Sabtu, 19 Juli 2014

Akuntansi Komparatif II: Amerika dan Asia

Rangkuman Akutansi Internasional
Bab IV 
Akuntansi Komparatif II: Amerika dan Asia

PENDAHULUAN


 Dalam materi ini akan dibahas mengenai sistem akuntansi di 5 negara, yaitu 2 negara di benua Amerika  (Amerika Serikat dan Meksiko)dan 3 negara di Benua Asia (India, China, dan Jepang). Alasan menggunakan kelima negara tersebut antara lain, Amerika dan Jepang merupakan 2 negara dengan tingkat perkembangan ekonomi yang tinggi, menjadi pusat  perekonomian dan negara pendiri Komite Standart  Akuntansi Internasional (IASB – International Accounting Standart Board). Sementara Meksiko, India dan China merupakan negara dengan perekonomian yang baru”muncul”.  Selain itu, sistem akuntansi di Meksiko memiliki bentuk yang hampir serupa dengan akuntansi dinegara-negara latin lainnya. Sedangkan China merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia dan perekonomiannya berubah dari perekonomian terpusat menjadi market-oriented. Begitu juga dengan negara India yang merupakan negara dengan populasi terbesar kedua setelah China.

LIMA SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN NASIONAL
  1. AMERIKA SERIKAT
  1. Regulasi  dan Pelaksanaan Akuntansi
Sistem  akuntansi di Ameriak Serikat bersifat Common Law dan diatur oleh sektor khusus Dewan Standart  Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Standard Board- FASB), namun untuk kewenangannnya dibawah SEC ( Securities and Exchange Commisson). Yaitu, SEC memiliki kewenangan penuh untuk menjelaskan standart akuntansi dan laporan perusahaan publik akan tetapi bergantung pada sektor swsta dalam penerapan standardisasi tersebut.  FASB dibentuk pada tahun 1973 dan pada Desember 2006 telah mengeluarkan Laporan Standart Akuntansi Keuangan 158 ( 158 Statement of Financial Accounting Standards-SFASs) dengan tujuan  untuk menyediakan informasi yang berguna untuk para investor baik yang telah maupun yang berpotensi menjadi investor, kreditor, dan lainnya yang memutuskan untuk mengembil kredit, investasi dsb.
Prinsip Akuntansi yang Berlaku umum (Generally Accepted Accounting Principles- GAAP) terdiri atas seluruh standar akuntansi keuangan, peraturan, dan regulasi yang harus dipatuhi dalam mempersiapkan laporan keuangan dengan komponen utama dari GAAP ini adalah SFASs.  Pada tahun 2002 FASB dan IASB menandatangani Norwalk Agreement dengan tujuan untuk menghilangkan perbedaan yang muncul diantara standardisasi mereka serta mengkoordinasikan agenda pengaturan standardisasi sehingga permasalahan utama yang muncul dapat diselesaikan bersama. Pada tahun yang sama , 2002, ditandatangani UU Sarbanes-Oaxley Act yang secara signifikan memperluas persyaratan AS dalam perusahaan pemerintah, penjelasan, dan laporan serta regulasi proesi audit.
  1. Laporan Keuangan
Laporan Keuangan di Amerika Serikat meliputi:
  1. Laporan Manajemen
  2. Laporan auditor independen
  3. Laporan Keuangan Primer (Laporan Laba-Rugi, neraca, laporan arus kas, laba-rugi komprehensif, perubhan ekuitas pemegang saham)
  4. Diskusi manajemen dan analisa hasil operasional  dan kondisi keuangan
  5. Penjelasan mengenai kebijakan akuntansi dengan dampak yang paling kritis pada laoran keuangan
  6. Catatan atas laporan keuangan
  7. Perbandingan data keuangan selama 5 atau 10 tahun
  8. Data triwulan terpilih
  1. Patokan Akuntansi
  • Penggabungan bisnis dihitung seperti sebuah pembelian
  • Goodwill dikapitalisasi sebagai selisih antara harga pasar yang dipertimbangkan dengan harga pasar dibwah aet bersih yang diperoleh
  • Aset berwujud dan tidak berwujud  inilai dengan harga perolehan
  • Persediaan menggunakan metode FIFO, LIFO dan average
  • LIFO digunakan untuk tujuan kepentingan pajak
  • Penyesuaian mata uang asing megikuti  persyaratan dari SFASs no.52 yang berdsarkan pada tambahan fungsional mata uang asing untuk menentukan metodologi penyesuaian pertukaran mata uang asing
  • Penyusutan dan amorrtisasi  ditentukaan dengan estimasi umur ekonomis
  • Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan saat terjadinya
  1. MESIKO
  1. Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Sistem akuntansi negara Meksiko adalah Code Law, dan standardisasi akuntansinya dikeluarkan oleh Council for Research  and Development of Financial Information Standards (Consejo Mexicano Para La  Investigacion y Dessarollo de Normas de Informacion  Financiera – CINIF). Untuk standardsasi proses audit dikeluarkan oleh Mexican Institute of Public Accountants(Instituto Mexicano de Contadores Publicos) melalui Auditing standards and Procedures Commision. Sistem akuntansi di Meksiko menggunakan pendekatan sistem Inggris-Amerika atau Anglo-Saxon, daripada pendekatan Eropa Kontinental. Prinsip akuntansi di Meksiko tidak membedakan antara perusahaan besar  dan kecil serta dapat diaplikasikan ke semua bidang bisnis.
  1. Laporan Keuangan
Laporan keuangan di Meksiko harus disesuaikan dengan tingkat inflasi yang terjadi, dan harus meliputi:
  1. Neraca
  2. Laporan Laba-Rugi
  3. Laporan perubahan ekuitas pemegang saham
  4. Laporan perubahan posisi keuangan
  5. Catatan, merupakan bagian yang melengkapi laporan perubahan posisi keuangan, yang meliputi antara lain :
  1. Kebijakan akuntani pada perusahaan
  2. Ketersediaan material
  3. Komitmen untuk pembelian saham substansial atau dibawah hak kontrak
  4. Penjelasan mendetail mengenai utang jangka panjang dan kurs mata uang asing
  5. Batasan Dividen
  6. Jaminan
  7. Rencana pensiun pegawai
  8. Transaksi  dengan perusahaan sejawat
  9. Pajak
  1. Patokan Akuntansi
Bisnis gabungan menggunakan metode pembelian
  • Goodwill  merupakan kelebihan harga pembelian terhadap nilai sekarang aset bersih yang didapatkan
  • Aset berwujud/ tidak berwujud didepresiasi / diamortisasi  berdasarkan masa manfaatnya (biasanya tidak lebih dari 20tahun)
  • Biaya penelitian dibebankan saat terjadinya, dan biaya pengembangan dikapitalisasi dan diamortisasi saat kemungkinan teknoligi hadir
  • Sewa guna usaha termasuk ke dalam financial lease atau operational lease
  • Kerugian bersyarat diakui ketika mungkin terjadi dan dapat diukur
  • Cadangan tak terduga tidak dapat diterima oleh GAAP Meksiko
  • Pajak tangguhan disediakan dengan menggunakan metode kewajiban
  1. JEPANG
Pembukuan dan laporan keuangan di Jepang menggambarkan adanya percampuran dari pengaruh domestik dan internasional. Untuk memahami sistem pembukuan Jepang, kita harus memahami budaya, praktik bisnis dan sejarah Jepang. Perusahaan Jepang memiliki ketertarikan ekuitas tersendiri, dan sering kali bergabung dengan firma milik pribadi yang lain. Keterhubungan daerah investasi industri konglomerat  raksasa ini disebutkeiretsu.
  1. Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Pemerintah nasional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap akuntansi Jepang. Regulasi akuntansi berdasarkan pada tiga badan hukum: undang-undang perusahaan (companuy low), undang-undang pertukaran dan sekuritas (securities and exchange law), dan undang-undang pajak penghasilan perusahaan (corporate income tax law). Ketiga badan hukum tersebut saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain yang disebut sebagai “sistem legal triangular.
Undang-undang perusahaan diatur oleh Ministry of Justice(MOJ). Hukum tersebut merupakan inti dari regulasi akuntansi di Jepang dan yang paling memiliki pengaruh besar. Semua perusahaan yang didirikan berdasrkan undang-undang perusahaan diwajibkan untuk memenuhi ketentuan akuntansi.
Berdasarkan Undang-undang perusahaan, laporan keuangan serta jadwal yang mendukung pada perusahaan kecil dan menengah merupakan subjek untuk audit hanya oleh auditor yang berwenang. Baik auditor berwenang atau independen, keduanya harus mengaudit laporan keuangan yang dipublikasikan oleh perusahaan sesuai dengan undang-undang pertukaran dan sekuritas. Auditor yang berwenang tidak memerlukan kuallifikasi profesional dan ditugasi oleh perusahaan secara penuh. Audit berwenang biasanya fokus pada manajerial direktur dan baik bekerja sesuai dengan kewenangannya tau tidak. Auditor independen melibatkan pemeriksaan terhadap laporan dan catatan keuangan, serta harus dilakukan oleh akuntan publik bersertifikasi (certified public accountans - CPAs).
  1. Laporan Keuangan
Perusahaan yang bergabung di bawah undang-undang perusahaan dibutuhkan untuk mempersiapkan laporan yang berwenang untul disetujui pada saat rapat pemegang saham, yang isinya antara lain:
  1. Neraca
  2. Laporan Laba Rugi
  3. Laporan atas perubahan ekuitas pemegang saham
  4. Laporan bisnis
  5. Jadwal terkait
  1. Patokan Akuntansi
Metode pooling of interest (penyatuan saham) untuk bisnis gabungan digunakan pada situasi tertentu saja di mana tidak ada perusahaan yang mengontrol perusahaan lainnya. Sebaliknya, bisnis gabungan dihitung karena pembelian. Goodwill dihitung dengan dasar harga pasar aset bersih yang didapatkan dan diamortisasi lebih dari 20 tahun atau kurang serta subjek terhadap tes penurunan nilai. Metode ekuitas digunkan untuk investasi dalam perusahaan afiliasi ketika perusahaan induk memberikan pengaruh signifikan daripada kebijakan operasional dan finansial. Metode ekuitas juga digunkan untuk menghitung proyek gabungan, gabungan yang profesional tidak diperbolehkan. Dibawah standar stimulasi mata uang, aset dan kewajiban dari anak perusahaan asing dihitung dengan tingkat kurs saat itu (akhir tahun), pendapatan dan beban dalam rata-rata, serta penyesuaian pertukaran mata uang asing berada dalam ekuitas pemegang saham.
Persediaan yang harus dihitung apakah cocok dengan biaya atau lebih rendah atau nilai keuntungan bersih. FIFO, LIFO, serta metode biaya rata-rata semuanya menerima metode cost flow (arus biaya), dengan rata-rata yang paling populer. Investasi dalam saham dinilai pada harga pasar. Aset tetap dinilai pada biaya dan didepresiasi yang berkenaan dengan hukum perpajakan. Metode declining balance (saldo menurun) merupakan metode depresiasi paling umum. Aset bersih juga diuji dengan penurunan nilai.
Kontrak sewa yang memindahkan kepemilikan terhadap penyewa dikapitalisasi. Sewa menyewa keuangan lainnya mungkin kapitalisasi atau dianggap sebagai kontrak operasional. Pajak tangguhan dipersiapan untuk perubahan sepanjang waktu dengan menggunkan metode kewajiban. Kerugian bersyarat dipersiapkan hingga terbuka kemungkinan dan dapat diperkirakan. Dibutuhkan cadangan: setiap tahun perusahaan harus mengalokasikan dejumlah minimal 10 persen kas dividen dan bonus yang dibayarkan pada direktur dan auditor berwang hingga cadangan mencapi 25 persen dari saham.
  1. CINA
  • Pada akhir tahun 1970-an, pemimpin Cina mulai menggerakkan ekonomi dari program terpusat gaya Soviet menuju sistem yang lebih berorientasi pasar namun masih dalam kendali partai komunis.
  • Ekonomi Cina saat ini digambarkan sebagao ekonomi hibrid, di mana negara mengontrol komoditas dan industri strategis, sementara industri lainnya, seperti perdagangan dan sektor swasta, ditumbuhkan dengan sistem berorientasi pasar.
  • Melihat perkembangan sistem ekonomi yang ada di Cina, maka sistem dan aturan akuntansi di Cina juga berubah seiring adanya reformasi ekonomi yang terjadi.
  1. Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
  • Pada tahun 1992, Departemen Keuangan mengeluarkanAccounting Standards for Business Enterprises (ASBE).
  • ASBE adalah sebuah konsep kerangka kerja yang dirancang untuk menuntun perkembangan standar baru akuntansi yang ada yang pada akhirnya menyeragamkan praktik do mestik dan menyeragamkan praktik akuntansi Cina fengan praktik internasional.
  • Kemudian, pada tahun 1998 Cina mendirikan Komite Standar Akuntansi Cina (The China Accounting Standards Committee-CASC) sebagai lembaga berwenang dalam departemen keuangan yang bertanggungjawab untuk mengembangkan standar akuntansi.
  • Pada akhirnya, tahun 2006 susunan baru ASBE dikeluarkan, dan ASBE ini menyajikan ketentuan standar akuntansi Cina yang pada hakikatnya sejalan dengan IFRS.
  1. Pelaporan Keuangan
  • Periode pembukuan diminta sesuai dengan kalender tahunan.
  • Laporan Keuangan terdiri atas:
  1. Neraca
  2. Laporan laba rugi
  3. Laporan arus kas
  4. Laporan perubahan ekuitas
  5. Catatan
  1. Patokan Akuntansi
  • Penggabungan usaha dicatat menggunakan metode pembelian.
  • Kapitalisasi dan Uji penurunan nilai tahunan diberlakukan untuk goodwill.
  • Untuk menghitung usaha gabungan digunakan metode ekuitas.
  • Penilaian aset menggunakan basis harga perolehan.
  • Biaya depresiasi didasarkan pada basis ekonomi.
  • Penilaian persediaan menggunakan metode FIFO dan rata-rata.
  1. INDIA
  1. Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
  1. Akuntansi dipengaruhi oleh bangsa inggris
  2. Departemen Urusan Perusahaan pada tahun 1956 memperbaharui Akta Perusahaan yang berisikan Kitab Akuntansi. Menurut Akta tersebut, Kitab Akuntansi :
  • Harus memberikan sudut pandang yang adil dan sebenarnya menyangkut status urusan perusahaan
  • Harus tetap pada basis akrual sesuai dengan system akuntansi pencatatan ganda
  1. Lembaga yang bertanggungjawab atas izin profesi Akuntansi, pengembangan standart dan proses audit adalah The Institute of Chartered Accountant of India. Institute tersebut berencana untuk mengadopsi IFRS secara penuh tanpa modifikasi
  2. Standar Akuntansi India atau Indian Accounting Standards(AS) diterbitkan oleh Dewan Akuntansi Standar (Accounting Standards Board), Standart Asuransi dan Auditing atau (Auditing Assurance Standards) diterbitkan oleh Dewan Audit dan Asuransi Standar
  3. Pengawasan terhadap pasar modal ada pada Securities and Exchange Board of India (SEBI)
  1. Pelaporan Keuangan
  1. Neraca dua tahun
  2. Laporan Laba Rugi
  3. Laporan Arus Kas
  4. Kebijakan Akuntansi dan Catatan
  1. Pengukuran Akuntansi
  • Penggabungan
Untuk penggabungan usaha tidak ada standar akuntansinya, tetapi sebagian besar menggunakan metode pembelian, yang disebut dengan amalgamation
  • Goodwill
Dikapitalisasi, diamortisasi dan diuji impairmentnya (pengurangannya).
  • Penilaian asset tetap memakai nilai wajar dan harga perolehan, sedangkan asset tidak berwujud diamortisasi lebih dari 10 tahun
  • Biaya persediaan dihitung yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai yang dapat direalisasi, FIFO, dan rata-rata
  • Sewa pembiayaan dikapitalisasi dalam nilai lancar pasar dan didepresiasi terhadap masa penggunaan sewa
  • Sewa operasional dicatat sebagai biaya dengan metode garis lurus
RANGKUMAN PERBEDAAN PRAKTIK AKUNTANSI

Amerika Serikat
Meksiko
Jepang
Cina
India
  1. Penggabungan usaha: pembelian atau pooling
Pembelian
Pembelian
Keduanya
Pembelian
Keduanya
  1. Goodwill
Kapitalisasi dan uji penurunan nilai
Kapitalisasi dan uji penurunan nilai
Kapitalisasi, dan amortisasi dan uji penurunan nilai
Kapitalisasi dan uji penurunan nilai
Kapitalisasi, dan amortisasi dan uji penurunan nilai
  1. Assosiasi
Metode ekuitas
Metode ekuitas
Metode ekuitas
Metode ekuitas
Metode ekuitas
  1. Penilaian asset
Harga perolehan
Penyesuaian kisaran harga
Harga perolehan
Harga perolehan
Harga perolehan
  1. Biaya depresiasi
Berbasis ekonomi
Berbasis ekonomi
Berbasis pajak
Berbasis ekonomi
Berbasis ekonomi
  1. Penilaian persediaan LIFO
Boleh
Tidak digunakan
Boleh
Dilarang
Dilarang
  1. Kemungkinan rugi
Diakui (accrued)
Diakui (accrued)
Diakui (accrued)
Diakui (accrued)
Diakui (accrued)
  1. Sewa pembiayaan
Dikapitalisasi
Dikapitalisasi
Dikapitalisasi
Dikapitalisasi
Dikapitalisasi
  1. Pajak tangguhan
Diakui (accrued)
Diakui (accrued)
Diakui (accrued)
Diakui (accrued)
Diakui (accrued)
  1. Cadangan untuk memuluskan pendapatan
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Beberapa


REFERENSI

Choi, F. D., & Meek, G. K. (2005). International Accounting . Jakarta: Salemba Empat.

Jumat, 18 Juli 2014

Renungan Harian : Sabtu, 19 Juli 2014 (Hari Biasa Pekan XV)

Mik 2:1-5
Mzm 10:1-2.3-4.7-8.14
Mat 12:14-21
Sekali peristiwa orang-orang Farisi bersekongkol untuk membunuh Yesus. Tetapi Yesus tahu maksud mereka, lalu menyingkir dari sana. 

Ketika tahu banyak orang Farisi bermaksud jahat tehadap-Nya, yakni ingin membunuh-Nya, Yesus memilih untuk pergi dan menyingkir. Padahal, Yesus juga mempunyai banyak pengikut untuk melawan mereka. Tampa melibatkan para pengikut-Nya pun, Yesus sebenarnya bisa melawan dan menghancurkan mereka. Lha wong roh jahat dan badai yang mengamuk di lautan saja bisa dengan mudah Ia kendalikan, apalagi hanya segerombolan orang-orang Farisi. Namun, Yesus memilih untuk tidak melakukan hal itu. Ia tidak mau melawan dan menggunakan kekerasan tetapi memilih jalan damai, yakni dengan cara menyingkir. Hal ini amat berbeda dengan realitas yang kadang/sering kita jumpai dalam masyarakat kita. Ketika merasa ada yang mengancam dan menantang, biasanya orang segera balik mengancam dan menantang. Ketika ada orang yang dirasa mencemarkan nama baiknya atau menista agamanya, orang buru-buru melawan dengan kekerasan. 

Dari sini kita diajak belajar beberapa hal. Pertama, belajar dari Yesus bagaimana menghadapi orang-orang yang bermaksud jahat, yaitu bukan dengan perlawanan dan kekerasan tetapi dengan jalan damai. Sebisa mungkin kita ajak berdialog tapi kalau tidak bisa ya menghindar atau menyingkir. Namun, yang lebih penting dari itu semua adalah kita mau mendoakan mereka (bdk. Mat5:44). Kedua, Kita harus selalu berusaha untuk menghindarkan diri dari pikiran dan keinginan-keinginan jahat karena dengan demikian Tuhan pun bisa jadi menyingkir dari kita. Tuhan memang datang untuk orang berdosa, tapi orang berdosa mau bertobat dan mau mendekati-Nya dengan maksud baik (bdk. Luk 5:32), bukan yang mau mendekatinya dengan maksud jahat seperti orang-orang Farisi tersebut. Ketiga, kalau orang yang berniat jahat dan mengganggap dirinya berkuasa disingkiri oleh Yesus, sebaliknya orang yang lemah dan mengandalkan Dia justru didekati-Nya, diberi-Nya kekuatan dan pertolongan. Sebab, "Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Kepada-Nyalah semua bangsa akan berharap.” (Mat 12:20-21).

Doa: Tuhan, "bebaskanlah kami dari segala yang jahat". Amin. -agawpr-

Selasa, 15 Juli 2014

DREAM TEAM FIFA WORLD CUP 2014

Congratzzz to Germany... Win the World Cup 2014
This is my dream team for World Cup 2014.. There are 22 Players...

TEAM A

Manuel NEUER (GERMANY)
9.33

Stefan DE VRIJ (NETHERLANDS)
9.7

Mats HUMMELS (GERMANY)
9.66

Thiago SILVA (BRAZIL)
9.54

Marcos ROJO (ARGENTINA)
9.51


Toni KROOS (GERMANY)
9.79


Philipp LAHM (GERMANY)
9.39

James RODRIGUEZ (COLOMBIA)
9.37

Arjen ROBBEN (NETHERLANDS)
9.74

Thomas MUELLER (GERMANY)
9.63

NEYMAR (BRAZIL)
9.35


TEAM B

Tim HOWARD (USA)
7.97

DAVID LUIZ (BRAZIL)
9.41

Rafael MARQUEZ (MEXICO)
7.7

Ron VLAAR (NETHERLANDS)
9.48

Daniel VAN BUYTEN (BELGIUM)
9.09

OSCAR (BRAZIL)
9.57

Bastian SCHWEINSTEIGER (GERMANY)
9.18

Angel DI MARIA (ARGENTINA)
9.03

CRISTIANO RONALDO (PORTUGAL)
7.96

Lionel MESSI (ARGENTINA)
9.46

Giovani DOS SANTOS (MEXICO)
7.15

Minggu, 13 Juli 2014

Akuntansi Komparatif I : Eropa

Rangkuman Akutansi Internasional
Bab III
Akuntansi Komparatif I : Eropa
 

 PENDAHULUAN

Pada bab sebelumnya kita mempelajari faktor faktor yang mempengaruhi perkembangan system akuntansi suatu Negara, termasuk sumber keuangan, system hukum, perpajakan. Dalam bab ini akan membahas mengenai komite standar akuntansi international dari keenam Negara, tentunya akan berbeda dengan Negara yang satu dengan yang lain. Di Negara Negara tersebut, perusahaan bebas untuk memilih standar akuntansi yang berbeda terhadap laporan keuanga konsolidasi. Keenam Negara tersebut adalah Prancis, Jerman, Jepang, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat.
Standar akuntansi adalah regulasi atau aturan (termasuk pula hukum dan anggaran dasar) yang mengatur penyusunan laporan Negara. Penetapan standar adalah perumusan atau formulasi standar akuntansi. Namun dalam pratik sebenarnya mungkin berbeda dari yang ditentukan oleh standar.
Empat alasan perbedaan dalam pratik sebenarnya
  1. Dikebanyakan Negara hukuman atas ketidakpatuhan dengan ketentuan akuntansi resmi cenderung lemah dan tidak efektif
  2. Secara sukarela perusahaan boleh melaporkan informasi lebih banyak daripada yang diharuskan
  3. Beberapa Negara memperbolehkan perusahaan untuk mengabaikan standar akuntasi dengan melakukannya operasi dan posisi keuangan perusahaan akan tersajikan secara lebih baik hasil
  4. Di beberapa Negara standar akuntansi hanya berlaku untuk laporan keuangan perusahaan secara tersendiri
  5. Hubungan antara standar akuntansi dan praktik akuntansi sangat rumit dan tidak selalu bergerak dalam satu arah. Dalam beberapa kasus, pratik berasal dari standar, pada kesempatan lain, standar berasal dari pratik.
Enam sistem akuntasi suatu Negara
  1. PRANCIS
Akuntansi di Prancis sangat terkait dengan kode etik sehingga sangat mungkin untuk melewatkan kenyataan bahwa legislasi hukum komersial ( yaitu code de commerce ) dan hokum pajak sebenarnya menentukan banyak praktik akuntasi dan pelaporan keuangan diprancis. Code de Commerce berwal ordinasi Coulbert ( menteri keuangan pada era Louis XIV pada tahun 1673 dan 1681 dan diberlakukan oleh Napoleon pada tahun 1807 sebagai bagian dari system hokum yang diciptakannya. Hokum pajak penghasilan pertama disetujui pada tahun 1914.  Dasar utama aturan akuntansi di prancis adalah hukum akuntansi 1983 dan dekrit akuntansi 1983, yang membuat plan comptable general wajib digunakan oleh seluruh perusahaan. Kedua dokumen tersebut menjadi bagian  dari code de commerce.
Plan comptable general berisi :
  1. Tujuan dan prisip akuntansi serta pelaporan keuangan
  2. Definisi aktiva, kewajiban, ekuitas pemegangn saham, pendapatan dan beban
  3. Aturan pengakuan dan penilaian
  4. Daftar akun standar, ketentuan mengenai penggunaannya dan ketentuan tata buku lainnya
  5. Contoh laporan keuangan dan aturan penyajiannya

  1. REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN AKUNTANSI
Di Prancis terdapat lima organisasi yang terlibat dalam proses penetapan standar yaitu:
  1. Counseil National de la Comptabilite atau CNC (Badan Akuntansi Nasional)
  2. Comita de la Reglementation Comptable  atau CRC (Komite Regulasi Akuntansi)
  3. Autorite des Marches Financiers atau AMF (Otoritas Pasar Keuangan)
  4. Orde des Expert – Comptables atau OEC (Ikatan Akuntan Publik)
  5. Compagnie Nationale des Commisaires aux Comptes atau CNCC (Ikatan Auditor Kepatuhan Nasional)
  1. PELAPORAN KEUANGAN
Perusahaan Prancis harus melaporkan berikut ini :
  1. Neraca
  2. Laporan laba rugi
  3. Catatan atas laporan keuangan
  4. Laporan direktur
  5. Laporan auditor
Ciri utama pelaporan di prancis adalah ketentuan mengenai pengungkapan catatan yang ekstensif dan detail, yang meliputi hal hal berikut :
  1. Penjelasan mengenai aturan pengukuran yang diberlakukan ( contoh kebijakan akuntansi )
  2. Perlakuan akuntansi untuk pos pos dalam mata uang asin
  3. Laporan perubahan aktica tetap dan depresiasi
  4. Detail provisi
  5. Detail revauasi yang dilakukan
  6. Analisis piutang dan utang sesuai masa jatuh tempo
  7. Daftar anak perusahaan dan kepemilikan saham
  8. Jumlah komitmen pension dan imbalan pascakerja lainnya
  9. Detail pengaruh pajak terhadap laporan keuangan
  10. Rata rata jumlah karyawan sesuai golongan
  11. Analisis pendapatan menurut aktivitas dan geografis
Di dalamnya, informasi yang harus diberikan antara alin :
  • Konsumsi air, bahan mentah dan energy serta tindakan yang diambil untuk meningkatkan efisien energy
  • Kegiatan untuk mengurangi polusi udara, air atau tanah, termasuk polusi suara dan biayannya dan
  • Jumlah provisi untuk resiko lingkungan
  1. PENGUKURAN AKUNTANSI
Akuntansi diPrancis memiliki karakteristik ganda : perusahaan secara tersendiri harus mematuhi peraturan yang tetap, sedangkan kelompok usaha konsolidasi memilki fleksibilitas lebih besar. Akuntansi unutk perusahaan secara invidual merupakan dasar hokum untuk membagikan dividend an menghitung pendapatan kena pajak.
  • Aktiva berwujud umumnya dinilai berdasarkan biaya historis
  • Revaluasi tetap dikenakan pajak sehingga jarang ditemukan dalam praktik
  • Aktiva tetap didepresiasikan menurut provisi pajak, umunya menurut dasar garis lurus atau saldo berganda
  • Persediaan harus dinilai sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya atau nilai realisasi dengan menggunakan metode masuk perma keluar pertama ( FIFO ) atau metode rata rata tertimbang
  • Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya, namun dapat dikapitalisasikan dalam keadaan yang tertentu.
  • Kebanyakan resiko dan ketidak pastian lainnya dapat dicadangkan
Dengan beberapa pengecualian, laporan keuangan konsolidasi prancis mengikuti pendekatan penyajian wajar berupa pelaporan substansi mengungguli bentuk.
  1. JERMAN
            Lingkungan akuntansi di Jerman mengalami perubahan terus menerus dan hasilnya luar biasa sejak berkahirnya perang Duni II. Dalam suatu peristiwa yang besar, hokum perusahaan tahun 1965 mengubah system pelaporan keuangan Jerman dengan mengarah pada ide ide Inggris-Amerika ( tetapi hanya berlaku bagi perusahaan besar ). Pada awal tahun 1970-an Uni Eropa ( UE ) mulai mengeluarkan direktif harmonisasi yang harus diadopsi oleh Negara Negara anggotanya kedalam hukum nasional.
  1. REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN AKUNTANSI
Sebelum tahun 1998, Jerman tidak memiliki fungsi penetapan standar akuntansi keuangan sebagaiman yang dipahami dinegara Negara berbahasa inggris. Komite Standar Akuntansi Jerman ( German Accounting Standars Committee-GASC) atau dalam bahasa Jerman, Deutsches Rechunungslegungs standar committee ( DRSC ).
GASC membawahi Badan Standar Akuntansi Jerman ( German Accounting Standars Board – GASB ) yang melakukan pekerjaan teknis dan mengeluarkan standar akuntansi GASB terdiri dari tujuh ahli independen yang berlatar belakan dibidang auditing, analisis, keuangan, akademik, dan industry.
Secara garis besar system penetapan standar akuntansi yang baru di Jerman mirip dengan system yang ada di Inggris dan Amerika. Standar GASB adalah rekomendasi wajib yang hanya berlaku untuk laporan keuangan konsolidasi.
  1. PELAPORAN KEUANGAN
Undang undang akuntansi tahun 1985 secara khusus menetukan ketentuan akuntasi, auditing dan pelaporan keuangan ang berbeda beda menurut ukuran perusahaan, bukan menurut bentuk organisasi.
Undang undang akuntansi tahung 1985 secara khusus menetukan isi dan bentuk laporan keuangan, yang meliputi :
    • Neraca
    • Laporan laba rugi
    • Catatan atas laporan keuangan
    • Laporan manajemen
    • Laporan auditor
Ciri utama system pelaporan keuangan di Jerman adalah laporan secara pribadi oleh auditor kepada dewan direktur pengelola perusahaan dan dewan pengawas perusahaan laporan ini berisi pendapat terhadap prospek mada depan perusahaan dan khususnya factor factor yang mengancam kelangsunganhidup perusahaan.
  1. PENGUKURAN AKUNTANSI
Berdasarkan hukum komersial ( HGB )
    • metode pembelian ( akuisisi adalah metode konsolidasi yang utama, meskipun penyatuan kepemilikan juga dapata diterapkan dalam kondisi yang terbatas.
    • Aktiva dan kewajiban dari perusahaan yang diakuisisi dinilai sebesar nilai kini dan jumlah yang tersisa merupak goodwill
    • Goodwill dapar disalinghapuskan terhadap cadangan dalam ekuitas atau diamortisasi secara sistematis selama umur manfaat eknominya.
    • Usaha patungan dapat dicatat dengan menggunakan metode konsolidasi proporsional atau metode ekuitas
    • Perhatiak khusus diberikan terhadap catatan laporan metode translasi mata uangan asing harus dijelaskan
    • Biaya historis merupakan dasar untuk menilai aktiva berwujud
    • Persediaan dinilai yang lebih rendah antara biaya atau pasa
    • FIFO dan metode rata merupkan metode yang digunakan untuk menentukan biaya
    • Aktiva tetap yang dapat disusutkan ditentukan oleh teris depresiasi pajak
    • Biaya penelitian dan pengenban dibebankan pada saat terjadinnya
    • sega guna usaha pembiyaan umunya tidak dikapitalisasikan
    • Pajak tangguhan umumnya tidak terdapat dalam akun perusahaan individu
  1. JEPANG
            Regulasi akuntansi didasarkan pada tiga undang undang : hokum komersial, undang undang pasar modal dan undang undang pajak pernhasilkan perusahaan. Untuk memahami akuntansi di Jepang, seseorang harus memahami budaya, praktik usaha dan sejarah Jepang. Seluruh perusahaan yang dirikan menurut hokum komesial diwajibkan untuk memenuhi provisi akuntansi, yang dimuat dalam “ aturan aturan menyangkut neraca, laporan laba rugi, laporan usaha dan skedul pendukung perusahaan dengan kewajiban terbatas.
  1. PELAPORAN KEUANGAN
Perusahaan yang didirikan menurut hokum komerisial diwajibkan untuk menyusun laporan wajib yang harus mendapat persetujuan dalam rapat tahunan pemegang saham, yang berisi hal hal berikut :
  • Neraca
  • Laporan laba rugi
  • Laporan usaha
  • Proposal atas penetuan pengguna ( apropriasi) laba ditahan
  • Skedul pendukung
Sejumlah skedul pendukung juga wajib dibuat, terpisah dari catatan atas laporan keuangan, yang meliputi :
  • Perubahan dalam modal sahan dan cadangan wajib
  • Perubahan dalam obligasi dan utang jangka pendek dan jangka panjang
  • Perubahan dalam aktiva tetap dan akumulasi depresiasi
  • Aktiva dalam penjaminan
  • Jaminan utang
  • Perubahan dalam provisi
  • Jumlah yang terutang kepada dan yang tertagih dari pemegang, saham pengendali
  • Kepemilikan ekuitas dalam anak perusahaan dan jumlah lembar saham perusahaan yang dimiliki oleh anak perusahaan tersebut
  • Piutang yang berasal dari anak perusahaan
  • Transaksi dengan direktur, auditor wajib, pemegang saham pengendali, dan pihak ketiga yang menimbulkan konflik kepentingan
  • Remunerasi yang dibayarkan keapda direktur dan auditor wajib
  1. PENGUKURAN AKUNTANSI
  • Akun perusahaan secara  terpisah merupakan dasar bagi laporan konsolidasi
  • Anak perusahaan dikonsolidasikan
  • Goodwill diukur menurut dasar nilai wajar aktiva bersih yang diakuisisi dan diamortisadi selama maksimum 20 tahun
  • Metode ekuitas digunakan untuk investasi pada perusahaan afiliasi ketika induk dan anak perusahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan keuangan dan oprasionalnya
  • Persediaan dapat dinilai berdasarkan biaya perolehan atau mana yang lebih rendah antara biaya atau harga pasar
  • FIFO, LIFO dan rata rata seluruhnya merupkan metode arus biaya yang dapat diterima
  • Aktiva tetap dinilai sebesar biaya perolehan dan disusutkan seusai dengan hokum pajak
  • Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya
  • Pajak tangguhan terjadi untuk seluruh perbedaaan karena waktu dengan menggunakan metode kewajiban
  1. BELANDA
Belanda merupakan salah satu pendukung pertama atas standar akuntansi internasional untuk akuntansi dan pelaporan keuangan, dan pernyataan IASB menerima perhatian besar dalam menentukan praktik yang dapat diterima. Di Belanda akuntansi dianggap sebagai cabang dari ekonomi usaha. Akibatnya, banyak pemikiran ekonomi yang dicurahkan terhadap topik topik akuntansi dan khususnya terhadap pengukuran akuntansi.
  1. REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN AKUNTANSI
Regulasi di Belanda tetap liberal hingga tahun 1970 ketika undang undang laporan keuangan tahunan diberlakukan. Undang undang merupakan bagian dari program besar perubahan dalam bidang hukum peusahaan. Di antara provisi utama undang undang tahun 1970 tersebut adalah sebagai berikut :
  • Laporan keuangan tahunan harus menunjukkan gambaran yang wajar mengenai posisi dan hasil keuangan selama suatu tahun , dan seluruh pos didalamnya haru dikelompokkan dan dijelaskan secara memadai
  • Laporan keuangan harus disusun sesuai dengan praktik usaha yang baik ( yaitu akuntansi dapat diterima oleh kalangan usaha )
  • Dasar penyajian aktiva dan kewajiban dan penentuan hasil operasi harus diungkapkan
  • Laporan keuangan harus disusun sesuai dengan dasar yang konsisten dan pengaruh material dari perubahan dalam prinsip akuntansi harus diungkapkan secukupnya
  • Informasi keuangan komparatif untuk periode sebelumnya harus diungkapkan dalam laporan keuangan dan catatan kaki yang
  • Menyertainya Undang undang tersebut juga mendorong pembentukan kelompok studi akuntansi tiga pihak ( Tripartit ) ( yang digantikan oleh Dewan pelporan tahunan pada tahun 1981 ) dan melahirkan kamar dagang
  1. LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan di Belanda harus memuat hal hal berikut :
    1. Neraca
    2. Laporan laba rugi
    3. Catatan catatan
    4. Laporan direksi
    5. Informasi lain yang direkomendasikan
Perusahaan perusahaan Belanda diperbolehkan untuk menyusun laporan keuangan menggunakan IFRS atau GAAP AS selain standar akuntansi Belanda
  1. PENGUKURAN AKUNTANSI
  • Goodwill merupakan perbedaan antara biaya akuisisi dengan nilai wajar aktiva dan kewajiban dibeli
  • Metode ekuitas digunakan apabila investor memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan usaha dan keuangan
  • Usaha patungan dapat dicata dengan menggunkan metode ekuitas
  • Biaya penelitian dan pengembangan dikapitalisasi hanya jika jumlah tersebut dapat dipulikan dan cukup pasti
  • Pajak penghasilan diakui berdasarkan konsep alokasi komprehensif ( provisi penuh ) dan diukur menurut metode kewajiban
  1. INGGRIS
            Akuntasi di inggris berkembang sebagai cabang ilmu yang independen dan sevara pragmatis menyikapi kebutuhan dan praktik usaha. Inggris merupakan Negara pertama didunia yang mengembangkan profesi akuntansi yang kita kenal sekarang. Masyarakat akuntansi pertama yang diakui adalah masyarakt akuntansi di Edinburgh, yang disahkan oleh akta kerjaan pada tahun 1854. Masyarakat yang serupa secara resmi diakui di Glasgow pada tahun 1855 dan di Aberdeen pada tahun 1867. Akuntansi profesiona bermula pada masyarakat professional ini.
  1. REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN AKUNTANSI
Kegiatan perusahaan yang didirkan di Inggris secara luas diatur oleh aktiva yang disebut sebagai undang undang perusahaan. Sebagai contoh, pada tahun 1981 direktif keempat UE diberlakukan, menambah aturan wajib menyangkut bentuk, prinsip akuntansi dan konvensi dasar akuntansi.
Undang undang tahung 1981juga menetapkan lima prinsip dasar akuntansi :
    1. Pendapatan dan beban harus ditandingkan menurut dasar akural
    2. Pos aktiva dan kewajiban secara terpisah dalam setiap kategori aktiva dan kewajiban dinilai secara terpisah
    3. Prinsip konservatisme diterapkan, khususnya dalan pengakuan realisasi laba dan seluruh kewajiban dan kerugian yang diketahui
    4. Penerapan kebihakan akuntansi yang konsisten dari tahun ke tahun diwajibakan
    5. Prinsip kelangsungan usaha diterapkan unguk perusahaan yang menggunakan akutansi
Berikut enam badan akutansi di Inggris yang berhubungan dengan komite konsultatif badan akuntansi yang berdiri pada tahun 1970 :
    1. Institut Akuntan Berizin Resmi di Inggris dan Wales ( The Institue of Chartered Accountants in England and Wales-ICAWE )
    2. Institut Akuntan Berizin Resmi di Irlandia ( The Institute of Chartered Accountants Ireland – ICAI  )
    3. Institut Akuntan berizin resmi di Skotlandia ( The Institute of Chartered Accountants in Scotland – ICAS  )
    4. Asosiasi Akuntan Berizin Resmi dan Bersertifikat ( the Association of Chartered Certified Accountants – ACCA)
    5. Institut Akuntan Manajemen Berizin Resmi ( The Chartered Instute of Management Accountants – CIMA )
    6. Institut Keuangan dan Akuntansi Publik Berizin Resmi ( the Chartered Institute of Public Finamce and Accountancy – CIPFA )
Penetapan standar akuntansi di Inggris dikeluarkan dan dikukuhkan oleh enam badan akuntansi di atas.
  1. PELAPORAN KEUANGAN
Pelaporan keuangan di inggris termasuk yang paling komprehensif didunia. Laporan keuangan umumnya mencakup :
    1. Laporan direksi
    2. Laporan laba dan rugi dan neraca
    3. Laporan arus kas
    4. Laporan total keuntungan dan kerugian yang diakui
    5. Laporan kebijakan akuntansi
    6. Catatan atas referensi dalam laporan keuangan
    7. Laporan auditor
  1. PENGUKURAN AKUNTANSI
Inggris memperbolehkan baik metode akuisisi dan merger dalam mencatat akuntansi untuk penggabungan usaha. Goodwill dihitung sebagai perbedaan antara nilai wajar penyerahan yang dilakukan dan nilai wajar aktiva yang diperoleh. Aktiva dapat dinilai dengan menggunakan biaya historis, biaya kini atau menggunakan gabungan keduannya. Depresiasi dan amortisasi harus berhubungan dengan dasar pengukuran yang digunakan terhadap aktiva terkait. Pajak tangguhan dihitung berdasarkan metode kewajiban dengan dasar provisi penuh untuk kebanyak perbedaan waktu.
  1. AMERIKA SERIKAT
Akuntasi di Amerika serikat diatur oleh badan sector sawasta ( Badan Standar Akuntansi Keuangan, atau Financial Accounting Standards Board – FASB ). Hingga tahun 2000, Institut Amerika untuk Akuntan Publik ( American Institute of Certified Public Accountants – AICPA ).
  1. REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN AKUNTANSI
System AS tidak memiliki ketentuan hokum secara umum mengenai penerbitan laporan keuangan yang diaudit secara periodic. Perusahaan di AS diberntuk berdasarkan hokum Negara bagian, bukan hokum federal. Prinsip prinsip akuntansi yang diterima secara umum ( GAAP ) terdiri dari seluruh standar, aturan dan regulasi akuntansi keuangan yang harus diperhatikan ketika menyusun laporan keuangan. Karena, FASB dan SEC mempertimabangkan untuk mengubah GAAP AS dari standar berdasarkan aturan menuju standar berdasarkan prinsip.
  1. PELAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan tahunan yang semestinya dibuat oleh sebuah perusahaan AS yang besar meliputi komponen berikut ini :
  1. Laporan manajemen
  2. Laporan auditor
  3. Laporan keugan utama ( laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laporan laba komprehensif dan laporan ekuitas pemegang saham )
  4. Diskusi manajemen dan analisis atas hasil operasi dan kondisi keuangan
  5. Pengungkapan atas kebijakan akuntansi dengan pengaruh paling penting terhadap laporan keuangan
  6. Catatan atas laporan keuangan
  7. Perbandingan data keuangan tertentu selama lima atau sepuluh tahun
  8. Data kuartal terpilih
  1. PENGUKURAN AKUNTANSI
Aturan pengukuran akuntansi Amerika Serikat mengasumsikan bahwa suatu entitas usaha akan terus melangsungka usahanya. Menggunakan biaya historis untuk menilai aktiva berwujud dan tidak berwujud. Metode LIFO, FIFO dan rata diperbolehkan dan digunakan secara luas dalam penetuan harga persediaan. LIFO yang popular karena dapat digunakan untuk keperluan pajak penghasil federal. Pajak penghasilan dihitung dengan menggunakan metode kewajiban.

REFERENSI

Choi, F. D., & Meek, G. K. (2005). International Accounting . Jakarta: Salemba Empat.

Minggu, 06 Juli 2014

Prabowo - Hatta Untuk Indonesia Jaya

Tinggal menghitung hari, pesta demokrasi di laksanakan. Sudah saatnya saya menentukan pilihan. Siapa yang akan saya pilih sesuai keyakinan hati saya, kepada seseorang yg akan menjadi pemimpin negeri kita tercinta pada 9 Juli 2014 nanti. Jangan pernah berharap "kesempurnaan" Tuhan ada dalam diri seorang manusia karena manusia pastilah tak luput dari salah dan dosa.

Saya nyatakan bahwa saya akan menggunakan hak pilih saya untuk mendukung pasangan Prabowo-Hatta. Bapak Prabowo adalah jenderal yang dalam pikiran saya dahulu agresif dan kejam, tetapi sungguh diluar dugaan. Sifat ksatria dan sifat seorang negarawan ada dalam dirinya. Ditambah dengan sosoknya yang patriot sangat cocok dan mampu untuk memimpin Indonesia saat ini. Begitu pula Bapak Hatta Rajasa, pembawaanya yang tenang dan teduh menjadi sosok yang tepat untuk mendampingi Bapak Prabowo Subianto.

Kita bisa tengok ke negara-negara tetangga, negara-negara yang tergolong maju di Asia bukanlah negara yang dipimpin dengan kesederhanaan dan merakyat. Di bawah kepemimpinan yang tegas China menjadi negara yang paling tinggi pertumbuhan ekonominya. Tidak ada yang meragukan bahwa China-lah yang paling ditakuti Amerika dalam hal angkatan perang. Singapura maju di bawah kepemimpinan Lee Kuan Yew yang sangat tegas. Malaysia maju di bawa kepemimpinan tangan besi Mahathir Mohamad. Jepang dan Korea adalah negara maju karena dipimpin secara tegas dan mereka mampu mensejajarkan diri dengan bangsa- bangsa Eropa dan Amerika. Negara-negara yang maju di Asia adalah negara yang dipimpin secara tegas dan keras sehingga mereka maju dan sejahtera. Saya yakin Bapak Prabowo mampu membawa Indonesia ke arah itu karena Bapak Prabowo tipe pemimpin tegas, berani dan mampu menjaga harga diri bangsa dari tekanan negara lain.

Jika masih ada sampai saat ini yang mempertanyakan apa yang sudah dilakukan Bapak Prabowo untuk negara ini, saya akan mencoba ‘flashback’ ke masa lalu. Sejarah telah mencatat pengorbanannya untuk bangsanya dimulai dengan mempertahankan keutuhan NKRI dengan darah dan nyawanya melalui pertempuran di Timor-Timur, dalam misi impossible pembebasan sandera sipil di Mapenduma, penangkapan 2 agen berkulit putih tahun 1984 yang menyulut disintegrasi Papua, dan dalam berbagai operasi tempur berat lainnya. Tentang kepulangan 200 GMI Yordania, tentang Wilfrida TKI malaysia, tentang prestasi tim polo Indonesia, serta memprakarsai dan konsisten menyelenggarakan piala Garuda U12, U14, U16 hingga terbentuk U19 yang pada akhirnya dinamakan Timnas Garuda yang saya dan anda banggakan. Dan jangan lupa beliau juga berhasil mencetak anak bangsa yg sangat berprestasi, yaitu Pak Ridwan Kamil, Pak Ahok, dan tentunya Pak Jokowi. Bagi saya pribadi, bukan hal mudah untuk seseorang bisa dengan tepat mencari dan memilih anak bangsa untuk menjadi pemimpin dalam suatu daerah dan kemudian orang-orang yang terpilih tersebut berhasil membawa daerah/kota yang dipimpinnya mengalami banyak kemajuan. Tentunya hal itu membutuhkan perhitungan yang matang. Semua dilakukan Bapak Prabowo dengan tanpa anggaran negara dan tanpa dukungan kekuasaan namun dengan modal pribadi dan kemampuan pribadi Bapak Prabowo, tanpa harus menunggu jadi pemimpin. Beliau tak tonjolkan semua bakti yang telah ditorehkan untuk ibu pertiwi yang dicintainya dengan sepenuh jiwa raganya. Semuanya pun seolah ditelan bumi, karena tidak ada media yang selalu gembar-gembor pencitraan untuk Bapak Prabowo. Sejujurnya, tak banyak saya melihat pribadi dengan karakter yang seikhlas dirinya. Kepribadian yang akan mampu menyatukan elemen-elemen yang terserak di negeri ini.

Dengan sikap berani, tegas, teliti, cermat, dan pemikiran yang visioner serta berbagai keberhasilan tersebut, saya yakin jika Bapak Prabowo terpilih nanti, negara yang kita cintai ini bisa menelurkan dan mencetak lagi anak bangsa berprestasi yang lain, yang bisa diandalkan untuk menjalankan roda pemerintahan ke arah yang lebih baik. Saya yakin, revolusi mental sesungguhnya sudah Bapak Prabowo tanamkan dan realisasikan dalam pribadinya jauh sebelum kalimat revolusi mental itu sendiri terbit beberapa hari terakhir ini. Apalagi basic Bapak Prabowo adalah seorang TNI. TNI berasal dari Rakyat, kepada Rakyat, dan untuk Rakyat, tentu menjadi nilai plus tersendiri.

Dan pada akhirnya saya hanya sedang berusaha menyuarakan apa yang saya anggap benar. Kalaupun ternyata saya salah, biarkan ini menjadi kesalahan saya. Dan jika saya benar, semoga bisa menjadi kebenaran untuk semua teman-teman yang mencintai negeri ini. Bukan karena uang, paksaan atau hal-hal lain, saya nyatakan bahwa saya akan menggunakan hak pilih saya untuk mendukung Pasangan Prabowo – Hatta. Namun siapapun nantinya yang terpilih, saya tetap mendukung. Dengan semampu dan sebisa saya, saya akan menjadi warga negara yang baik dan menghormati segala keputusan. Salam damai bagi kita semua.


#PrabowoHatta #SelamatkanIndonesia #IndonesiaSatu