keuangan ang berbeda beda menurut ukuran perusahaan, bukan menurut bentuk organisasi.
Undang undang akuntansi tahung 1985 secara khusus menetukan isi dan bentuk laporan keuangan, yang meliputi :
    • Neraca
    • Laporan laba rugi
    • Catatan atas laporan keuangan
    • Laporan manajemen
    • Laporan auditor
Ciri utama system pelaporan keuangan di Jerman adalah laporan secara pribadi oleh auditor kepada dewan direktur pengelola perusahaan dan dewan pengawas perusahaan laporan ini berisi pendapat terhadap prospek mada depan perusahaan dan khususnya factor factor yang mengancam kelangsunganhidup perusahaan.
  1. PENGUKURAN AKUNTANSI
Berdasarkan hukum komersial ( HGB )
    • metode pembelian ( akuisisi adalah metode konsolidasi yang utama, meskipun penyatuan kepemilikan juga dapata diterapkan dalam kondisi yang terbatas.
    • Aktiva dan kewajiban dari perusahaan yang diakuisisi dinilai sebesar nilai kini dan jumlah yang tersisa merupak goodwill
    • Goodwill dapar disalinghapuskan terhadap cadangan dalam ekuitas atau diamortisasi secara sistematis selama umur manfaat eknominya.
    • Usaha patungan dapat dicatat dengan menggunakan metode konsolidasi proporsional atau metode ekuitas
    • Perhatiak khusus diberikan terhadap catatan laporan metode translasi mata uangan asing harus dijelaskan
    • Biaya historis merupakan dasar untuk menilai aktiva berwujud
    • Persediaan dinilai yang lebih rendah antara biaya atau pasa
    • FIFO dan metode rata merupkan metode yang digunakan untuk menentukan biaya
    • Aktiva tetap yang dapat disusutkan ditentukan oleh teris depresiasi pajak
    • Biaya penelitian dan pengenban dibebankan pada saat terjadinnya
    • sega guna usaha pembiyaan umunya tidak dikapitalisasikan
    • Pajak tangguhan umumnya tidak terdapat dalam akun perusahaan individu
  1. JEPANG
            Regulasi akuntansi didasarkan pada tiga undang undang : hokum komersial, undang undang pasar modal dan undang undang pajak pernhasilkan perusahaan. Untuk memahami akuntansi di Jepang, seseorang harus memahami budaya, praktik usaha dan sejarah Jepang. Seluruh perusahaan yang dirikan menurut hokum komesial diwajibkan untuk memenuhi provisi akuntansi, yang dimuat dalam “ aturan aturan menyangkut neraca, laporan laba rugi, laporan usaha dan skedul pendukung perusahaan dengan kewajiban terbatas.
  1. PELAPORAN KEUANGAN
Perusahaan yang didirikan menurut hokum komerisial diwajibkan untuk menyusun laporan wajib yang harus mendapat persetujuan dalam rapat tahunan pemegang saham, yang berisi hal hal berikut :
  • Neraca
  • Laporan laba rugi
  • Laporan usaha
  • Proposal atas penetuan pengguna ( apropriasi) laba ditahan
  • Skedul pendukung
Sejumlah skedul pendukung juga wajib dibuat, terpisah dari catatan atas laporan keuangan, yang meliputi :
  • Perubahan dalam modal sahan dan cadangan wajib
  • Perubahan dalam obligasi dan utang jangka pendek dan jangka panjang
  • Perubahan dalam aktiva tetap dan akumulasi depresiasi
  • Aktiva dalam penjaminan
  • Jaminan utang
  • Perubahan dalam provisi
  • Jumlah yang terutang kepada dan yang tertagih dari pemegang, saham pengendali
  • Kepemilikan ekuitas dalam anak perusahaan dan jumlah lembar saham perusahaan yang dimiliki oleh anak perusahaan tersebut
  • Piutang yang berasal dari anak perusahaan
  • Transaksi dengan direktur, auditor wajib, pemegang saham pengendali, dan pihak ketiga yang menimbulkan konflik kepentingan
  • Remunerasi yang dibayarkan keapda direktur dan auditor wajib
  1. PENGUKURAN AKUNTANSI
  • Akun perusahaan secara  terpisah merupakan dasar bagi laporan konsolidasi
  • Anak perusahaan dikonsolidasikan
  • Goodwill diukur menurut dasar nilai wajar aktiva bersih yang diakuisisi dan diamortisadi selama maksimum 20 tahun
  • Metode ekuitas digunakan untuk investasi pada perusahaan afiliasi ketika induk dan anak perusahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan keuangan dan oprasionalnya
  • Persediaan dapat dinilai berdasarkan biaya perolehan atau mana yang lebih rendah antara biaya atau harga pasar
  • FIFO, LIFO dan rata rata seluruhnya merupkan metode arus biaya yang dapat diterima
  • Aktiva tetap dinilai sebesar biaya perolehan dan disusutkan seusai dengan hokum pajak
  • Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya
  • Pajak tangguhan terjadi untuk seluruh perbedaaan karena waktu dengan menggunakan metode kewajiban
  1. BELANDA
Belanda merupakan salah satu pendukung pertama atas standar akuntansi internasional untuk akuntansi dan pelaporan keuangan, dan pernyataan IASB menerima perhatian besar dalam menentukan praktik yang dapat diterima. Di Belanda akuntansi dianggap sebagai cabang dari ekonomi usaha. Akibatnya, banyak pemikiran ekonomi yang dicurahkan terhadap topik topik akuntansi dan khususnya terhadap pengukuran akuntansi.
  1. REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN AKUNTANSI
Regulasi di Belanda tetap liberal hingga tahun 1970 ketika undang undang laporan keuangan tahunan diberlakukan. Undang undang merupakan bagian dari program besar perubahan dalam bidang hukum peusahaan. Di antara provisi utama undang undang tahun 1970 tersebut adalah sebagai berikut :
  • Laporan keuangan tahunan harus menunjukkan gambaran yang wajar mengenai posisi dan hasil keuangan selama suatu tahun , dan seluruh pos didalamnya haru dikelompokkan dan dijelaskan secara memadai
  • Laporan keuangan harus disusun sesuai dengan praktik usaha yang baik ( yaitu akuntansi dapat diterima oleh kalangan usaha )
  • Dasar penyajian aktiva dan kewajiban dan penentuan hasil operasi harus diungkapkan
  • Laporan keuangan harus disusun sesuai dengan dasar yang konsisten dan pengaruh material dari perubahan dalam prinsip akuntansi harus diungkapkan secukupnya
  • Informasi keuangan komparatif untuk periode sebelumnya harus diungkapkan dalam laporan keuangan dan catatan kaki yang
  • Menyertainya Undang undang tersebut juga mendorong pembentukan kelompok studi akuntansi tiga pihak ( Tripartit ) ( yang digantikan oleh Dewan pelporan tahunan pada tahun 1981 ) dan melahirkan kamar dagang
  1. LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan di Belanda harus memuat hal hal berikut :
    1. Neraca
    2. Laporan laba rugi
    3. Catatan catatan
    4. Laporan direksi
    5. Informasi lain yang direkomendasikan
Perusahaan perusahaan Belanda diperbolehkan untuk menyusun laporan keuangan menggunakan IFRS atau GAAP AS selain standar akuntansi Belanda
  1. PENGUKURAN AKUNTANSI
  • Goodwill merupakan perbedaan antara biaya akuisisi dengan nilai wajar aktiva dan kewajiban dibeli
  • Metode ekuitas digunakan apabila investor memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan usaha dan keuangan
  • Usaha patungan dapat dicata dengan menggunkan metode ekuitas
  • Biaya penelitian dan pengembangan dikapitalisasi hanya jika jumlah tersebut dapat dipulikan dan cukup pasti
  • Pajak penghasilan diakui berdasarkan konsep alokasi komprehensif ( provisi penuh ) dan diukur menurut metode kewajiban
  1. INGGRIS
            Akuntasi di inggris berkembang sebagai cabang ilmu yang independen dan sevara pragmatis menyikapi kebutuhan dan praktik usaha. Inggris merupakan Negara pertama didunia yang mengembangkan profesi akuntansi yang kita kenal sekarang. Masyarakat akuntansi pertama yang diakui adalah masyarakt akuntansi di Edinburgh, yang disahkan oleh akta kerjaan pada tahun 1854. Masyarakat yang serupa secara resmi diakui di Glasgow pada tahun 1855 dan di Aberdeen pada tahun 1867. Akuntansi profesiona bermula pada masyarakat professional ini.
  1. REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN AKUNTANSI
Kegiatan perusahaan yang didirkan di Inggris secara luas diatur oleh aktiva yang disebut sebagai undang undang perusahaan. Sebagai contoh, pada tahun 1981 direktif keempat UE diberlakukan, menambah aturan wajib menyangkut bentuk, prinsip akuntansi dan konvensi dasar akuntansi.
Undang undang tahung 1981juga menetapkan lima prinsip dasar akuntansi :
    1. Pendapatan dan beban harus ditandingkan menurut dasar akural
    2. Pos aktiva dan kewajiban secara terpisah dalam setiap kategori aktiva dan kewajiban dinilai secara terpisah
    3. Prinsip konservatisme diterapkan, khususnya dalan pengakuan realisasi laba dan seluruh kewajiban dan kerugian yang diketahui
    4. Penerapan kebihakan akuntansi yang konsisten dari tahun ke tahun diwajibakan
    5. Prinsip kelangsungan usaha diterapkan unguk perusahaan yang menggunakan akutansi
Berikut enam badan akutansi di Inggris yang berhubungan dengan komite konsultatif badan akuntansi yang berdiri pada tahun 1970 :
    1. Institut Akuntan Berizin Resmi di Inggris dan Wales ( The Institue of Chartered Accountants in England and Wales-ICAWE )
    2. Institut Akuntan Berizin Resmi di Irlandia ( The Institute of Chartered Accountants Ireland – ICAI  )
    3. Institut Akuntan berizin resmi di Skotlandia ( The Institute of Chartered Accountants in Scotland – ICAS  )
    4. Asosiasi Akuntan Berizin Resmi dan Bersertifikat ( the Association of Chartered Certified Accountants – ACCA)
    5. Institut Akuntan Manajemen Berizin Resmi ( The Chartered Instute of Management Accountants – CIMA )
    6. Institut Keuangan dan Akuntansi Publik Berizin Resmi ( the Chartered Institute of Public Finamce and Accountancy – CIPFA )
Penetapan standar akuntansi di Inggris dikeluarkan dan dikukuhkan oleh enam badan akuntansi di atas.
  1. PELAPORAN KEUANGAN
Pelaporan keuangan di inggris termasuk yang paling komprehensif didunia. Laporan keuangan umumnya mencakup :
    1. Laporan direksi
    2. Laporan laba dan rugi dan neraca
    3. Laporan arus kas
    4. Laporan total keuntungan dan kerugian yang diakui
    5. Laporan kebijakan akuntansi
    6. Catatan atas referensi dalam laporan keuangan
    7. Laporan auditor
  1. PENGUKURAN AKUNTANSI
Inggris memperbolehkan baik metode akuisisi dan merger dalam mencatat akuntansi untuk penggabungan usaha. Goodwill dihitung sebagai perbedaan antara nilai wajar penyerahan yang dilakukan dan nilai wajar aktiva yang diperoleh. Aktiva dapat dinilai dengan menggunakan biaya historis, biaya kini atau menggunakan gabungan keduannya. Depresiasi dan amortisasi harus berhubungan dengan dasar pengukuran yang digunakan terhadap aktiva terkait. Pajak tangguhan dihitung berdasarkan metode kewajiban dengan dasar provisi penuh untuk kebanyak perbedaan waktu.
  1. AMERIKA SERIKAT
Akuntasi di Amerika serikat diatur oleh badan sector sawasta ( Badan Standar Akuntansi Keuangan, atau Financial Accounting Standards Board – FASB ). Hingga tahun 2000, Institut Amerika untuk Akuntan Publik ( American Institute of Certified Public Accountants – AICPA ).
  1. REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN AKUNTANSI
System AS tidak memiliki ketentuan hokum secara umum mengenai penerbitan laporan keuangan yang diaudit secara periodic. Perusahaan di AS diberntuk berdasarkan hokum Negara bagian, bukan hokum federal. Prinsip prinsip akuntansi yang diterima secara umum ( GAAP ) terdiri dari seluruh standar, aturan dan regulasi akuntansi keuangan yang harus diperhatikan ketika menyusun laporan keuangan. Karena, FASB dan SEC mempertimabangkan untuk mengubah GAAP AS dari standar berdasarkan aturan menuju standar berdasarkan prinsip.
  1. PELAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan tahunan yang semestinya dibuat oleh sebuah perusahaan AS yang besar meliputi komponen berikut ini :
  1. Laporan manajemen
  2. Laporan auditor
  3. Laporan keugan utama ( laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laporan laba komprehensif dan laporan ekuitas pemegang saham )
  4. Diskusi manajemen dan analisis atas hasil operasi dan kondisi keuangan
  5. Pengungkapan atas kebijakan akuntansi dengan pengaruh paling penting terhadap laporan keuangan
  6. Catatan atas laporan keuangan
  7. Perbandingan data keuangan tertentu selama lima atau sepuluh tahun
  8. Data kuartal terpilih
  1. PENGUKURAN AKUNTANSI
Aturan pengukuran akuntansi Amerika Serikat mengasumsikan bahwa suatu entitas usaha akan terus melangsungka usahanya. Menggunakan biaya historis untuk menilai aktiva berwujud dan tidak berwujud. Metode LIFO, FIFO dan rata diperbolehkan dan digunakan secara luas dalam penetuan harga persediaan. LIFO yang popular karena dapat digunakan untuk keperluan pajak penghasil federal. Pajak penghasilan dihitung dengan menggunakan metode kewajiban.

REFERENSI

Choi, F. D., & Meek, G. K. (2005). International Accounting . Jakarta: Salemba Empat.

Minggu, 06 Juli 2014

Prabowo - Hatta Untuk Indonesia Jaya

Tinggal menghitung hari, pesta demokrasi di laksanakan. Sudah saatnya saya menentukan pilihan. Siapa yang akan saya pilih sesuai keyakinan hati saya, kepada seseorang yg akan menjadi pemimpin negeri kita tercinta pada 9 Juli 2014 nanti. Jangan pernah berharap "kesempurnaan" Tuhan ada dalam diri seorang manusia karena manusia pastilah tak luput dari salah dan dosa.

Saya nyatakan bahwa saya akan menggunakan hak pilih saya untuk mendukung pasangan Prabowo-Hatta. Bapak Prabowo adalah jenderal yang dalam pikiran saya dahulu agresif dan kejam, tetapi sungguh diluar dugaan. Sifat ksatria dan sifat seorang negarawan ada dalam dirinya. Ditambah dengan sosoknya yang patriot sangat cocok dan mampu untuk memimpin Indonesia saat ini. Begitu pula Bapak Hatta Rajasa, pembawaanya yang tenang dan teduh menjadi sosok yang tepat untuk mendampingi Bapak Prabowo Subianto.

Kita bisa tengok ke negara-negara tetangga, negara-negara yang tergolong maju di Asia bukanlah negara yang dipimpin dengan kesederhanaan dan merakyat. Di bawah kepemimpinan yang tegas China menjadi negara yang paling tinggi pertumbuhan ekonominya. Tidak ada yang meragukan bahwa China-lah yang paling ditakuti Amerika dalam hal angkatan perang. Singapura maju di bawah kepemimpinan Lee Kuan Yew yang sangat tegas. Malaysia maju di bawa kepemimpinan tangan besi Mahathir Mohamad. Jepang dan Korea adalah negara maju karena dipimpin secara tegas dan mereka mampu mensejajarkan diri dengan bangsa- bangsa Eropa dan Amerika. Negara-negara yang maju di Asia adalah negara yang dipimpin secara tegas dan keras sehingga mereka maju dan sejahtera. Saya yakin Bapak Prabowo mampu membawa Indonesia ke arah itu karena Bapak Prabowo tipe pemimpin tegas, berani dan mampu menjaga harga diri bangsa dari tekanan negara lain.

Jika masih ada sampai saat ini yang mempertanyakan apa yang sudah dilakukan Bapak Prabowo untuk negara ini, saya akan mencoba ‘flashback’ ke masa lalu. Sejarah telah mencatat pengorbanannya untuk bangsanya dimulai dengan mempertahankan keutuhan NKRI dengan darah dan nyawanya melalui pertempuran di Timor-Timur, dalam misi impossible pembebasan sandera sipil di Mapenduma, penangkapan 2 agen berkulit putih tahun 1984 yang menyulut disintegrasi Papua, dan dalam berbagai operasi tempur berat lainnya. Tentang kepulangan 200 GMI Yordania, tentang Wilfrida TKI malaysia, tentang prestasi tim polo Indonesia, serta memprakarsai dan konsisten menyelenggarakan piala Garuda U12, U14, U16 hingga terbentuk U19 yang pada akhirnya dinamakan Timnas Garuda yang saya dan anda banggakan. Dan jangan lupa beliau juga berhasil mencetak anak bangsa yg sangat berprestasi, yaitu Pak Ridwan Kamil, Pak Ahok, dan tentunya Pak Jokowi. Bagi saya pribadi, bukan hal mudah untuk seseorang bisa dengan tepat mencari dan memilih anak bangsa untuk menjadi pemimpin dalam suatu daerah dan kemudian orang-orang yang terpilih tersebut berhasil membawa daerah/kota yang dipimpinnya mengalami banyak kemajuan. Tentunya hal itu membutuhkan perhitungan yang matang. Semua dilakukan Bapak Prabowo dengan tanpa anggaran negara dan tanpa dukungan kekuasaan namun dengan modal pribadi dan kemampuan pribadi Bapak Prabowo, tanpa harus menunggu jadi pemimpin. Beliau tak tonjolkan semua bakti yang telah ditorehkan untuk ibu pertiwi yang dicintainya dengan sepenuh jiwa raganya. Semuanya pun seolah ditelan bumi, karena tidak ada media yang selalu gembar-gembor pencitraan untuk Bapak Prabowo. Sejujurnya, tak banyak saya melihat pribadi dengan karakter yang seikhlas dirinya. Kepribadian yang akan mampu menyatukan elemen-elemen yang terserak di negeri ini.

Dengan sikap berani, tegas, teliti, cermat, dan pemikiran yang visioner serta berbagai keberhasilan tersebut, saya yakin jika Bapak Prabowo terpilih nanti, negara yang kita cintai ini bisa menelurkan dan mencetak lagi anak bangsa berprestasi yang lain, yang bisa diandalkan untuk menjalankan roda pemerintahan ke arah yang lebih baik. Saya yakin, revolusi mental sesungguhnya sudah Bapak Prabowo tanamkan dan realisasikan dalam pribadinya jauh sebelum kalimat revolusi mental itu sendiri terbit beberapa hari terakhir ini. Apalagi basic Bapak Prabowo adalah seorang TNI. TNI berasal dari Rakyat, kepada Rakyat, dan untuk Rakyat, tentu menjadi nilai plus tersendiri.

Dan pada akhirnya saya hanya sedang berusaha menyuarakan apa yang saya anggap benar. Kalaupun ternyata saya salah, biarkan ini menjadi kesalahan saya. Dan jika saya benar, semoga bisa menjadi kebenaran untuk semua teman-teman yang mencintai negeri ini. Bukan karena uang, paksaan atau hal-hal lain, saya nyatakan bahwa saya akan menggunakan hak pilih saya untuk mendukung Pasangan Prabowo – Hatta. Namun siapapun nantinya yang terpilih, saya tetap mendukung. Dengan semampu dan sebisa saya, saya akan menjadi warga negara yang baik dan menghormati segala keputusan. Salam damai bagi kita semua.


#PrabowoHatta #SelamatkanIndonesia #IndonesiaSatu

Rabu, 28 Mei 2014

Perkembangan dan Klasifikasi

Rangkuman Akutansi Internasional
Bab II
Perkembangan dan Klasifikasi

  1. PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI
  1. PERKEMBANGAN
Faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional, yaitu:
  1. Sumber Pendanaan. Dalam sistem berbasis kredit dimana bank merupakan sumber utama pendanaan, akuntansi memiliki fokus atas perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konservatif.
  2. Sistem Hukum. Sistem hukum menentukan bagaimana individu dan lembaga berinteraksi.
  3. Perpajakan. Di kebanyakan Negara, peraturan pajak secara efektif menentukan standar akuntansi karena perusahaan harus mencatatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengkalimnya untuk keperluan pajak.
  4. Ikatan Politik dan Ekonomi. Ide dan teknologi akuntansi dialihkan melalui penaklukan, perdagangan dan kekuatan sejenis. Sistem Pencatatan Berpasangan yang berawal di Italia pada tahun 1400-an secara perlahan-lahan menyebar luas di Eropa bersamaan dengan gagasan-gagasan pembaruan lainnya.
  5. Inflasi. Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya historis dan mempengaruhi kecenderungan suatu Negara untuk menerapkan perubahan harga terhadap akun-akun perusahaan.
  6. Tingkat Perkembangan Ekonomi. Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama. Pada gilirannya, jenis transaksi menentukan masalah akuntansi yang dihadapi.
  7. Tingkat Pendidikan. Standar dan praktik akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan
  8. Budaya. Empat dimensi budaya nasional, menurut Hofstede : individualisme, jarak kekuasaan, penghindaran ketidakpastian, maskulinitas.

  1. KLASIFIKASI AKUNTANSI INTERNASIONAL
Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua cara: dengan pertimbangan dan secara empiris. Klasifikasi dengan pertimbangan bergantung pada pengetahuan, intuisi, dan pengalaman. Klasifikasi secara empiris menggunakan metode statistik untuk mengumpulkan basis data prinsip dan praktik akuntansi seluruh dunia.
Ada empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansi, yaitu :
  1. Berdasarkan pendekatan Makroekonomipraktek akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional.
  2. Berdasarkan pendekatan Mikroekonomi, Akuntansi berkembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi. Fokusnya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup.
  3. Berdasarkan pendekatan Independent, akuntansi berasal dari praktek bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dan pertimbangan, coba-coba, dan kesalahan. Akuntansi dipandang sebagai fungsi jasa yang konsep dan prinsipnya diambil dari proses bisnis yang dijalankan dan bukan dari cabang keilmuan seperti ekonomi.
  4. Berdasarkan pendekatan yang Seragam, Akuntansi di standarisasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrasi oleh pemerintah pusat. Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan dan penyajian akan memudahkan perancang pemerintah, otoritas pajak bahkan manajer untuk menggunakan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis.
Sistem hukum: akuntansi hukum umum dengan hukum kode
  1. Akuntansi dalam negara-negara hukum umum memiliki karakter berorientasi terhadap penyajian wajar, transparansi dan pengungkapan penuh dan pemisahan antara akuntansi keuangan dan pajak. Pasar saham mendominasi sumber-sumber keuangan dan pelaporan keuangan ditunjukkan untuk kebutuhan informasi investor luar.
  2. Akuntansi dalam negara-negara hukum kode memiliki karakteristik berorientasi legalistik, tidak membiarkan pengungkapan dalam jumlah kurang, dan kesesuaian antara akuntansi keuangan dan pajak.
Sistem praktik: penyajian wajar versus kepatuhan hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak permasalahan akuntansi seperti :
  1. Depresiasi, di mana beban ditentukan berdasarkan penurunan suatu aktiva selama masa manfaat ekonomi (penyajian wajar) atau jumlah yang diperbolehkan untuk tujuan pajak (kepatuhan hukum).
  2. Sewa guna usaha yang memiliki substansi pembelian aktiva tetap diperlakukan seperti itu (penyajian wajar)atau diperlakukan seperti sewa guna usaha operasi yang biasa (kepatuhan hukum).
  3. Pensiun dengan biaya yang diakrual pada saat dihasilkan oleh karyawan atau dibebankan menurut dasar dibayar pada saat berhenti kerja.
.
REFERENSI

Choi, F. D., & Meek, G. K. (2005). International Accounting . Jakarta: Salemba Empat.




Pendahuluan (Sejarah)

Rangkuman Akutansi Internasional
Bab I
Pendahuluan (Sejarah)


Perbedaan studi Akuntansi Internasional adalah pada :
  1. Pelaporan untuk MNC/MNE
  2. Batas Negara
  3. Pelaporan untuk pihak lain di Negara yang berbeda
  4. Perpajakan Internasional
  5. Transaksi Internasional
PROSES AKUNTANSI
  1. Pengukuran
Proses mengidentifikasi, mengelompokkan dan menghitung aktivitas ekonomi dan transaksi, memberikan masukan mendalam mengenai profitabilitas dan operasi
  1. Pengungkapan
Proses mengkomunikasikan kepada para pengguna
  1. Auditing
Proses atestasi terhadap keandalan pengukuran dan komunikasi

SUDUT PANDANG SEJARAH
  1. Double entry bookkeeping (lucapacioli) Italia àInggris (selanjutnya ke persemakmuran Inggris termasuk AS)
  2. Model Akuntansi Belanda àdiimpor ke Indonesia
  3. Perkembangan Akuntansi didukung oleh adanya pendidikan (munculnya sekolah bisnis)
  4. Seiring perubahan jaman dan perkembangan hubungan internasional, kerumitan akuntansi semakin menjadi
Sejarah akuntansi merupakan sejarah internasional. Kronologi berikut ini menunjukkan bahwa akuntansi telah meraih keberhasilan besar dalam kemampuannya untuk diterapkan dari satu kondisi nasional ke kondisi lainnya sementara di pihak lain memungkinkan timbulnya pengembangan terus-menerus dalam bidang teori dan praktek di seluruh dunia.
Seiring dengan kekuatan ekonomi Amerika Serikat yang tumbuh selama paruh pertama abad ke-20, kerumitan masalah-masalah akuntansi muncul secara bersamaan pula. Sekolah-sekolah bisnis membantu perkembangan tersebut dengan meneruskan bidang-bidang masalah dan pada akhirnya mengakuinya sebagai suatu disiplin ilmu akademik sendiri pada berbagai sekolah tinggi dan universitas. Setelah Perang Dunia II, pengaruh akuntansi semakin terasa dengan sendirinya pada Dunia Barat, khususnya di Jerman dan Jepang. Pada tingkatan yang agak kurang, faktor yang sama juga dapat dilihat secara langsung di Negara-negara seperti Brasil, Israel, Meksiko, Philipina, Swedia dan Taiwan.
Berkebalikan dengan sifat warisan akuntansi yang internasional tersebut adalah bahwa di banyak Negara, akuntansi tetap merupakan masalah nasional, dengan standar dan praktik nasional yang melekat sangat erat dengan hukum nasional dan aturan profesional. Hanya terdapat sedikit pemahaman atas ketentuan yang sejenis dengan Negara lain. Namun demikian, akuntansi melayani manusia dan organisasi yang lingkup keputusannya semakin internasional.
Mengatasi paradoks sejarah akuntansi ini telah lama menjadi perhatian baik bagi para pengguna maupun penyusun informasi akuntansi. Dalam tahun-tahun terakhir, usaha-usaha institusi untuk mempersempit perbedaan dalam pengukuran, pengungkapan dan proses auditing di seluruh dunia semakin intensif dilakukan.

SUDUT PANDANG KONTEMPORER
  1. Adanya uasaha mengurangi perbedaan akuntansi internasional
  2. Pengendalian Modal
  3. Valuta Asing
  4. Investasi asing langsung
  5. Liberalisasi transaksi
  6. Privatisasi perusahaan pemerintah (untuk pengurangan pengendalian valas dan pembatasan investasi lintas batas)
  7. Kemajuan dalam teknologi informasi
Apabila usaha-usaha mengurangi perbedaan akuntansi internasional merupakan sesuatu yang penting di satu sisi, sekarang ini terdapat sejumlah faktor tambahan yang turut menambah pentingnya mempelajari akuntansi internasional. Faktor-faktor ini tumbuh dari pengurangan yang signifikan dan terus-menerus hambatan perdagangan dan pengendalian modal secara nasional yang terjadi bersamaan dengan kemajuan dalam teknologi informasi.
Pengendalian nasional terhadap arus modal, valuta asing, investasi asing langsung, dan transaksi terkait telah diliberalisasikan secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir, sehingga mengurangi hambatan-hambatan terhadap bisnis internasional.
Kemajuan dalam teknologi informasi juga menyebabkan perubahan radikal dalam ekonomi produksi dan distribusi. Produksi yang terintegrasi secara vertical tidak lagi menjadi bukti model operasibyang efisien. Hubungan informasi, secara global dan seketika memberi makna bahwa produksi semakin dialihkontrakkan kepada siapa saja dengan ukuran apa pun dimana saja di dunia yang memiliki kemampuan terbaik dalam melakukan suatu pekerjaan atau suatu bagian dari pekerjaan tersebut. Hubungan wajar timbale-balik yang menjadi karakter hubunngan perusahaan dengan pemasok, perantara dengan pelanggan mereka digantikan dengan hubungan kerja sama global dengan pemasok, pemasok dari pemasok, perantara, pelanggan, dan pelanggan dari pelanggan.


REFERENSI

Choi, F. D., & Meek, G. K. (2005). International Accounting . Jakarta: Salemba Empat.
emmy.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/17734/bab+1.ppt

BAB IX - ANALISA LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL


TUGAS AKHIR SEMESTER
AKUNTANSI INTERNASIONAL
ANALISA LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL

Disusun Oleh:


GEORGE WASONONO (01112061)
ISMI SILVIA LAILI (01111032)
HISTORIKA FEBRI TIARINA (01111007)




PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NAROTAMA
SURABAYA
2014


BAB I
PENDAHULUAN
Pendahuluan
Akuntansi keuangan dipengaruhi oleh lingkungan di mana ia digunakan. Setiap bangsa memiliki sejarah, norma, budaya, serta sistem politik dan ekonomi yang berbeda, yang terdapat pada tingkatan yang beragam dalam perkembangan ekonomi. Pengaruh-pengaruh ini berinteraksi satu sama lain dan berdampak pada perkembangan dan aplikasi praktek akuntansi keuangan dan pelaporannya.
Perusahaan multinasional yang beroperasi di banyak negara dapat memperoleh lebih dari setengah pendapatan mereka di luar negeri. Karena perbedaan-perbedaan tersebut, standar akuntansi keuangan yang diaplikasikan terhadap data akuntansi yang dilaporkan oleh perusahaan-perusahaan multinasional ini bervariasi secara signifikan antara satu negara dengan negara yang lain. Perusahaan-perusahaan menyiapkan laporan keuangan yang ditujukan langsung kepada pengguna utama mereka. Di masa lalu, kebanyakan pengguna adalah penduduk dari negara yang sama dengan negara perusahaan yang mengeluarkan laporan keuangan. Bagaimanapun juga, penyatuan perusahan dan organisasi multinasional seperti European Union (EU), GATT, dan NAFTA telah membuat pelaporan keuangan antarnegara/ transnasional menjadi lebih terlihat biasa.
Pelaporan keuangan antarnegara menghendaki penggunanya untuk memahami praktek akuntansi yang diterapkan oleh suatu perusahaan, bahasa negara di mana perusahaan tersebut berkedudukan, dan mata uang yang digunakan perusahaan untuk menyiapkan laporan keuangannya. Jika investor dan kreditor tidak dapat meperoleh informasi keuangan yang dapat dimengerti tentang perusahaan yang beroperasi di luar negeri, mereka tidak akan tertarik untuk berinvestasi atau meminjamkan uang kepada perusahaan tersebut. , dilakukan usaha untuk menyelaraskan standar akuntansi di antara negara-negara tersebut. Salah satu masalah utama yang saat ini sedang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan Amerika Serikat adalah kemampuan mereka untuk bersaing dalam perekonomian global dengan pelaporan keuangan antarnegara. Paparan pertama perusahaan terhadap akuntansi internasional sering terjadi sebagai hasil dari pembelian atau penjualan barang dagangan dengan entitas asing. Kerja sama dengan perusahaan-perusahaan asing menimbulkan beberapa masalah yang unik. Pertama, terdapat kemungkinan timbulnya gain atau loss dari kurs mata uang yang terjadi karena adanya perbedaan waktu pemesanan, penerimaan barang, dan pelunasan pembayaran. Oleh karena itu, perubahan nilai relatif mata uang memberikan risiko yang lebih tinggi terhadap timbulnya gain atau loss dari kurs mata uang. Juga, sangat sulit untuk memperoleh informasi kredit internasional dan mengevaluasi likuiditas dan solvensi perusahaan dari laporan keuangannya akan sangat rumit terlebih dengan penggunaan bahasa dan/ atau prinsip akuntansi yang berbeda. Karena peningkatan perdagangan perusahaan asing, akan sangat penting untuk menciptakan divisi internasional. Penting juga untuk mengembangkan keahlian akuntansi internasional. Akhirnya, perusahaan tersebut dapat berharap untuk meningkatkan modal di pasar asing. Jika demikian, perusahaan tersebut harus menyiapkan laporan keuangannya dengan cara yang dapat diterima dan sesuai dengan perdagangan saham asing.
Dalam banyak kasus, laporan yang disiapkan sesuai dengan GAAP AS tidak dapat diterima terlebih dalam pendaftaran dokumen perdagangan internasional, tetapi di lain kasus, seperti di Kanada dan Jepang, prinsip-prinsip ini bisa diterima. Selain hal tersebut, perusahaan multinasional perlu untuk melakukan analisis pelaporan keuangan untuk menciptakan suatu kondisi yang efektif atas fungsi dari laporan keuangan. Suatu kerangka dasar yang bermanfaat untuk analisis dan penilaian usaha dengan menggunakan data laporan keuangan yaitu: (1) analisis strategi usaha, (2) analisis akuntansi (3) analisis keuangan (analisis rasio dan analisis arus kas) (4) analisis prospektif (peramalan dan penilaian) Sebuah perusahaan yang mengeluarkan laporan keuangan kepada pengguna di luar negeri bisa memakai satu dari beberapa pendekatan untuk menyusun laporan keuangannya: 1. Mengirimkan laporan keuangan yang sama kepada semua pemakai laporan keuangan (baik domestik maupun luar negeri). 2. Menerjemahkan bahasa yang digunakan dalam laporan keuangan yang dikirimkan ke pemakai luar negeri, dalam bahasa yang digunakan di negara pemakai tersebut. 3. Melakukan translasi atas laporan keuangan yang dikirimkan ke pihak pemakai luar negeri, sesuai dengan mata uang yang digunakan di negara pemakai laporan tersebut. 4. Mempersiapkan 2 laporan keuangan, yang satu memakai bahasa, mata uang, dan prinsip akuntansi negara asal perusahaan, dan yang satu lagi memakai bahasa, mata uang, dan prinsip akuntansi yang sesuai dengan yang digunakan di negara tempat pemakai laporan keuangan berada. 5. Mempersiapkan laporan keuangan berbasis pada prinsip-prinsip akuntansi yang disetujui kalangan luas di dunia. Informasi mengenai ribuan perusahaan dari seluruh dunia telah tersedia secara luas dalam beberapa tahun terakhir. Sumber informasi dalam jumlah yang tak terhitung banyaknya muncul melalui World Wide Web. Perusahaan di seluruh dunia saat ini memiliki sites Web dan laporan tahunannya tersedia secara cuma-cuma dari berbagai sumber informasi dan lainnya. Sumber informasi lain yang juga berharga adalah (1) publikasi pemerintah, (2) organisasi riset ekonomi, (3) organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-bangsa, (4) organisasi akuntansi, audit, dan pasar surat berharga.
Rumusan Masalah
  1. Bagaimana analisis strategi usaha internasional?
  2. Bagaimana analisis akuntansi?
  3. Bagaimana analisis keuangan internasional?
  4. Bagaimana analisis prospektif internasional?
Tujuan
Dengan adanya penulisan makalah ini diharapkan mahasiswa mampu memahami materi tentang analisis laporan keuangan internasional ini. Dan dapat menjadi acuan untuk penulisan makalah-makalah yang sejenis selanjutnya.

BAB II
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL
A.    Kerangka Analisis Laporan Keuangan
Variabel Lingkungan
Sistem akuntansi sebuah negara dibentuk oleh lingkungan tempat perusahaan tersebut beroperasi. Banyak variabel yang dibahas, termasuk pendanaan eksternal, keterkaitan politik dan ekonomi dengan negara lain. Sistem legal, tingkat inflasi, ukuran dan kompleksitas bisnis, kecanggihan manajemen dan komunitas finansial, serta tingkat pendidikan secara umum.
Nilai Budaya
Sistem akuntansi juga dipengaruhi oleh budaya dan nilai yang terjadi dalam masyarakat. Mengetahui orang lain dapat membantu kita memahami sistem akuntansi mereka. Nilai didefinisikan sebagai kecendrungan untuk memilih satu posisi hubungan dengan orang lain.
Salah satu dimensi budaya akan dibahas bagaimana tanggapan masyarakat terhadap ketidakpastian dan ambiguitas. Budaya yang tidak menyukai ketidakpastian akan tergantung pada institusi untuk mempertahankan keseragaman, dan menyimpang dari sebuah norma atau aturan adalah hal yang sangat tidak disarankan. Aturan membuat masyarakat merasa nyaman karena aturan menentukan apa yang harus dilakukan dalam situasi apapun, sehingga ketidakpastian dan pertimbangan dapat dihindari, kebalikannya adalah masyarakat yang lebih menghargai praktik daripada teori dan mengizinkan adanya perkecualian aturan. Nilai budaya dapat diartikan dengan nilai akuntansi yang dapat memberi pandangan kepada kita mengenai sistem akuntansi, praktik pengukuran, dan pengungkapan dalam suatu negara
Nilai Akuntansi
Ulasan nilai akuntansi dalam bahasan ini tidak dimaksudakan sebagai ulasan yang lengkap, tetapi disajikan sebagai representasi dari nilai yang memengaruhi perkembangan sistem akuntansi dan praktik pengukuran dan pengungkapan:
  • Profesionalisme Vs Pengendalian berdasarkan undang- undang
  • Keseragaman Vs Fleksibilitas
  • Konservatisme Vs Optimisme
  • Rahasia Vs Transparansi
Mengetahui nilai akuntansi suatu negara dapat membantu kita menginterprestasikan dan memahami pelaporan keuangan perusahaan yang beroperasi dalam negara tersebut. Tujuannya adalah agar dapat menganalisis secara realistis setiap laproran keuangan perusahaan multinasional, selaras dengan praktik bisnis dan akuntansi nasional dalam lingkungan operasi tersebut.
Salah satu nilai akuntansi adalah preferansi antara pertimbangan profesional yang independen dengan pengendalian berdarsakan undang- undang. Preferensi atas pertimbangan profesional konsisten dengan preferensi terhadap individualisme dan subyektivitas. Nilai ini dapat kita temukan dalam sistem akuntansi dalam negara yang termasuk model fair presentation/ full disclosure.
Nilai akuntansi kedua yang memengaruhi sistem pelaporan keuangan adalah keseragaman versus fleksibilitas. Masyarakat yang mengargai keseragaman menunjukkan preferensi atas diterapkannya praktik akuntansi yang seragam. Sementara masyarakat yang menghargai fleksibilitas, memperhitungkan kondisi spesifik yang dihadapi setiap perusahaan. Ada kaitan antara nilai akuntansi dan nilai budaya sehubungan dengan ketidakpastian/ keseragaman ditemukan dalam praktik akuntansi model code law compliance dan modelinflation adjusted, sementara fleksibilitas tampak dalam praktik akuntansi model fair presentation/ full disclosure.
Nilai akuntansi konservatisme berhubungan dengan pengukuran informasi akuntansi dan bermanifestasi dalam preferensi terhadap pendekatan pengukuran sebagai salah satu cara menghadapi ketidakpastian dimasa yang akan datang. Optimisme lebih bertoleransi pada ketidakpastian dalam praktik pengukuran. Negara yang masuk dalam model fair presentation/ full disclosure cenderung memilih pendekatan pengukuran yang lebih optimis daripada negara yang masuk kategori logal compliance dan inflation adjusted. Perbedaan pendekatan tersebut merupakan konsekuensi dari keberagaman penyedia modal dan tuntutan pengguna, serta akibat pengaruh hukum pajak yang berlaku.
Nilai akuntansi terakhir yang akan dibahas adalah rahasia versus transparasi, terkait dengan praktik pengungkapan. Negara dalam kategori legal compliance dan inflation adjusted lebih memilih kerahasiaan dan cenderung membatasi pengungkapan informasi kepada manajemen dan penyandang dana. Kerahasiaan dan konservatisme merupakan dua hal yang saling berkaitan, dan keduanya juga memicu pendekatan yang hati- hati dalam pelaporan seperti di jepang. Negara dengan model faik presentation/ full disclosure mengungkapkan informasi lebih banyak dan memilih pendekatan pelaporan keuangan dengan tanggungjawab kepada publik sebagai respon kepada penyedia modal.

Fair Presentation/Full Disclosure
Legal Compliance
Inflation Adjusted
Profesionalisme
Pengendalian berdasar UU
Pengendalian berdasar UU
Fleksibilitas
Keseragaman
Keseragaman
Optimisme
Konservatisme
Konservatisme
Transparansi
Kerahasiaan
Kerahasiaan

Peluang dan Tantangan dalam Analisis Lintas Batas
Analisis keuangan lintas batas mencakup berbagai wilayah yuridiksi. Sejumlah negara memiliki perbedaan yang sangat besar dalam praktik akuntansi, kualitas pengungkapan, sistem hukum dan undang- undang, sifat dan ruang lingkup risiko usaha, dan cara untuk menjalankan usaha. Perbedaan ini berarti alat- alat analisis yang sangat efektif si satu wilayah menjadi kurang efektif di wilayah lain dan membuat para analis menghadapi tantangan besar untuk memperoleh informasi yang kredibel.
Analisis dan penilaian keuanga internasional ditandai dengan banyak kontradiksi. Disatu sisi, begitu cepatnya proses harmonisasi standar akuntansi telah mengarah pada semakin meningkatnya daya banding informasi keuangan di seluruh dunia. Namun demikian, sejumlah besar perbedaan dalam perbedaan dalam praktik pelaporan keuangan masih ada. Banyak negara termasuk Cina, Korea, Republik Ceko, dan Rusia berupaya keras untuk memperbaiki ketersediaan dan kualitas informasi mengenai perusahaan publik. Demikian pula akses terhadap informasi yang tersedia bebas dan cukup relevan untuk analisis keuangan telah meningkat secara dramatis dengan penyebarluasan informasi perusahaan melalui internet.
Terlepas dari kontradiksi yang masih terus berlanjut, hambatan untuk analisis dan penilaian keuangan internasional semakin menurun dan pandangan analis secara umum masih positif. Globalisasi pasar modal, kemajuan dalam teknologi informasi dan kompetisi antar pemerintah nasional, bursa efek dan perusahaan- perusahaan untuk menarik investor, dan kegiatan perdagangan yang meningkat masih terus berlanjut. Secara bersama- sama kekuatan ini memberikan insentif bagi perusahaan untuk memperbaiki praktik pelaporan keuangan eksternal mereka.
Globalisasi dan perbaikan dalam akuntansi dan pengungkapan internasional yang masih berlanjut mengaburkan perbedaan antara analisis keuangan lintas batas dan dalam suatu wilayah. Daripada menyeimbangkan pemilihan saham diantara negara- negara dengan mata uang kuat dan lemah, manajer portofolio semakin memusatkan perhatian untuk memilih perusahaan yang terbaik di suatu industri tanpa melihat negara asal. Globalisasi juga berarti analisis yang terlalu domestik menjadi semakin kurang relevan.

B. Kerangka Dasar Analisis Usaha

Palepu, Bernard, dan Healy membuat suatu kerangka dasar yang bermanfaat untuk analisis dan penilaian usaha dengan menggunakan laporan keuangan. Kerangka dasar tersebut terdiri empat tahap analisis, yaitu:
  1. Analisis strategi usaha
  2. Analisis Akuntansi
  3. Analisis Keuangan
  4. Analisis Prospektif
Derajat pentingnya masing- masing tahap tergantung pada tujuan analisis. Kerangka analisis usaha ini dapat diterapkan dalam banyak situasi keputusan, termasuk analisis surat berharga, analisis kredit, analisis merger dan akuisisi.

C.    Analisis Strategi Usaha Internasional
Analisis strategi usaha merupakan langkah penting pertama dalam analisis laporan keuangan. Analisis ini memberikan pemahaman kualitatif atas perusahaan dan para pesaingnyaterkait dengan lingkungan ekonominya.
Dengan mengindentifikasikan faktor pendorong laba dan risiko usaha utama, analisis strategi usaha membantu para analis untuk membuat peramalan yang lebih realistis. Analisis strategi usaha meliputi pemeriksaan laporan tahunan dan penerbitan perusahaan lainnya, dan berbicara dengan staff perusahaan, analis dan profesional keuangan lainnya. Sumber informasi tambahan seperti World Wide Web, kelompok dagang. Pesaing, konsumen, reporter, pelobi, regulator, dan pers bisnis menjadi semakin umum. Akurasi, keandalan, dan relevansi masing- masing jenis informasi yang dikumpulan juga perlu di evaluasi.

Ketersediaan Informasi
Analisis strategi usaha sulit dilakukan khususnya di beberapa negara karena kurang andalnya informasi mengenai perkembangan makroekonomi. Pemerintah negara- negara maju kadang menerbitkan statistik ekonomi yang keliru atau menyesatkan. Beberapa negara menunda penerbitan statistik apabila angkanya tidak menggembirakan, atau terkadang memalsukan angka tersebut.
Demikian halnya dengan memperoleh informasi industri di banyak negara sangat sulit dan kualitas informasi yang berbeda- beda dan ketersediaan informasi yang sangat rendah di banyak negara. Akhir- akhir ini banyak perusahaan besar yang melakukan pencatatan dan memperoleh modal di pasar luar negeri telah memperluas pengungkapan meseka secara sukarela beralih ke prinsip akuntansi yang diakui secara global seperti Standar Pelaporan Keuangan Internasional.

Rekomendasi Untuk Melakukan Analisis
Keterbatasan data membuat upaya untuk melakukan analisis strategi usaha dengan menggunakan metode riset tradisional menjadi sulit dilakukan. World Wide Web juga menawarkan akses yang cepat terhadap informasi yang hingga akhir- akhir ini masih belum tersedia atau sulit diperoleh.
Informasi negara dapat ditemukan dalam “siaran internasional” yang disbarkan oleh kantor akuntan besar, bank, dan broker.

D.   Analisis Akuntansi
Tujuan analisis akuntansi adalah untuk menganalisis sejauh mana hasil yang dilaporkan perusahaan mencerminkan realitas ekonomi. Para analis perlu mengevaluasi kebijakan dan estimasi akuntansi, serta menganalisis sifat dan ruang lingkup fleksibilitas akuntansi suatu perusahaan yang harus ditentukan oleh direksi manajemen.
Para manajer diperbolehkan untuk membuat banyak pertimbangan yang terkait dengan akuntansi, karena mereka yang paling tahu banyak mengenai kondisi operasi dan keuangan perusahaan mereka. Fleksibilitas dalam pelaporan keuangan merupakan hal penting karena memungkinkan manajer untuk menggunakan pengukuran akuntansi yang paling mencerminkan situasi dan keadaan suatu perusahaan.
Healy dan rekan menyarankan proses untuk melakukan evaluasi kualitas akuntansi perusahaan
  1. Indentifikasi kebijakan akuntansi
  2. Analisis fleksibilitas akuntansi
  3. Evaluasi strategi akuntansi
  4. Evaluasi kualitas pengungkapan
  5. Indentifikasi potensi terjadinya masalah
  6. Buat penyesuaian atas distorsi akuntansi
Tantangan dalam melakukan analisis akuntansi internasional
  1. Perbedaan antarnegara dalam kualitas pengukuran, kualitas pengungkapan, dan kualitas audit. Karakteristik nasional menyebabkan perbedaan yang mencakup praktik yang diwajibkan dan diterima secara umum, pengawasan dan penegakan aturan, dan ruang lingkup direksi manajemen atas pelaporan keuangan.
  2. Kesulitan dalam memperoleh informasi yang diperlukan untuk analisis akuntansi
Perbedaan antar negara dalam kualitas pengukuran akuntansi, pengungkapan, dan audit sangat dramatis. Karakteristik nasional yang menyebabkan perbedaan ini mencakup praktik yang diwajibkan dan diterima secara umum, pengawasa dan penegakan aturan, dan ruang lingkup diskresi manajemen atas pelaporan keuangan.

Saran untuk Para Analis
Para analis harus sesering mungkin bertemu dengan manajemen untuk mengevaluasi insentif pelaporan keuangan dan kebijakan akuntansi mereka. Banyak perusahaan di negara berkembang sangat tertutup dan para manajer mungkin tidak memiliki insentif  yang kuat untuk melakukan pengungkapan yang lengkap dan kredibel.
Akhirnya, teknologi komunikasi seperti World Wide Web memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap seluruh tahap riset keuangan. Banyak perusahaan dan negara sekarang telah memiliki situs web yang membuat setiap orang yang tertarik menjadi lebih mudah untuk memperoleh informasi.

E. Analisis Kuangan Internasional
Tujuan analisis keuangan adalah untuk mengevaluasi kinerja perusahaan pada masa kini dan masa lalu, dan untuk menilai apakah kinerjanya dapat dipertahankan. Analisis rasio dan analisis arus kas merupakan alat yang penting dalam melakukan analisis keuangan. Analisis rasio mencakup perbandingan rasio antara suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya dalam industri yang sama, perbandingan rasio suatu perusahaan antar waktu atau dengan periode fiskal lain dan atau perbandingan rasio terhadap beberapa acuan yang baku.
Analisis arus kas berfokus pada laporan arus kas yang memberikan informasi mengenai arus kas masuk dan keluar yang di klasifikasikan menjadi aktiva operasi, investasi, dan pendanaan, serta pengungkapan mengenai aktivitas investasi dan pendanaan non kas secara periodik untuk menjawab banyak pertanyaan mengenai kinerja dan manajemen perusahaan.

Analisis Rasio
Terdapat dua masalah dalam menganalisis rasio dalam lingkungan internasional. Yang pertama, apakah perbedaan lintas negara dalam prinsip akuntansi menyebabkan perbedaan yang signifikan dalam angka laporan keuangan yang dilaporkan perusahaan dari negara yang berbeda? Kedua, seberapa jauh perbedaan dalam budaya serta kondisi persaingan dan ekonomi lokal mempengaruhi interprstasi ukuran akuntansi dan rasio keuangan, meskipun pengukuran akuntansi dari negara yang berbeda disajikan ulang agar tercapai daya banding akuntansi?
Adanya perbedaan besar antarnegara dalam profitabilitas, pengungkit, dan rasio serta jumlah laporan keuangan lainnya yang berasal dari faktor akuntansi dan non- akuntansi.

Analisis Arus Kas
Analisis arus kas memberikan masukan mengenai arus kas dan manajemen suatu perusahaan . laporan arus kas sangat mendetail diwajibkan menurut GAAP AS, GAAP Inggris, IFRS, dan standar akuntansi di sejumlah negara yang jumlahnya makin bertambah. Ukuran yang berkaitan dengan arus kas sangat bermanfaat khususnya dalam analisis internasional karena tidak terlalu dipengaruhi oleh perbedaan prinsip akuntansi, bila dibandingkan dengan ukuran- ukuran berbasis laba. Apabila laporan arus kas tidak disajikan, sering kali ditemukan kesulitan untuk menghitung arus kas dari operasi dan ukuran arus kas lainnya dengan menyesuaikan laba berbasis akrual. Banyak perusahaan tidak mengungkapkan informasi yang diperlukan untuk membuat penyesuaian tersebut.

Mekanisme untuk Mengatasinya
Beberapa analis menyajikan ulang ukuran akuntansi asing menurut sekelopok prinsip yang diakui secara internasional, atau sesuai dengan dasar lain yang lebih umum. Beberapa yang lain mengembangkan pemahaman yang lengkap atas praktik akuntansi di sekelompok negara tertentu dan membatasi analisis mereka terhadap perusahaan yang berlokasi di negara- negara tersebut.
Brown, Soybel, dan Stickney menggambarkan penggunaan algoritma penyajian ulang untuk meningkatkan perbandingan kinerja keuangan lintas negara. Algoritma penyajian ulang relatif sederhana cukup efektif untuk digunakan. Satu pendekatan adalah memfokuskan pada beberapa perbedaan laporan keuangan yang paling material, dimana tersedia cukup informasi untuk melakukan penyesuaian yang dapat diandalkan.

F. Analisis Prospektif Internasional
Analisis prospektif mencakup tahap peramalan dan penilaian. Ketika melakukan peramalan para analis membuat ramalan mengenai prospek perusahaan secara eksplisit berdasarkan strategi usaha, catatan akuntansi, dan analisis keuangan. Ketika melakukan penilaian, analis merubah ramalan kuantitatif menjadi suatu estimasi nilai perusahaan. Penilaian digunakan secara implisit maupun eksplisit dalam banyak kegiatan usaha.
Para pakar dalam penialaian internasional memberikan peringatan berikut ini kepada mereka yang melakukan analisis prospektif internasional: “setiap aturan yang telah anda pelajari di negara asal anda menjadi tidak berlaku diluar negeri”. Fluktuasi kurs, perbedaan akuntansi, perbedaan praktik, dan kebiasaan bisnis, perbedaan pasar modal, dan banyak faktor lainnya memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap peramalan dan penilaian internasional.

G. Isu Lebih Lanjut
Keempat tahap analisis usaha dipengaruhi oleh faktor- faktor berikut ini:
  1. Akses informasi
  2. Ketepatan waktu informasi
  3. Hambatan bahasa dan terminology
  4. Masalah mata uang asing
  5. Perbedaan dalam jenis dan format laporan keuangan
Akses Informasi
Informasi mengenai ribuan perusahaan dari seluruh dunia telah tersedia secara luas dalam beberapa tahun terakhir. Sumber informasi dalam jumlah tak terhitung banyaknya muncul melalui World Wide Web. Perusahaan di seluruh dunia saat ini memiliki situs web dan laporan tahunannya tersedia secara cuma- cuma dari berbagai sumber internet dan lainnya. Banyak perusahaan juga menjawab permintaan atas laporan tahunan dan dokumen.
Banyak database komersial menyediakan akses terhadap data keuangan dan pasar saham ribuan puluhan ribu perusahaan diseluruh dunia. Perusahaan yang tercakup dalam database komersial ini umumnya perusahaan besar yang laporan keuangannya menarik perhatian para pengguna dan investor.
Sumber informasi lain yang juga berharga adalah publikasi pemerintah, organisasi riset ekonomi, organisasi internasional PBB, organisasi akuntansi, audit, dan pasar surat berharga.

Ketepatan Waktu Informasi
Ketepatan waktu laporan keuangan, laporan tahunan, laporan kepada pihak regulator, dan siaran pers yang menyangkut lapran akuntansi berbeda- beda di tiap negara. Jangka waktu pelaporan keuangan dapat di estimasi dengan membandingkan akhir tahun fiskal sebuah perusahaan dengan tanggal laporan audit. Tanggal terakhir ini dianggap sebagai tanggal indikasi kapan informasi keuangan perusahaan pertama kali tersedia untuk masyarakat umum. Tabel rata2 penundaan tanggal akhir tahun & tanggal laporan auditor:

Jumlah Hari
Negara
1-30
Tidak ada
31-60
Brasil,Kanada,Meksiko,Korea Selatan,Taiwan,USA
61-90
Argentina,Australia,Denmark,Jepang,Belanda,Singapura,Spanyol,Inggris Raya
91-120
Perancis, Jerman, Hongkong
121 lebih
Pakistan


Forst mencatat perbedaan internasional lebih lanjut dalam ketepatan waktu siaran pers yang menyangkut laba. Ia mendefinisikan jangka waktu sebagai rata- rata jumlah hari antara akhir tahun fiskal suatu perusahaan dan tanggal siaran pers. Perbedaan dalam ketepatan waktu informasi akuntansi menambah beban para pembaca laporan keuangan perusahaan asing. Beban ini semakin besar untuk perusahaan yang memiliki lingkungan yang senantiasa berubah- ubah. Agar penilaian yang dilakukan bermakna, diperlukan penyesuaian terus- menerus atas jumlah yang dilaporkan, dengan menggunakan alat konvensional ataupun tidak konvensional.

Pertimbangan Mata Uang Asing
Sebagian besar perusahaan diseluruh dunia menetapkan dominasi akun keuangan dalam mata uang domisili nasional mereka dan membuat para analis menghadapi dua permasalahan, yaitu: 1. Berkaitan dengan kemudahan pembaca, 2, menyangkut isi informasi. Bagi seorang pembaca yang terbiasa dengan dolar akan kebingungan apabila dinyatakan dengan euro. Cara untuk mengatasinya adalah dengan mentranslasikan saldo mata uang asing kedalam mata uang domestik. Penggunaan kurs untuk mentranslasikan akun- akun dalam mata uang asing dapat mendistorsikan pola keuangan yang terjadi dalam mata uang lokal.
Meskipun lebih disukai untuk melakukan analisis laporan keuangan luar negeri dalam mata uang lokal, kita lebih menyukai penggunaan kurs tahun terakhir sebagai kurs translasi kemudahan bagi para pembaca yang lebih menyukai angka dalam mata uang domestik.
Apabila laporan yang telah ditranslasikan memberikan kemudahan bagi para pembaca dalam melihat akun- akun mata uang asing dalam suatu mata uang yang telah dikenal umum, maka dapat timbul gambaran sebenarnya mengalami distorsi. Secara khusus, perubahan kurs valuta asing dan prosedur akuntansi secara bersamaan sering kali menghasilkan nilai ekuivalen dalam mata uang domestik yang bertentangan dengan peristiwa yang mendasarinya.

Perbedaan dalam Format Laporan
Format neraca dan laporan laba rugi berbeda- beda disetiap negara. Perbedaan klasifikasi secara internasional juga cukup banyak terjadi. Buku acuan Transactional Accounting dapat digunakan secara lengkap perlakuan perbedaan klasifikasi lainnya yang ada di tiap- tiap negara. Meski menyulitkan, perbedaan format laporan keuangan tidak terlalu penting karena struktur dasar laporan keuangan cukup mirip diseluruh dunia. Dengan demikian, kebanyakan perbedaan biasanya dapat direkonsiliasikan dengan sedikit usaha.

Hambatan Bahasa dan Terminologi
Perbedaan bahasa antarnegara dapat menimbulkan hambatan informasi bagi para pengguna laporan kuangan. Kebanyakan perusahaan yang berdomisili di negara- negara yang tidak menggunakan bahasa inggris menerbitkan laporan tahunannya dalam bahasa negara asal. Namun demikian, semakin banyak perusahaan yang relatif besar yang berada di perekonomian maju menyediakan laporan tahunan dalam bahasa inggris.

Secara substansial, banyak isu substansial yang dihadapi para pengguna laporan keuangan internasional. Mungkin isu yang paling sulit adalah yang berkaitan dengan mata uang asing mungkin akan menimbulkan pengaruh yang sangat besar dalam akuntansi internasional selama beberapa waktu. Sebaliknya, masalah yang berkaitan dengan ketersediaan dan kredibilitas informasi secara perlahan semakin berkurang karena semakin banyak perusahaan, otoritas berwenang dan bursa efek yang mengakui pentingnya untuk memperbaiki akses investor terhadap informasi yang tepat waktu dan kredibel.

BAB III
K E S I M P U L A N
          Analisis strategi usaha merupakan langkah penting pertama dalam analisis laporan keuangan. Analisis ini memberikan pemahaman kualitatif atas perusahaan dan para pesaingnyaterkait dengan lingkungan ekonominya. Analisis akuntansi adalah menganalisis sejauh mana hasil yang dilaporkan perusahaan mencerminkan realitas ekonomi. Analisis keuangan adalah untuk mengevaluasi kinerja perusahaan pada masa kini dan masa lalu, dan untuk menilai apakah kinerjanya dapat dipertahankan. Analisis rasio dan analisis arus kas merupakan alat yang penting dalam melakukan analisis keuangan. Analisis prospektif mencakup tahap peramalan dan penilaian. Ketika melakukan peramalan para analis membuat ramalan mengenai prospek perusahaan secara eksplisit berdasarkan strategi usaha, catatan akuntansi, dan analisis keuangan.


DAFTAR PUSTAKA

  • Choi, Frederick. D. S. dan Gary K. Meek.2010.International Accounting Edisi 5 Buku 2.Jakarta:Salemba Empat

Minggu, 04 Mei 2014

Mengetahui Wilayah Suara Anda atau Seorang Penyanyi

Tips Mengetahui Wilayah Suara Anda atau Seorang Penyanyi

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan wilayah vokal dan karakter suara kita dengan menggunakan beberapa rumus yang rumit. Namun pada kesempatan ini akan ditawarkan satu cara yang sangat sederhana yang bisa dipraktekkan oleh siapa pun.
Ikutilah suara lagu-lagu dibawah ini tanpa menggunakan falsetto (suara dalam/palsu). Caranya, putarlah rekaman lagu-lagu di bawah ini dan ikutilah suara sang Vokalis saat ia bernyanyi, dengan menyamai ketinggian suaranya

Untuk Wanita :

1.Lagu : Menghitung Hari (KD), Snow On Sahara (Anggun)
2.Lagu : Aku baik-baik saja (Ratu), Tirai (Dewi Gita), Terlena (Ike Nurjanah)
3.Lagu: 1 bait pertama lagu Burung Camar (Vina Panduwinata), 1 bait pertama Aku Baik-Baik Saja (Ratu)
4.Lagu: Cinta (Vina Panduwinata), Burung Camar (Vina Panduwinata)
5.Lagu: Hero (Mariah Carey), I will Always Love You (Whitney Houston), The Power Of Love (Celine Dion), My Heart Will Go On (Celine Dion)

Kunci:
Jika anda bisa menirukan 100 % dengan tepat pada nada dasar aslinya, tanpa menggunakan falsetto, tercekik, atau terlalu rendah pada poin-poin di atas tadi, maka anda adalah:
1.Lagu pada poin 1 anda adalah seorang Sopran
2.Lagu pada poin 2 anda adalah seorang Mezzo Sopran
3.Lagu pada poin 3 anda adalah seorang Alto
4.Jika anda bisa melakukan pada poin 4 di atas, maka suara anda memiliki ring suara atau wilayah suara yang panjang. Anda bisa menjadi penyanyi Alto, Mezzo Sopran, atau pun Sopran
5.Jika anda bisa melakukan pada poin 5, maka anda memiliki ring suara yang sangat jauh (panjang), dari paling rendah hingga paling tinggi. Dan suara anda tergolong langka di dunia. Bisa mencapai 5-7 oktav jika diukur menggunakan sebuah piano. Dan bisa menjadi seorang penyanyi hebat



Untuk Pria

1.Lagu: Sewu Kutho (Didi K), Menunggu (Ridho Rhoma), Kangen (Dewa 19), Musisi (God Bless), Dea Lova (Once), English Man In New York (Sting), Chareless Whisper (George Michael)
2.Lagu: Bukan Cinta Biasa (Afgan), Terima Kasih Cinta (Afgan), Can’t Help Falling In Love (Julio Iglesias)
3.Lagu : 1 bait pertama Lagu My Way (Frank Sinatra), 2 baris pertama Biar Bulan Bicara (Broery Marantika)
4.Lagu : You Raise Me Up (Josh Groban), Biar Bulan Bicara (Broery Marantika), Hati Yang Terluka (Broery Marantika)
5.Lagu : Wild World (Mr. Big), Final Count Down (Europe), She’s Gone (Steel Heart), November Rain (GNR), Forever In One (Helloween)

Kunci:
Jika anda bisa menirukan 100 % dengan tepat pada nada dasar aslinya, tanpa menggunakan falsetto, tercekik, atau terlalu rendah pada poin-poin di atas tadi, maka anda adalah:
1.Lagu pada poin 1 anda adalah seorang Tenor
2.Lagu pada poin 2 anda adalah seorang Bariton
3.Lagu pada poin 1 anda adalah seorang Bass
4.Jika anda bisa melakukan pada poin 4, maka suara anda memiliki ring suara atau wilayah suara yang panjang. Anda bisa menjadi penyanyi Bass, Bariton, bahkan Tenor
5.Jika anda bisa melakukan pada poin 5, maka anda memiliki ring (wilayah) suara yang sangat jauh (panjang) dari paling rendah hingga paling tinggi. Dan suara anda tergolong langka di dunia. Bisa mencapai 4-6 oktav jika diukur mengguanakan piano. Dan bisa menjadi seorang penyanyi berpotensi tinggi.

PERHATIAN !!!
JANGAN MEMAKSAKAN SUARA ANDA UNTUK MENGIKUTI SUARA SEORANG PENYANYI YANG BERSUARA SANGAT TINGGI.
BERBAHAYA!
PITA SUARA ANDA AKAN TERLUKA. DAN JIKA SUDAH TERLUKA ANDA TIDAK AKAN BISA BERNYANYI ATAU BERSUARA SEBAIK SEBELUMNYA!
 
sumber : http://keyboardiz.com

Membuat Variasi Dasar Permainan Melodi Tangan Kanan

Membuat Variasi Dasar Permainan Melodi Tangan Kanan

Banyak orang sering merasa terheran-heran, bagaimana seorang musisi panggung dapat memainkan melodi menggunakan jari tangan kanannya dengan sangat cepat pada sebuah keyboard atau piano? Mereka mendapatkan jawaban singkat dan lugas atas keheranannya tersebut, yaitu musisi itu melakukannya dengan cara menghafal semua not pada lagu yang dimainkannya.

Di satu sisi, jawaban itu benar, meskipun tidaklah sepenuhnya.

Para penonton tidak mengetahui, bahwa pada saat bermain live di atas panggung, banyak sekali unsur yang dapat mengganggu konsentrasi seorang pemusik, diantaranya: Suara alat musik, suara penonton, lampu panggung, suhu udara, rasa nervous, dll. Hal ini sangat mengganggu kerja otak kiri manusia yang pada dasarnya digunakan untuk menghafal, termasuk dalam menghafal not.
Dan yang terparah, para penonton sama sekali tidak memperhatikan bahwa banyak musisi besar memainkan alat musiknya secara un-visual (tanpa melihat). Bagaimana mungkin memainkan not yang begitu banyak dengan kecepatan luar biasa tanpa melihat, dapat tercipta dari sebuah hafalan?

Tidak mungkin.

Lalu bagaimana cara para musisi tersebut memainkan keajaiban tersebut?

Jawabannya pun tidak pendek.

Para musisi tersebut adalah orang-orang yang telah menguasai teori musik secara penuh: mulai interval nada, transposisi nada, harmonisasi nada, tempo lagu, dan banyak lagi. Namun yang terpenting dari semua itu adalah mereka berhasil mengetahui rahasia harmonisasi nada dari setiap nada dasar yang ada. Dan mereka mengingat betul nada-nada apa saja yang tidak boleh disentuh dari sebuah nada dasar tertentu atau pada aliran musik tertentu, karena jika nada itu sampai tersentuh, maka akan fals.

Pada dasarnya menciptakan melodi tangan kanan setidaknya dapat dirumuskan dengan 2 hal:

1. Mengetahui solmisasi (7 nada) dari setiap nada dasar yang ada. Dalam teori musik, dipastikan 7 nada itu tidak akan menghasilkan suara yang fals sedikit pun. Berarti, semua nada diatasnya yang bernilai setengah dengan jarak satu interval dari nada murni, adalah fals.

Contoh:

- Jika dari nada dasar C=Do, Pada dasarnya semua tuts putih adalah harmoni (tidak fals), dan semua tuts hitam adalah fals. Kecuali jika kita memegang sebuah Chord yang menggunakan nada bertuts hitam, maka tuts putih di bawahnya otomatis menjadi fals.

- Jika ingin menciptakan permainan harmonisasi nada-nada musik Cina dari C=1 (Do), maka semua tuts hitam adalah harmonis, dan semua nada ber tuts putih akan fals.

- Jika ingin memainkan harmonisasi nada sunda dari nada dasar C=1, maka kita hanya dapat memainkan Pentatonik (5 nada: 1,3,4,5,7). Nada 2, 6, dan semua tuts hitam adalah fals.

2. Memainkan nada-nada pembentuk Chord yang sedang dimainkan tangan kiri, saat kita sedang memainkan sebuah lagu. Contoh: Jika tangan kiri sedang memegang Chord C, maka nada 1,3,5 bisa menjadi variasi bagi permainan tangan kanan. Dan jika tangan kiri menekan Chor G, maka 5,7,2 bisa menjadi variasi tangan kanannya.

Dari 2 poin diatas. Poin 2 lebih akan mendapatkan permainan melodi tangan kanan yang lebih harmonis dari poin 1. Mengapa? Karena pada dasarnya poin 2 memainkan nada-nada yang sama dari nada-nada pembentuk Chord yang sedang dimainkan dengan tangan kiri.

Jika kita bisa memahami hal-hal yang sangat sederhana di atas, maka kita pun bisa mulai mempelajari teori dasar bagaimana para musisi kelas dunia tersebut memainkan melodi pada alat musiknya, bahkan secara un-visual.

sumber : http://keyboardiz.com